David Iwanto, seorang mualaf yang menemukan hidayah Illahi melalui ceramah-ceramah Ustaz Zakir Naik yang didengarkannya melalui media sosial. | DOK YOUTUBE MUALAF CENTER AYA SOFYA

Oase

David Iwanto Peroleh Hidayah dari Siaran Dakwah Medsos

Masuk Islam ini membuat saya bersyukur. Allah telah menyelamatkan saya dari kekafiran.

OLEH RATNA AJENG TEJOMUKTI

 

Pada masa kini, dakwah dapat mencapai publik seluas-luasnya. Melalui teknologi informasi seperti internet, ceramah keislaman dapat diikuti siapa saja tanpa mereka mesti datang dan bertatap muka langsung dengan dai. Pada faktanya, tidak sedikit mualaf yang menemukan hidayah Illahi dengan medium demikian.

Salah seorang di antaranya adalah David Iwanto. Lelaki yang kini berusia 24 tahun itu pertama kali mengucapkan dua kalimat syahadat pada 2016 lalu. Kepada tim Mualaf Center Aya Sofya, dirinya menuturkan perjalanan spiritual, yakni sejak belum tertarik pada Islam hingga akhirnya memantapkan hati untuk menjadi Muslim.

David Iwanto berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Pria berdarah Tionghoa itu senang berselancar di dunia maya. Ia pun cukup aktif sebagai pengguna media sosial sejak masih remaja.

 
David menyukai literasi tentang kebijaksanaan hidup atau perenungan. Di internet, ia sering kali mencari bahan bacaan terkait tema itu.
 
 

 

David menyukai literasi tentang kebijaksanaan hidup atau perenungan. Di internet, ia sering kali mencari bahan bacaan terkait tema itu. Secara kebetulan, dirinya menemukan gambar-gambar yang berisi kata-kata menarik untuk disimak.

Rupanya, format gambar itu dibuat oleh kelompok agama Islam. Walaupun saat itu David belum menjadi mualaf, dirinya tertarik untuk merenungi konten-konten keislaman tersebut. Belakangan ia mengetahui, kata-kata yang ditampilkan di sana menukil dari ceramah Dr Zakir Naik.

Segera saja, David mencari tahu perihal sosok tersebut di mesin pencari Google. Hasilnya adalah informasi mengenai profil yang bersangkutan, yakni seorang ulama dari India.

Zakir Naik telah berbicara di berbagai negara. Dalam setiap kesempatan itu, dai tersebut selalu mengadakan sesi tanya-jawab yang bisa diikuti baik Muslim maupun non-Muslim.

Salah satu kata bijak yang dilontarkan Zakir Naik membuatnya tersadar. Ulama India itu mengatakan, kalaulah membuka aurat itu merupakan suatu gaya hidup modern, maka binatang jauh lebih modern daripada manusia. Jika dipikir-pikir, benar juga.

“Sejak saat itu, saya sering menonton video beliau (Dr Zakir Naik), termasuk mengenai debat-debat agama Islam dengan (umat) agama lainnya,” ujar David Iwanto, seperti dikutip Republika dari tayangan video Aya Sofya beberapa waktu lalu.

 
Kalaulah membuka aurat itu merupakan suatu gaya hidup modern, maka binatang jauh lebih modern daripada manusia.
 
 

 

Lama kelamaan, ia kian berminat pada studi perbandingan agama-agama. Sejak hobi menonton ceramah Zakir Naik, David mulai menyoroti soal-soal yang sesungguhnya esensial bagi setiap orang, semisal ketuhanan atau tujuan hidup manusia di dunia.

Ia lalu membeli berbagai buku tentang ajaran agama-agama. Akan tetapi, hingga saat itu David belum bisa menemukan kebenaran tentang Tuhan. Sejauh yang diketahuinya, hanya Islam yang menegaskan tentang keesaan Tuhan.

Dakwah Zakir Naik kembali mendekatkannya kepada hidayah. Ketika itu, David menonton sebuah video yang menjelaskan tentang tafsir Alquran surah al-‘Ashr. Pada ayat ketiga surah tersebut, ditegaskan bahwa semua orang merugi kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

David menyimak penuturan Zakir Naik. Ulama itu menyampaikan, tafsir ayat tersebut adalah bahwa hanya pemeluk agama Islam yang dijanjikan masuk surga. Adapun umat agama-agama lain akan masuk neraka meskipun mereka telah berbuat baik selama di dunia. Maka, syarat masuk surga yang pertama dan paling utama adalah beriman kepada Tuhan.

