Wakil Presiden AS Kamala Harris tiba di Istana Malacanang di Manila, Filipina, Senin (21/11/2022). | Haiyun Jiang/The New York Times, Pool

Internasional

Wapres AS: Hormati Kedaulatan Laut Cina Selatan

Wapres AS menyerukan agar kawasan menjunjung tinggi integritas dan kebebasan berlayar di LCS.

MANILA -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, Selasa (22/11), menyerukan agar negara-negara kawasan menjunjung tinggi integritas dan kebebasan berlayar di Laut Cina Selatan (LCS). AS akan mendesak upaya untuk menentang "tindakan tidak bertanggung jawab" di perairan yang disengketakan enam negara itu.

"Kita harus tegak pada prinsip kita, seperti menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, bertindak sesuai hukum, dan penyelesaian damai terhadap pertikaian," kata Harris.

"Kami akan terus mendukung sekutu dan mitra kami menentang tindakan yang melanggar hukum dan tidak bertanggung jawab," ujarnya menambahkan. "Saat aturan berbasis hukum internasional terancam di suatu tempat, artinya itu mengancam di manapun."

photo
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris (kanan) mengunjungi kapal patroli Filipina BRP Teresa Magbanua (MRRV-9701) di Puerto Princesa, Provinsi Palawan, Filipina, Selasa (22/11/2022).   - (Philippine Coast Guard via AP)

Harris tidak menyebut nama Cina. Namun, ujarannya mengarah pada Cina saat ia menekankan dukungan AS terhadap Filipina "jika terjadi intimidasi dan hasutan di LCS".

Harris berbicara di dek kapal patroli Filipina yang berlabuh di Puerto Princesa, yang menghadap ke LCS. Keberadaannya di sana amatlah simbolis dalam kunjungan dua hari di Filipina sejak Senin (21/11). Ia menjadi pejabat AS tertinggi yang berada di garis depan menghadap LCS.

LCS diklaim enam negara yaitu  Cina, Filipina, Taiwan, Brunei, Vietnam, dan Malaysia. Cina mengeklaim hampir 90 persen wilayah LCS.

Pertemuan menhan

Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin melakukan pertemuan dengan Menhan Cina Wei Fenghe di sela-sela ASEAN Defense Ministers Meeting-Plus yang digelar di Siem Reap, Kamboja, Selasa. Itu merupakan pertemuan kedua mereka sejak Joe Biden menjabat sebagai presiden AS.

photo
Peta klaim Laut Cina Selatan - (Wikipedia)

Departemen Pertahanan AS mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Wei Fenghe, Austin menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah keprihatinan tentang manuver-manuver yang semakin berbahaya dari pesawat Tentara Pembebasan Rakyat Cina di wilayah Indo-Pasifik. Austin menilai hal tersebut berisiko meningkatkan “kecelakaan”.

Pada kesempatan itu, Austin juga menyatakan bahwa AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan. Pernyataannya itu tampaknya merujuk pada klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan. Austin dan Wei Fenghe turut mendiskusikan isu Taiwan. “(AS) tetap berkomitmen pada kebijakan ‘Satu-Cina’ yang telah berlangsung lama,” ujar Austin.

Kendati demikian, Austin menegaskan, Washington menentang perubahan sepihak terhadap status quo. Dia pun meminta Beijing menahan diri dan tidak memperdalam destabilisasi terhadap Taiwan. Sementara itu, Cina belum merilis pernyataan tentang isi pertemuan Wei Fenghe dengan Austin.

BRK Syariah Bersiap Ekspansi Pascakonversi

BRK Syariah juga terus meningkatkan kapasitas setelah konversi agar dapat melayani masyarakat lebih luas.

SELENGKAPNYA

Menanti Tarian Messi di Lusail

Arab Saudi menjadi ujian perdana Messi untuk merengkuh trofi juara Piala Dunia.

SELENGKAPNYA

Duka untuk Cianjur

Gempa di Cianjur tidak terkait potensi gempa megathrust di selatan Jawa.

SELENGKAPNYA