Warga mengevakuasi binatang ternak menyusul erupsi Gunung Semeru di Desa Kajar Kuning, Lumajang, Jawa Timur. Senin (5/12/2022). | AP Photo/Imanuel Yoga

Nusantara

Aktivitas Gunung Semeru Cenderung Mereda

Status Gunung Semeru resmi dinaikkan dari siaga (level III) menjadi awas (level IV) pada Ahad (4/12) pukul 12.00 WIB.

 

MALANG -- Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, cenderung mulai mereda. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Hendra Gunawan, mengatakan pada Senin (5/12) terjadi awan panas kecil mencapai jarak tujuh kilometer (km).

Kemudian pada pukul 12.25 WIB terjadi lahar dingin. "Tidak terlalu besar selama lebih kurang dua jam," jelasnya, Senin (5/12).

Sebelumnya, status Gunung Semeru resmi dinaikkan dari siaga (level III) menjadi awas (level IV) pada Ahad (4/12) pukul 12.00 WIB. Situasi ini terjadi lantaran telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) sehingga menyebabkan masyarakat sekitar melakukan evakuasi.

Di samping itu, Gunung Semeru juga tercatat mengalami 18 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 16 hingga 23 milimeter (mm). Lama gempa jenis ini berlangsung sekitar 85 hingga 115 detik. Kondisi ini terjadi berdasarkan laporan resmi petugas Pemantauan Gunung Api (PGA) Semeru, Mukdas Sofian periode Senin (5/12) pukul 06.00 sampai 12.00 WIB.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Selain itu, gunung berketinggian 3.676 mdpl tersebut juga mengalami satu kali gempa guguran. "Dengan amplitudo delapan milimeter dan lama gempa 50 detik," jelasnya. Kondisi tersebut membuat masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar area erupsi dalam radius hingga 19 km.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan letusan Gunung Semeru tidak menyebabkan tsunami. Pascaluncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru pada Ahad (4/12) dini hari, beredar kabar yang menyebutkan bahwa letusan Gunung Semeru dapat membangkitkan tsunami hingga ke negara Jepang.

"Ada beberapa alasan kenapa berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, antara lain, Gunung Semeru merupakan gunung api darat dengan jarak cukup jauh dari laut sehingga potensi letusan pyroclastic partial collapse tidak sampai ke laut dan tidak bisa membangkitkan tsunami," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin.

Abdul menjelaskan, posisi Gunung Semeru berada di Selatan Jawa, jika terjadi longsoran di Pantai Selatan Jawa akibat aktivitas vulkanik. Sehingga, kecil kemungkinan tsunami yang terjadi bisa menjangkau negara Jepang karena terhalang gugusan pulau-pulau di Indonesia.

photo
Petugas SAR berjalan di antara asab dari material gunung api akibat erupsi Gunung Semeru di Desa Kajar Kuning, Lumajang, Jawa Timur. Senin (5/12/2022). - (EPA-EFE/SUSANTO)

Aktivitas vulkanik Semeru menyebabkan jembatan gantung Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ambruk pada Senin (4/12). Akibatnya, Wakapolres Malang Kompol Rizky Tri Putra mengatakan, akses ke Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang melalui Curah Kobokan tidak bisa dilalui. "Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan menuju ke Lumajang agar mencari jalur alternatif lainnya," kata Rizky.

Masyarakat di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, juga sudah mulai mengevakuasi hewan ternaknya. Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arif mengatakan, area yang menjadi tempat evakuasi hewan ternak dikumpulkan di Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Menurut Samsul, area ini tersedia kandang sehingga hewan ternak akan disatukan di tempat tersebut. Namun untuk mencukupi kebutuhan pangan hewan, Samsul mengaku belum mengetahuinya.

Dusun Kajar Kuning termasuk salah satu daerah terparah terdampak Semeru. Evakuasi hewan ternak tidak bisa dilakukan pada hari pertama bencana  karena kondisi medan yang masih rawan dan membahayakan.