“Dari situ, membuat saya tertegun karena selama ini saya beragama hanya ikut-ikutan,” katanya mengenang.

Waktu itu, David masih beragama Konghucu. Ia memang telah mengetahui bagaimana konsep ketuhanan di Kristen, agama yang banyak dipeluk orang-orang dari kelompok etnis sama dengannya. Bagaimanapun, dirinya masih ragu pada trinitas.

“Saya juga mempelajari agama Buddha. Saya membaca banyak artikel dan video tentang Budhisme. Setelah saya mengikuti dan mempelajari agama-agama itu, masih belum memiliki keyakinan tentang Tuhan,” ucapnya.

Setelah menonton video Zakir Naik, David merasa khawatir. Sebab, mungkin saja selama hidup dirinya melakukan hal yang sia-sia. Dalam arti, ia tidak menyembah Tuhan yang benar.

Pemikiran tentang kepercumaan itu berlangsung hingga berhari-hari. Ia mulai merasa cemas apabila maut lebih dahulu menjemput. Hal itu membuatnya merasa berada dalam kegelisahan setiap hari.

 
David merasa khawatir. Sebab, mungkin saja selama hidup dirinya melakukan hal yang sia-sia. Ia mulai merasa cemas apabila maut lebih dahulu menjemput.
 
 

 

Dalam hatinya, muncul suara nurani untuk mencari keberadaan Tuhan yang sebenarnya. Kepada siapakah dirinya harus menyembah? Kegelisahan itu membuatnya semakin mencari banyak-banyak informasi tentang Islam. Ia berselancar di mesin pencarian internet dengan sembunyi-sembunyi. Mentalnya belum berani untuk bertanya langsung ke orang-orang.

Sampai suatu ketika, salah seorang kerabatnya mememluk Islam. Hal itu membuatnya berani untuk bertanya kepada sepupunya itu, yang akrab disapa Kokoh.

“’Koh, saya tertarik Islam jadi saya ingin tahu tentang Islam itu seperti apa?’ Oleh Kokoh, saya disambut baik. ‘Loh iya tho, Vid?’” katanya menirukan respons saudaranya tersebut.

Akhirnya, Kokoh mempersilakan David untuk datang ke rumahnya. Keduanya lalu berdiskusi panjang lebar tentang pokok-pokok ajaran Islam. David mulai banyak bertanya tentang agama ini. Tentunya, ia pun menanyakan alasan sesungguhnya dari saudaranya itu sehingga berpindah ke Islam. Mungkin, hal itu termasuk sinar hidayah yang dipancarkan Allah SWT kepada hati David.

Respons orang tua

Pada saat itu, fokusnya mulai berkutat pada mempelajari Islam lebih dekat lagi. Sementara, kabar yang sangat mengejutkan datang dari rumah. Ternyata, David bukanlah anak kandung bapak dan ibunya di rumah. Selama ini, keduanya mengadopsinya sebagai anak angkat.

Kabar itu diperolehnya dari sepupu sendiri. Di satu sisi, David terkejut dan bersedih juga. Mengapa mereka tidak sejak awal menyampaikan kebenaran? Namun, di sisi lain ia bersyukur pula. Sebab, tidak ada lagi potensi yang bisa menghalanginya untuk berislam.

Seketika, keadaan itu menjadikannya mantap untuk dapat memeluk agama Islam. Ia merasa, Tuhan telah memberikan banyak hidayah, petunjuk, dan kebenaran kepada dirinya. Tak lama kemudian, berita mengenai keinginannya masuk Islam telah tersebar. Beberapa rekan dan orang sekitar mulai mendesaknya agar tidak menjadi mualaf.

Desakan itu membuat dia meminta bantuan kepada sepupunya yang telah lebih dahulu menjadi mualaf. David ingin agar dirinya bisa lekas bersyahadat. Ia beranggapan, setelah masuk Islam orang-orang itu mungkin tidak akan berani mengganggunya.

“Pertama saya izin dahulu kepada Mama karena hanya tinggal dengan Mama. Nah, papa saya sudah meninggal. Jadi saya meminta izin ke Mama,” ujar dia.

