Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Merindukan Pemimpin Advokatif

Pemimpin advokatif tidak hanya peduli, responsif, dan membela kebenaran, tetapi juga menomorsatukan pemenuhan hak-hak rakyatnya dan kemaslahatan bersama.

MUHBIB ABDUL WAHAB

Alkisah, pada suatu hari, seorang warga Mesir datang ke Madinah untuk menemui Amirul Mukminin Umar ibn al-Khattab. Di hadapan sang Khalifah, orang itu mengadukan gubernurnya, 'Amr ibn al-'Ash. 

"Saya dizalimi, wahai Amirul Mukminin,” ucapnya. “Perlakuan zalim seperti apa yang engkau alami?" tanya Umar bin al-Khattab kepada warganya itu.

"Saya mengikuti lomba pacuan kuda. Kuda saya berhasil mendahului kuda yang ditunggangi putra 'Amr bin al-'Ash. Ia kesal dan marah karena kudanya aku dahului dan aku kalahkan. Ia turun dari kudanya, lalu memukuliku di hadapan para penonton. Sang Gubernur juga memukuli saya, dan tidak seorang pun membela saya. Anak gubernur itu bahkan menyatakan, ‘Mengapa engkau berani membalap dan mendahului kudaku? Tidakkah engkau tahu, aku adalah anak orang terhormat di negeri Mesir ini!’"

Mendengar pengaduan rakyatnya, Umar lalu menemui anak sang Gubernur, Muhammad ibn 'Amr bin al-'Ash, dan memberikan balasan setimpal berupa pukulan seperti yang dialami oleh warganya tersebut. Umar kemudian "menyentil" sang Gubernur 'Amir bin al-'Ash. "Sejak kapan engkau memperbudak rakyatmu, sementara mereka dilahirkan oleh ibu mereka dalam keadaan merdeka?!"

 
Mendengar pengaduan rakyatnya, Umar lalu menemui anak sang Gubernur, Muhammad ibn 'Amr bin al-'Ash, dan memberikan balasan setimpal berupa pukulan seperti yang dialami oleh warganya tersebut. 
 
 

Kisah tersebut menunjukkan kepedulian, keadilan, dan advokasi sang khalifah (pemimpin) terhadap keluhan dan ketidakadilan yang dialami warganya. Pemimpin advokatif seperti Umar ibn al-Khattab tidak hanya mau mendengar keluhan warganya, tetapi juga responsif dalam membela hak-hak rakyatnya dari segala bentuk ketidakadilan, penindasan, perlakukan tidak menyenangkan, dan perendahan harkat dan martabatnya.

Pemimpin advokatif selalu hadir untuk melayani rakyatnya. Pemimpin advokatif tidak hanya peduli, responsif, dan membela kebenaran, tetapi juga menomorsatukan pemenuhan hak-hak rakyatnya dan kemaslahatan bersama daripada kepentingan pribadi atau keluarganya.

Advokasi yang diberikan oleh pemimpin kepada rakyatnya dapat memberikan rasa aman, nyaman, damai, dan tenteram. Advokasi sangat diperlukan ketika rakyat mengalami penindasan, perampasan, dan perlakuan tidak adil dan tidak menyenangkan dari kelompok tertentu yang yang memiliki pengaruh dan daya tekan yang kuat.

Pemimpin advokatif itu tampil membela kebenaran dan keadilan, bukan melayani kepentingan kelompok tertentu yang “memperjualbelikan hukum”. Kita semua pasti merindukan pemimpin //advokatif// yang jujur, adil, bijak, dan melayani kepentingan dan kemaslahatan rakyatnya tanpa pilih kasih dalam penegakan hukum. Yang bersalah melawan hukum harus dihukum, sedangkan yang benar dan berbuat baik harus dibela dan diperlakukan secara adil dan bijaksana.