Pengembangan strategi bisnis berdasarkan analisa data (ilustrasi) | Pixabay/Pexels

Inovasi

Buka Peluang Bisnis Melalui Pemanfaatan Data

Menganalisis data secara efektif dapat menghasilkan peningkatan pendapatan.

Di era digital, pengembangan bisnis dan pemanfaatan data, makin tak bisa dipisahkan. Organisasi bisnis di Indonesia yang mampu memanfaatkan kekuatan data, diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan bisnis tahunan mereka sebesar rata-rata 13,8 persen.

Bagi organisasi berskala besar, angka ini setara dengan penambahan pendapatan tahunan sebanyak Rp 650 miliar. Temuan tersebut ditunjukkan dalam laporan terbaru Amazon Web Service Inc (AWS), unit usaha Amazon.com.

Laporan Demystifying Data 2022 yang diprakarsai oleh AWS dan disusun Deloitte Access Economics ini, dibuat berdasarkan survei terhadap 523 pejabat senior pengambil keputusan di berbagai organisasi bisnis di Indonesia. Dalam survei tersebut, pengukuran dilakukan menggunakan skala lima angka yang berkisar dari dasar dan pemula, menengah, hingga tingkat lanjut dan penguasaan.

Hasilnya, lebih dari separuh atau sekitar 57 persen organisasi yang disurvei di Indonesia berkisah bahwa menangkap dan menganalisis data secara efektif dapat menghasilkan peningkatan penjualan dan pendapatan.

 
Lebih dari separuh organisasi yang disurvei berkisah, menangkap dan menganalisis data secara efektif dapat menghasilkan peningkatan penjualan dan pendapatan.
 
 

“Laporan tersebut menemukan bahwa meskipun kian banyak hal yang dapat dilakukan dengan kekuatan data di dunia yang semakin digital ini, ternyata 88 persen organisasi di Indonesia masih dalam tahap kematangan data dasar dan pemula,” kata Direktur Artificial Intelligence & Data, SEA, Deloitte Rio Ricardo dalam acara media briefing "Pentingnya Kekuatan Data Bagi Strategi Bisnis di Era Digital", pekan lalu.

Ia mengungkapkan, seiring meningkatnya investasi organisasi-organisasi ini untuk transformasi digital, tercipta pula  peluang untuk perluasan pengguna data. Investasi di bidang penguasaan data, biasa dilakukan demi meningkatkan produktivitas, menghasilkan imbal hasil finansial bagi bisnis mereka serta dampak positif pada ekonomi.

Berinvestasi untuk solusi cloud, Rio mengatakan, akan membantu bisnis mempercepat tingkat kematangan data mereka dan memperoleh wawasan berbasis data.

Tingkatkan Keterampilan

Berdasarkan laporan yang digagas AWS dan diproduksi oleh AlphaBeta, bertajuk 'Building Digital Skills for the Changing Workforce', selama satu tahun ke depan, jumlah pekerja Indonesia yang membutuhkan pelatihan keterampilan digital akan meningkat sebanyak 17,2 juta orang. Jumlah ini, mewakili 13 persen dari jumlah angkatan kerja Indonesia.

Namun, hampir separuh organisasi di Indonesia atau sekitar 44 persen, mengeluhkan kurangnya akses ke sumber daya terampil. Menurut laporan tersebut, 37 persen dari organisasi yang disurvei juga kini lebih memilih untuk meningkatkan keterampilan karyawan mereka dan mengembangkan kemampuan data dan analitik mereka.

Sementara 29 persen lainnya, memilih mengakuisisi keterampilan dengan merekrut talenta baru. Guna membantu lebih banyak organisasi mengakselerasi peningkatan kematangan data mereka, AWS pada Kamis (20/10) mengumumkan peluncuran AWS Data Lab di ASEAN.

AWS Data Lab adalah program gratis yang mempertemukan pelanggan dengan pakar data AWS untuk memecahkan tantangan data yang kompleks dengan cara yang nyata, menggunakan solusi AWS. Dalam skema kerja sama ini, arsitek solusi dari AWS Data Lab dan pakar layanan AWS akan mendampingi pelanggan dengan memberikan panduan, berbagai praktik terbaik, dan menghilangkan hambatan teknis.

