Wapres Apresiasi Kontribusi Al Irsyad/Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Muktamar Nasional ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah di Hotel Java Heritage, Sokanegara, Purwokerto, Rabu (23/11). | BPMI/Setwapres

Khazanah

Wapres Apresiasi Kontribusi Al Irsyad

Muktamar ke-41 diharapkan menjadi penanda kebangkitan Al Irsyad.

PURWOKERTO – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengapresiasi kontribusi Al Irsyad Al Islamiyyah bagi pembangunan Indonesia. Hal ini disampaikannya saat pembukaan Muktamar ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah di Purwokerto, Jawa Tengah.

"Sejak al-’Alamah Syekh Ahmad Surkati al-Anshori mendirikan perhimpunan ini, tentu banyak sekali kontribusi Jam’iyat Al Irsyad Al Islamiyyah bagi pembangunan Indonesia. Kehidupan masyarakat turut dibangun melalui pendidikan, pengajaran, serta aksi sosial dan dakwah," ujar Wapres.

Resmi dibuka pada Rabu (23/11) sore, Muktamar ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah digelar selama tiga hari hingga Jumat (25/11). Adapun tema yang diusung dalam muktamar ini, yaitu “Membangun Al Irsyad Al Islamiyyah yang Maju, Bersahabat, dan Bermartabat untuk Indonesia Emas 2045”.

Menurut Wapres, perhimpunan Al Irsyad dikenal giat melakukan tajdid dalam setiap dakwahnya. Hal itu menginspirasi bangsa Indonesia yang bineka untuk terus mengedepankan amar makruf nahi mungkar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sekretariat Wakil Presiden RI (@setwapres.ri)

Semangat yang senantiasa digelorakan Al Irsyad, menurut Wapres, adalah demi mencapai kebaikan tertinggi dalam keberagamaan, menghentikan pembodohan dan keterbelakangan, serta memberantas kemiskinan. Karena itu, ia menilai, tema muktamar kali ini  sangat relevan sekaligus memberikan penegasan bahwa perhimpunan Al Irsyad ingin melakukan Ijtihad Peradaban.

"Ijtihad Peradaban ini saya pandang penting, sebagai panduan bagi Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah untuk turut mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045," kata Wapres.

Pada bagian lain sambutannya, Wapres juga  menyampaikan, sejak awal didirikan, Al Irsyad fokus pada amal usaha pendidikan. Melalui amal usaha pendidikan, perannya untuk melahirkan kader-kader bangsa terbaik dapat terus dijalankan.

"Untuk itu, saya berpesan kepada keluarga besar perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah agar setiap pendidikan dan dakwah yang disebarkan senantiasa diwarnai dengan semangat merawat kebhinekaan serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan keimanan," kata Wapres.

Sementara itu, Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyyah Dr Faisol Nasar bin Madi MA menyampaikan, Al Irsyad sebagai organisasi dakwah pada saat bermuktamar ini sudah berusia 108 tahun, sebuah usia yang bisa disebut matang. Sejak awal berdiri, Al Irsyad senantiasa terlibat secara konsisten dalam problem-problem keumatan, mulai dari masa prakemerdekaan, kemerdekaan, hingga saat ini. Pasca kemerdekaan banyak kader Al Irsyad yang aktif duduk di pemerintahan.

 
Sebagai organisasi dakwah, Al Irsyad tetap konsisten tidak terlibat dalam politik praktis.
FAISOL NASAR BIN MADI Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyyah
 

"Meski demikian, sebagai organisasi dakwah, Al Irsyad tetap konsisten tidak terlibat dalam politik praktis, karena politik Al Irsyad adalah politik peradaban, politik kebangsaan," ujar dia dalam sambutannya.

Menurut Faisol, sikap politik Al Irsyad itu tidak terlepas dari manhaj dakwah Al Irsyad, yaitu mengikuti manhaj wasathi atau mazhab moderasi. Dalam dakwahnya, Al Irsyad mengutamakan hikmah, menjauhkan diri dari sikap-sikap tatharuf, tasyaddud, dan takfiri.

Lebih lanjut ia memaparkan, saat ini kita berada di era digital, sebuah era yang ditandai dengan revolusi Wi-Fi hingga mengubah pola pikir dan pola perilaku manusia. Era ini juga ditandai dengan kecepatan informasi, kecepatan perubahan, perilaku industri yang berubah, termasuk pola sosial yang juga berubah sehingga ruang-ruang relasi sosial yang harmoni bergeser ke arah individu yang terisolasi. 

"Di tengah kondisi seperti disebut di atas, Al Irsyad mengadakan Muktamar ke-41 di Purwokerto. Insya Allah muktamar ini akan menjadi penanda kebangkitan Al Irsyad untuk bersama-sama komponen bangsa yang lain mewujudkan Indonesia maju dan bermartabat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Al Irsyad juga ingin mendorong pemerintah dan seluruh organisasi keagamaan untuk bersama-sama melakukan ijtihad peradaban. Faisol menyebut, ijtihad peradaban dapat dijadikan panduan untuk merumuskan roadmap Indonesia Emas 2045. 

Kemenangan Bersejarah Arab Saudi

Saudi tak boleh cepat puas mengingat ini baru laga pertama.

SELENGKAPNYA

Madrasah Bukan Lagi Sekolah Alternatif

Betapa luar biasanya madrasah saat ini yang bahkan bisa berkompetisi tentang robot.

SELENGKAPNYA

Percepat Distribusi Bantuan Korban Gempa Cianjur

Reruntuhan bangunan menjadi salah satu hambatan dalam pendistribusian bantuan.

SELENGKAPNYA