Sang bunda kemudian melarangnya pindah ke agama Kristen maupun Islam. Mamanya meminta David untuk menganut agama sesuai leluhurnya saja. Bagaimanapun, ia tetap bertahan pada tekadnya.

 
Pertama saya izin dahulu kepada Mama karena hanya tinggal dengan Mama
 
 

Akhirnya, David resmi berislam pada 2016. Proses syahdat dilakukannya di sebuah masjid, yang cukup penuh jamaah bakda shalat zuhur. Hatinya saat itu benar-benar merasa lega.

Ujian mulai berdatangan setelah ia memeluk agama Islam. Julukan teroris ditujukan kepada dirinya. Terlebih lagi pada waktu itu di Surabaya sedang ada isu bom. Tentu saja, aksi itu meresahkan warga setempat.

Ibunda David pun khawatir karena tidak memiliki pemahaman dasar mengenai Islam. Mamanya itu cenderung percaya begitu saja dengan isu-isu tersebut. Bahkan, banyak tetangga yang membicarakan David agar berhati-hati. Mereka khawatir apabila ia menjadi ekstremis.

Tidak ingin menyakiti hati sang mama. David tidak hendak membantah ucapan ibunya. Ia hanya bisa berdiam saja.

Dia merasa bahwa hanya Allah yang tahu bagaimana nikmatnya hidayah agama Islam. Nikmatnya mengenal agama tauhid. Tenangnya hati mengetahui tujuan eksistensi manusia, yakni beribadah hanya kepada-Nya.

“Saya juga membayangkan bagaimana jika saya meninggal dan tidak bisa berjumpa dengan Tuhan yang menciptakan saya. Sehingga masuk Islam ini membuat saya bersyukur. Allah telah menyelamatkan saya dari kekafiran,” tutur David.

 
Saya juga membayangkan bagaimana jika saya meninggal dan tidak bisa berjumpa dengan Tuhan yang menciptakan saya.
 
 

Sebelum menemukan cahaya Islam, ia pernah berada di fase kebimbangan. Hatinya seperti menjerit ingin mengenal Tuhan. Kini, kegundahan telah hilang sama sekali. Dirinya mantap beriman dan menjadi seorang Muslim dengan ikhtiar meningkatkan ketakwaan.

Ia ingat, seorang dai berkata, setiap manusia pada fitrahnya adalah beragama Islam. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW,. “Setiap manusia dilahirkan oleh ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. al-Baihaqi).

Saat ini, David tidak lagi berjarak komunikasi dengan ibunya. Keduanya telah kembali rukun dan damai. Bahkan, ketika bulan Ramadhan sang bunda juga turut mempersiapkan sajian buka puasa atau sahur untuknya.

photo
Dr Zakir Naik saat berceramah di Indonesia pada 2017 lalu. Cukup banyak orang yang akhirnya menjadi mualaf setelah mendengarkan penjelasannya tentang Islam. - (DOK REPUBLIKA EDI YUSUF)

Sejak menjadi mualaf, David memilih nama baru, yakni Daud. Dan dia berusaha untuk tetap berbakti kepada ibunya sebagaimana seharusnya.

Sebagai bentuk penguatan terhadap keimanan, ia memilih lingkungan kerja yang positif. Dalam arti, para kolega mendukung langkah hijrah yang telah ia lakukan. Memiliki lingkaran pertemanan yang baik, bersama orang-orang saleh, itulah sebuah rezeki yang demikian besar.

David pun berpesan kepada kaum Muslimin, termasuk anak-anak muda, untuk mempelajari agama Islam dengan benar. Belajar tentang tauhid dan sunnah. Sebab, setiap orang tidak akan pernah tahu kapan umurnya akan berakhir.

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya” (QS Ali Imran: 19).

 

Tercelanya Menipu Rakyat

Pemimpin yang menipu rakyat hanya mengundang murka Allah dan kemarahan rakyatnya.

SELENGKAPNYA

Syajaratud Dur, Budak Sang Ratu Adil

Ia sosok pemimpin yang peduli dan peka terhadap permasalahan rakyatnya

SELENGKAPNYA

Hukum Menafsirkan Mimpi

Boleh menceritakan hanya mimpi yang baik

SELENGKAPNYA