Bagian atas Masjid Bambu Kiram mirip seperti atap Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, yakni masjid tertua se-Kalsel. | DOK WIKIPEDIA

Arsitektur

Kearifan Lokal Masjid Bambu Kiram yang Berpadu Nilai Sejarah

Masjid Bambu Kiram di Kalsel ini dibangun untuk mengenang sosok KH Abdul Qadir Hasan.

OLEH HASANUL RIZQA

Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki berbagai daya tarik untuk wisatawan Muslim. Pada Oktober lalu, misalnya, provinsi tersebut menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-29. Tentunya, masih banyak destinasi—tidak sekadar event tahunan—yang dapat menjadi pilihan bagi para pelancong.

Salah satunya adalah Masjid Bambu di Desa Wisata Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel. Seperti tampak pada namanya, bangunan itu nyaris seluruhnya terbuat dari bahan bambu. Hal unik lainnya adalah, masjid ini berbentuk menyerupai perahu tradisional setempat yang disebut jukung atau jongkong. Bagian atasnya mirip seperti atap Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, yakni masjid tertua se-Kalsel.

Dilansir dari laman Pemerintah Provinsi Kalsel, Masjid Bambu Kiram dinamakan pula sebagai Masjid KH Abdul Qadir Hasan. Nama itu merujuk pada seorang ulama besar yang juga sesepuh Pondok Pesantren Darussalam Banjarmasin.

photo
Sisi luar Masjid Bambu Kiram menampilkan bentuk perahu tradisional setempat, jongkong. - (DOK ANTARA Bayu Pratama S)

Sejarah mencatat, Guru Tuha, demikian sapaan akrabnya, turut berjuang dalam melawan penjajah, baik pada masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, maupun revolusi nasional. Ia wafat pada 1398 H/1978 M.

Peletakan batu pertama Masjid Bambu Kiram dilakukan pada Agustus 2020 lalu. Menurut Gubernur Sahbirin Noor, pembangunan tempat ibadah itu menyimbolkan salah satu keunggulan daerah setempat. Kalsel adalah salah satu penghasil bambu terbanyak se-Indonesia. Di samping itu, buluh juga memiliki banyak manfaat dari segi konstruksi.

Berbeda umpamanya dengan besi atau baja, bambu mempunyai sifat dasar yang kuat, tetapi dengan berat serta volume yang rendah. Bahan bambu pun cenderung elastis dan ringan sehingga mudah untuk disesuaikan dengan rancang bangun. Selain itu, buluh juga tahan terhadap guncangan atau gaya gempa.

“Kemudian, bambu memiliki nilai sejarah bagi bangsa ini, yakni (perjuangan dengan senjata) bambu runcing,” ujar Sahbirin Noor.

Pada Desember 2020, tuntaslah pembangunan Masjid Bambu Kiram. Walaupun hampir seluruhnya menampilkan bahan bambu, struktur bangunan tersebut ditopang oleh pipa baja. Pada sisi eksteriornya, memang didominasi buluh.

photo
Sisi interior Masjid Bambu Kiram di Kabupaten Banjar, Kalsel. Adanya rongga-rongga pada dinding anyaman bambu serta atap menghadirkan hawa sejuk angin dari luar. - (DOK ANTARA Bayu Pratama S )

Masjid ini terdiri atas dua lantai. Bagian dasar merupakan tempat adanya toilet dan sarana wudhu. Adapun shalat berjamaah dilakukan di lantai atas. Dengan luas 15 x 15 meter persegi, kapasitasnya dapat menampung lebih dari 250 orang.

Untuk memasuki tempat shalat, pengunjung dapat menaiki tangga yang terdapat di dekat deretan pintu masuk di lantai pertama. Opsi lainnya, yang bisa diambil kalangan penyandang disabilitas, ialah mendaki mendaki jalan yang mengular bertingkat-tingkat di sisi kanan dan kiri bangunan utama.

Memasuki bagian dalam masjid tersebut, jamaah dapat merasakan hawa semilir dari luar. Kesejukan memang begitu terasa karena dinding bangunan itu terbuat dari potongan-potongan bambu yang berongga. Alhasil, angin dapat dengan mudahnya melalui lubang-lubang tersebut. Beberapa sisi pada dinding itu merupakan anyaman buluh dengan pola-pola geometris. Begitu pula dengan plafon atau langit-langitnya.

Hampir seluruh lantai Masjid Bambu Kiram terbuat dari bahan papan kayu. Warnanya tampak serasi dengan bambu yang terdapat pada dinding dan tiang-tiang. Adapun lantai pada tempat wudhu berbahan batu kasar sehingga tidak licin saat diinjak.

photo
Hampir keseluruhan bangunan Masjid Bambu Kiram di Banjar, Kalsel, terbuat dari bahan bambu dan kayu berkualitas tinggi. Banjar dikenal sebagai salah satu daerah produsen bambu. - (DOK ANTARA Bayu Pratama S)

Saat ajang MTQN ke-29 lalu, Masjid Bambu Kiram menjadi salah satu lokasi acara (venue). Para kafilah yang datang dari pelbagai daerah di Indonesia mengunjungi tempat ibadah nan unik tersebut. Keberadaan bangunan itu menambah daftar masjid di Tanah Air yang berbentuk serupa dengan bahtera. Sebut saja, Masjid Kapal Semarang (Jawa Tengah), Masjid Perahu Sukabumi (Jawa Barat), atau Masjid Kapal Bosok Kota Serang (Banten).

Dengan latar perbukitan dan pepohonan nan hijau, Masjid Bambu Kiram tampak menyatu dengan alam. Nuansa natural yang sudah kentara dari pemilihan bahan bambu semakin terasa karenanya. Dan, seperti umumnya tempat ibadah kebanggaan Muslimin, masjid tersebut tidak hanya masyhur karena daya tarik pariwisata. Ia pun makmur oleh pelbagai aktivitas atau kegiatan keagamaan.

Tidak hanya MTQ, pada bulan suci Ramadhan lalu pihak takmir setempat menyelenggarakan Malam Renungan Nuzulul Quran. Begitu pula saat Maulid Nabi Muhammad SAW baru-baru ini. Masjid Bambu Kiram menjadi simpul pemersatu dan kebanggaan masyarakat Muslim Banjar.

Jawaban Ibnu Abbas untuk Kaum Ekstremis Khawarij

Setelah duta Khawarij menerima keterangan dari Ibnu Abbas, akhirnya sekira 2.000 orang bertobat.

SELENGKAPNYA

Lula Is Back

Nasib Bolsonaro serupa dengan Trump: dikalahkan saat menjadi incumbent oleh politisi senior.

SELENGKAPNYA

Ayah Wajib Paham Parenting

Ayah juga wajib mengajarkan keluarganya bagaimana hidup dalam koridor syariat.

SELENGKAPNYA