Adegan Film Medieval | Dok Stanislav Honzik

Geni

Menyelami Riwayat Sang Ahli Strategi Perang

Medieval menunjukkan betapa efektif dan efisiennya komando Žižka dalam menggerakkan pasukan.

OLEH SHELBI ASRIANTI 

Jan Žižka (Ben Foster) merupakan sosok petarung tangguh dari Kerajaan Bohemia yang kini dikenal sebagai Republik Cheska. Žižka terkenal karena kepiawaiannya mengatur perang. 

Kisah tentang Žižka terabadikan dalam film layar lebar bergenre drama sejarah berjudul Medieval. Sinema Cheska berbahasa Inggris garapan sutradara Petr Jákl tersebut telah tayang di bioskop Indonesia sejak 23 November 2022. Tokoh utama dalam film tersebut benar-benar hidup di abad ke-14. Film ini mengisahkan perjalanan Žižka muda, sebelum dirinya menjadi komandan militer yang dikenal tak terkalahkan dalam pertempuran. 

Medieval menunjukkan betapa efektif dan efisiennya komando Žižka dalam menggerakkan pasukan. Adegan laga yang tersaji pun menunjukkan Žižka sebagai petarung andal yang bertangan dingin dalam perang.

Film berdurasi 125 menit ini diawali dengan adegan gerak lambat derap kuda di medan perang. Sebuah visual dramatis untuk memulai sinema peperangan yang penuh pertempuran berdarah di tengah kacaunya Eropa.

photo
Adegan Film Medieval - (Dok Stanislav Honzik)

Tidak heran Medieval diperuntukkan bagi penonton 17 tahun ke atas lantaran film kolosal ini sangat sadis. Banyak adegan kekerasan yang membuat ngeri dan bergidik, sekaligus terkesan sangat realistis.

Sebaiknya, penonton bersiap menyimak banyak adegan brutal, seperti pemenggalan, hukuman gantung, serta pembantaian warga tak bersalah. Sutradara Jákl memvisualkan kekacauan Eropa pada masa peperangan abad pertengahan secara total.

Di sejumlah bagian, film Medieval memuat narasi soal latar belakang waktu dan tempat terjadinya perang yang melibatkan Žižka dan pasukan. Mereka pada awalnya bertugas mengawal seorang petinggi kerajaan yang nyawanya terancam saat menempuh suatu perjalanan.

Keterangan itu memang berguna, namun sekaligus membuat film ini terkesan cerewet demi menjelaskan konflik yang ada dan terus bergulir. Namun, sisi baiknya, aspek sinematografi dan transisi adegan sangat teliti sehingga mendukung aspek artistik film. 

Ada pula sisipan latar belakang keluarga dan kehidupan pribadi Žižka sehingga film terasa personal. Dia tidak selalu bisa melindungi orang terkasihnya, membuat sang pahlawan banyak merasakan duka dan kehilangan. Di balik tatapan dinginnya, Žižka memendam kesedihan yang terus terakumulasi. Namun, itu semua membentuk sosok Žižka seperti adanya. Cerita tentang keluarga dan orang terdekatnya pun memiliki efek bagi jalan cerita.

Hanya saja, film terlalu banyak menyorot pada riwayat Žižka. Itu membuat para anggota timnya yang sesungguhnya juga banyak berjasa tidak cukup banyak "diperkenalkan", selain hadir dalam adegan laga yang bertubi-tubi.

Padahal, ada cukup banyak tokoh menarik dalam tim Žižka. Karakter lain yang beririsan kisahnya dengan Žižka sesungguhnya bisa lebih dieksplorasi, seperti Lady Katherine (Sophie Lowe), Lord Boresh (Michael Caine), Rosenberg (Til Schweiger), Jaroslav (William Moseley), dan King Sigismund (Matthew Goode). Pilihan hidup mereka saling berjalin di antara berbagai intrik kerajaan.

Jika tidak jeli dalam menyimak dialog dan jalan cerita, penonton bisa saja tertukar mengenali para karakter. Sejak pertengahan film pun, mulai banyak belokan kisah, termasuk pengkhianatan yang dipengaruhi kata hati masing-masing karakter.

Film ini mayoritas dibintangi para pria. Hanya ada satu tokoh perempuan yang memiliki porsi besar dalam cerita yaitu Lady Katherine. Sementara itu, beberapa karakter perempuan lain seolah hanya menjadi pelengkap.

Dengan anggaran 20,3 juta dolar AS (sekitar Rp 317 triliun), Medieval menjadi film Cheska termahal yang pernah dibuat. Menonton Medieval cukup melelahkan, dengan durasi panjang dan alur lambat, tapi film ini cukup menambah wawasan sejarah. 

Bencana Alam, Azab atau Musibah?

Apa yang belum lama ini dialami masyarakat Cianjur dan sekitarnya adalah musibah.

SELENGKAPNYA

Masjid Negara Qatar, Oase Menyejukkan di Kota Doha

Inilah masjid terbesar di seluruh negara Qatar.

SELENGKAPNYA

Eduardo Alves Dos Anjos Menemukan Bahagia Dalam Islam

Sebelum menjadi mualaf, pria asal Kanada ini sempat membenci Islam pascakejadian 9/11.

SELENGKAPNYA