Presiden Joko Widodo (tengah) menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di Kantor Pos Cabang Utama Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Nusantara

Masyarakat Diminta Gunakan Bansos untuk Penuhi Gizi

Jokowi menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan oleh Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga.

BALIKPAPAN -- Presiden Joko Widodo meminta para penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak ragu menggunakan bansos yang mereka terima untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak.

"Ini yang Rp 1,2 juta bantuan Presiden, yang Rp 300 ribu Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM). Bisa dibelikan untuk pemenuhan gizi anak," kata Jokowi, dalam keterangan resmi, Selasa (25/10).

Presiden juga sempat menjanjikan akan meningkatkan besaran bansos apabila ada kelebihan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Nanti kalau APBN ada lebih, insya Allah akan kita tambah. Yang penting sekarang sudah diterima semuanya," ujar Jokowi.

Selepas penyerahan, Presiden sempat menerangkan bahwa saat ini penyaluran BLT BBM sudah mencapai 99,7 persen, sedangkan BSU telah disalurkan kepada 72 persen penerima. Kepala Negara berharap sejumlah bansos tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hari ini kita kembali menyampaikan, BSU dan juga BLT BBM, dan sampai hari ini BLT BBM telah tersalurkan 99,7 persen. Jadi hampir selesai, ini tinggal menyisir yang belum-belum,” kata Jokowi.

Sedangkan untuk BSU, Jokowi mengatakan akan terus mengebut proses penyalurannya. Namun dalam proses penyalurannya, pemerintah masih mengalami kendala karena medan yang sulit di beberapa daerah. “Ya ini yang sedikit-sedikit yang belum ini karena memang disisir karena medannya yang sulit,” ujar dia.

Ia berharap bantuan-bantuan tersebut bisa membantu rakyat. "Kita harapkan dengan bantuan ini konsumsi masyarakat bisa terjaga, daya beli bisa terjaga. Sehingga ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun di negara kita," kata Jokowi.

Terkait tingginya inflasi di daerah, Jokowi menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan oleh Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga. Namun, pemerintah daerah juga turut membantu dengan menutup ongkos transportasi barang dari suatu daerah sehingga tak menyebabkan kenaikan harga.

“Pemerintah, dengan pak gubernur, dengan bupati wali kota juga bergerak dengan ongkos transport barang-barang yang mengalami kenaikan itu ditutup dari APBD. Ini juga akan mengurangi kenaikan harga barang dan jasa,” jelas dia.

Jokowi pun memastikan, harga berbagai kebutuhan pokok di pasar saat ini sudah stabil. “Tadi saya cek di pasar, tadi juga harga stabil. Hanya satu barang yang naik tadi kangkung. Itu saja,” kata Jokowi.

Sebelum meninjau penyaluran bansos di Kantor Pos Balikpapan, Presiden juga sempat menyambangi Pasar Klandasan. Di sana ia menyerahkan sejumlah bansos bagi pedagang pasar dan pedagang kaki lima di kawasan pasar tersebut.

Sumpah Pemuda Arab

Tampilnya Partai Arab Indonesia (PAI) pimpinan AR Baswedan cukup mengejutkan.

SELENGKAPNYA

SM Amin, Gubernur Pembakar Semangat Pemuda

Bakat kepemimpinannya terasah sejak usia belia.

SELENGKAPNYA

Saudi Terima Jamaah tanpa Syarat Kesehatan

Saudi kini mengizinkan perempuan dapat melakukan haji dan umrah tanpa mahram.

SELENGKAPNYA