 
Hanya lima persen dari organisasi Indonesia yang telah melakukan investasi untuk teknologi, talenta, dan proses yang dibutuhkan dalam upaya memaksimalkan potensi data.
RIO RICARDO, Direktur Artificial Intelligence & Data, SEA, Deloitte
 

Sebagai hasilnya, pelanggan akan mendapatkan purwarupa yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Termasuk, jalur menuju produksi, dan pengetahuan yang lebih dalam tentang layanan AWS. Program AWS Data Lab di ASEAN ini, merupakan bagian dari jaringan lab global termasuk di Australia, Selandia Baru, Brasil, Korea, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Menurut Country Manager AWS Indonesia, Gunawan Susanto, data dapat menjadi sumber pertumbuhan yang sangat berharga bagi organisasi di Indonesia. “Kuncinya, adalah mengenali nilai inheren dari data menganalisisnya secara efektif, dan menciptakan sebuah budaya berbasis data,” ujarnya.

Menurut Gunawan, AWS berkomitmen membantu pelanggan di Indonesia, di mana pun saat ini mereka berada dalam tingkat kematangan data, dalam memanfaatkan skalabilitas, efisiensi biaya, dan keamanan cloud untuk menerapkan proyek data dengan skala lebih besar. Kemudian, menyatukan data mereka guna mendorong produktivitas serta untuk berinovasi atas nama pelanggan.

Mesin Belajar dan Kepuasan Pelanggan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Rumah Sumadi | Jakarta (@rumahsmd)

Pemanfaatan mesin belajar, kini mulai bisa ditemukan dalam berbagai kegiatan operasional organisasi perusahaan. Chief Experience & Analytics Officer RupaRupa Maulana Christanto menyampaikan, sejak 2021 RupaRupa memusatkan para pakar datanya ke dalam satu tim.

Langkah ini merupakan strategi penting untuk mendorong konsistensi dalam seluruh metode pengumpulan data. Termasuk juga, untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan wawasan yang relevan dengan bisnis RupaRupa.

“Sebagai tim, fokus kami adalah untuk menjalankan bukti konsep pada AWS, yang memungkinkan kami bereksperimen dengan cepat. Tentunya, tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya,” ujar Maulana.

Sebagai contoh, RupaRupa memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin seperti Amazon Personalize untuk memberikan rekomendasi produk pilihan kepada pelanggannya. Rekomendasi ini, dibuat berdasarkan minat belanja mereka di laman RupaRupa.

Inovasi ini, disebut Maulana, ternyata berhasil meningkatkan rasio klik-tayang (click-through) untuk rekomendasi produk, dari lima persen hingga sembilan persen. “Hal ini juga berhasil memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan mengutamakan kebutuhan mereka,” kata Maulana.

Saat ini, tim data di RupaRupa juga terus berkembang. Dari yang awalnya hanya dua orang di 2019, menjadi lebih dari 20 orang saat ini. Untuk terus meningkatkan kemampuan data, Maulana melanjutkan, RupaRupa fokus terus menyempurnakan fitur analitik prediktif dan personalisasi, sembari memanfaatkan data secara lebih efektif dalam proses manajemen rantai pasokan. Sehingga, secara keseluruhan akan membantu peningkatan efisiensi biaya di seluruh bisnis. 

Panggung Penuh Emosional Jay B

Jay B berterima kasih selama 10 tahun ini penggemarnya selalu setia mendengarkan karya GOT7

SELENGKAPNYA

Sendunya Malam Bersama Calum Scott

Dia menceritakan makna terdalam dari lirik yang sebagian besar terinspirasi orang-orang terdekatnya

SELENGKAPNYA

Mencari Penyebab Gagal Ginjal

Kita sedih dengan terus bertambahnya kasus dan kematian akibat gangguan ginjal akut pada anak.

SELENGKAPNYA