Kecelakaan bus. (ilustrasi) | ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Kisah Dalam Negeri

Duka Maryati Kehilangan Kakak di Magetan

Ada 13 orang yang mengalami luka- luka yang langsung dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang.

OLEH BOWO PRIBADI

Maryati (53 tahun) bergegas ke Semarang ketika mendengar bus PO Semeru Putra Transindo mengalami kecelakaan di Jalan Cemoro Sewu-Sarangan, Kabupaten Magetan, Ahad (4/12). Maryati tinggal di Magelang, hanya butuh sekira dua hingga tiga jam untuk sampai di Jalan Gedongsongo 1A RT 06/RW 02, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.

Perjalanan Maryati kali ini harus diiringi kesedihan. Dua dari tujuh korban meninggal akibat bus wisata masuk jurang di Magetan merupakan anggota keluarganya. Yakni, sang kakak Kabul (60) dan istrinya Sumiati (60). Selain keduanya, empat korban lain masih satu kelurahan dengan Kabul dan Sumiati. Yakni, Sutarjo (56), Witri Suci (27), Sukini (58) yang merupakan warga RT 5/ RW 2 Kelurahan Manyaran, serta Wachid (58) warga RT 11/ RW 1 di kelurahan yang sama.

Selain keenam korban tersebut, terdapat satu korban lain yang merupakan pengemudi bus naas tersebut, yakni Mochammad Barliyan (52) yang merupakan warga Kemijen, Semarang Timur. Saat ditemui di rumah duka keluarga Kabul, Maryati mengaku sempat syok, begitu mendengar kabar kakak dan kakak iparnya menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Terlebih selain pasangan suami istri ini juga ada anggota keluarga yang turut serta dalam rombongan menuju Telaga Sarangan tersebut. Selain Kabul dan Simiati, juga ada anak- anak dan cucu mereka. “Alhamdulilah, anak-anak dan cucu kakak saya selamat dari musibah tersebut,” tuturnya, Senin (5/12).

 

 
Perjalanan Maryati kali ini harus diiringi kesedihan. Dua dari tujuh korban meninggal akibat bus wisata masuk jurang di Magetan merupakan anggota keluarganya.
 
 

 

Anggota keluarga Maryati yang ikut berwisata yakni, Puji dan Mafudon, Qoniah (menantu Kabul) serta dua cucu Kabul, masing-masing Damar (7) dan Ibnu yang masih berusia 1,5 tahun. Semua ditemukan selamat di lokasi kejadian dengan kondisi luka ringan. Dua cucu Kabul masing-masing Damar dan Ibnu mengalami memar pada wajahnya dan telah diizinkan pulang dari rumah sakit.

Semasa hidupnya, lanjut Maryati, Kabul bekerja sebagai tukang becak. Sementara Sumiyati merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah dokter yang jaraknya tak jauh dari tempat tinggal Mereka.

Tak kalah sedih, Tri hartini (30), salah satu menantu Kabul. Ia tak menangka kegiatan wisata kali ini menjadi petaka bagi mertuanya. Menurutnya, di lingkungan tempat tinggal mertuanya memang hampir tiap tahun diadakan acara piknik warga ke luar kota. “Namun untuk kegiatan wisata kali ini, menjadi musibah bagi keluarga mertua saya,” ujarnya.

Enam jenazah warga RT 5/ RW 2 Kelurahan Manyaran, Kota Semarang, yang meninggal tiba di tempat asalnya setelah dibawa dengan menggunakan ambulans pada Ahad (4/12) malam. Selain korban meninggal, sejumlah korban luka dalam kejadian tersebut juga turut serta dipulangkan. Proses pemulangan korban tewas dan terluka tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten Magetan.

 

 
Enam jenazah warga RT 5/ RW 2 Kelurahan Manyaran, Kota Semarang, yang meninggal tiba di tempat asalnya setelah dibawa dengan menggunakan ambulans pada Ahad (4/12) malam.
 
 

 

Korban luka

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan 13 korban luka- luka dari kecelakaan bus PO Semeru Putra Transindo di kawasan Cemorosewu, Kabupaten Magetan telah dibawa ke Semarang dan dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro, Ketileng, Kota Semarang. Mereka terdiri dari korban luka berat maupun luka ringan. Seluruh biaya perawatan korban tersebut, nantinya akan ditanggung oleh Pemkot Semarang.

Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, seluruh korban selamat dalam kecelakaan rombongan warga Manyaran, Kecamatan Semarang Barat telah dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro.

Ada 13 orang yang mengalami luka- luka (berat maupun ringan) yang dini hari kemarin langsung dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang. Sedangkan 15 orang lainnya segera menyusul.

 

 
Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, seluruh korban selamat dalam kecelakaan rombongan warga Manyaran, Kecamatan Semarang Barat telah dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro.
 
 

 

Pemkot Semarang, lanjutnya, telah menyiapkan fasilitas perawatan dan ansuransi bagi korban. “Karena ini keelakaan PT Jasaraharja juga memberikan santunan kepada masing- masing korban yang meninggal sebesar Rp 50 juta,” ungkapnya, Senin (5/12).

Tak hanya korban yang meninggal dunia, lanjutnya, Pemkot Semarang siap menjamin atau memfasilitasi mereka yang selamat. Selain fasilitas Jasaraharja, masih ada BPJS. Pemerintah juga Universal Health Coverage (UHC) yang akan ditanggung oleh Pemkot Semarang. Untuk para korban anak- aak yang selamat juga disiapkan trauma healing.

Sebab, lanjut Ita, korban anak- anak sangat trauma dengan musibah kecelakaan ini. Sehingga perlu penanganan lebih lanjut. “Kita akan siapkan psikolog dan tim trauma healing tersebut,” tambahnya.