Ganda campuran peraih emas Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Ahmad (Owi/Butet). | EPA

Arena

06 Aug 2022, 05:05 WIB

Owi/Butet yang Masih Penasaran

Dalam pertandingan, Owi/Butet tetap tampil menyerang.

OLEH BILAL RAMADHAN

Di awal laga semifinal Piala Presiden 2022, digelar laga ekshibisi antara ganda campuran peraih emas Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Ahmad (Owi/Butet) melawan pasangan ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto di GOR Nanggala, Jakarta Timur, Jumat (5/8).

Laga itu merupakan kali pertama bagi Owi dan Butet bertanding lagi sejak Butet memutuskan pensiun pada 2019. Meski sudah lama tidak berpasangan, mereka tetap terlihat kompak, terutama dalam rotasi di lapangan.

Dalam pertandingan, Owi/Butet tetap tampil menyerang. Beberapa kali Owi melakukan smes-smes dari belakang lapangan. Fadia/Ribka juga tidak bisa diremehkan. Mereka terlihat memiliki pertahanan yang baik melawan pasangan ganda campuran senior itu. Fadia/Ribka unggul pada gim pertama dengan 12-10.

Owi yang di awal-awal terus menyerang, terlihat lelah mengatur napas. Owi juga beberapa kali sengaja berada di depan, sedangkan Butet di belakang yang menyerang dengan smes-smes kerasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by tontowi ahmad (@tontowiahmad_)

Saat terjadi reli-reli panjang, justru Owi yang malah mati sendiri. Butet dengan ciri khasnya tetap memperlihatkan muka garangnya. Tentu saja aksi itu justru menjadi hiburan bagi penonton yang sudah selama tiga tahun terakhir tidak lagi melihat mereka. Gim kedua pun berakhir dengan 11-7 untuk kemenangan Owi/Butet.

"Hari ini bukan mengatur strategi, sebenarnya, tapi kita yang sulit mengatur napas," seloroh Butet di tengah lapangan seusai pertandingan.

Butet mengakui, dia dan Owi sudah lama pensiun. Tapi, begitu tahu akan melawan juniornya, apalagi ganda putri yang masih aktif, Butet tentu tidak mau kalah. "Gengsilah, enggak mau kalah," kata Butet.

Owi menambahkan, ia sengaja menempatkan Butet berada di belakang lapangan untuk menyerang. "Dulu kan saya yang selalu smes, tadi gantian biar Cik Butet saja yang smes terus dari belakang," kata Owi sambil tertawa.

Owi/Butet lantas melontarkan rasa gemasnya melihat kondisi ganda campuran Indonesia yang kini kerap tak bisa unjuk gigi di turnamen-turnamen dunia. Meski sudah lama pensiun, Owi dan Butet masih kerap memantau ganda-ganda campuran Indonesia di berbagai turnamen.

"Pendapatnya, ya, pasti gemas, ya. Maksudnya kepengennya kan setelah dari kita terus ada regenerasi di ganda campuran karena dari zaman senior dulu, yang mungkin dari Trikus (Tri Kusharjanto), Minarti (Minarti Timur), Vita (Vita Marissa), semua itu kan sudah kasih jalan buat kita, sehingga saya dan Owi itu meneruskan. Nah, harapannya kita sama, pengennya setelah dari kita ini ada yang nerusin, karena yang kita sadari adalah setelah ada gap, untuk mau naik lagi itu agak susah," kata Butet.

Butet menambahkan, adanya gap tersebut terjadi di tunggal putri. Setelah ada gap yang agak jauh, lanjut dia, untuk mengejar hingga level puncak akan sulit dan membutuhkan waktu. "Jadi, harapannya, jangan terlalu lama kita ketinggalan. Cepat mengejar. Harus ekstra, lebih, lebih, dan lebih karena kita lagi mengejar," kata Butet.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Liliyana Natsir (@natsirliliyana)

Butet mengakui, ia sangat ingin melihat ada regenerasi di ganda campuran yang memiliki prestasi sama dengan dia dan Owi atau bahkan bisa melebihi prestasi mereka. Akan tetapi, dia menyadari memang hal itu tak mudah, apalagi tiga pasangan Pelatnas masih sulit untuk mengalahkan empat pasangan dengan peringkat dunia tertinggi saat ini.

"Tapi, semua itu ada kemungkinan. Yang penting percaya diri, yakin bahwa Indonesia ini ganda campuran ini patut diperhitungkan dan dulu itu kita berjaya," kata Butet. "Jadi, tinggal mereka gimana caranya lebih, lebih, dan lebih sehingga bisa mengejar pemain-pemain top dunia."

Tontowi menambahkan, tiga pasangan ganda campuran Indonesia saat ini memiliki peluang yang sama besar untuk masuk ke level top dunia. Apalagi, sebentar lagi Kejuaraan Dunia 2022. Namun, Tontowi melihat tiga pasangan ini masih membutuhkan latihan yang ekstra untuk bisa mengejar pasangan-pasangan elite dunia.

Kejuaraan Dunia 2022 akan berlangsung pada 22-28 Agustus mendatang di Jepang. Ada tiga pasangan ganda campuran Indonesia yang turun di turnamen tersebut, yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso, dan Rehan Kusharjanto/Lisa Ayu.


Demi Juara Grup A Piala AFF U-19

Indonesia dan Vietnam sama-sama mengantongi dua kemenangan fase grup.

SELENGKAPNYA

Cina Tembakkan Rudal di Selat Taiwan

Taiwan sejauh ini memilih menahan diri dan tidak menginginkan adanya eskalasi.

SELENGKAPNYA

PPATK Duga 176 Filantropi Selewengkan Donasi

Filantropi Indonesia menilai dibutuhkan aturan baru yang lebih detail mengatur ihwal donasi.

SELENGKAPNYA
×