Kapal Pinisi melintas di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (23/7/2022). | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Nasional

06 Aug 2022, 03:45 WIB

Pengembangan Wisata Selain Komodo Dikejar

Kenaikan tarif menyadarkan pentingnya pengembangan wisata lain di luar Taman Nasonal Komodo.

LABUAN BAJO -- Aksi mogok pelaku wisata akibat kenaikan tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK) sudah berakhir. Kenaikan tarif tersebut menyadarkan pentingnya pengembangan wisata lain di luar TNK untuk menarik wisawatan datang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pekerjaan rumah kementerian sekarang ialah promosi dan memunculkan destinasi atau spot baru sehingga lebih banyak alternatif dan aktivitas yang bisa dilakukan di Labuan Bajo. Tidak hanya di TNK," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina, Jumat (5/8).

Untuk mengoptimalkan promosi daya tarik wisata dalam kawasan Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama), BPOLBF membuat paket perjalanan keluarga lewat travel operator untuk mengenal produk wisata baru, seperti wisata tematik tenun, wisata konservasi, dan wisata religi. Dengan basis data yang telah ada di kawasan Floratama, BPOLBF mengoptimalkan pengenalan daya tarik wisata dengan memberikan pengetahuan alur ke lokasi wisata, waktu yang terbaik untuk berkunjung, pilihan wisata yang ada, dan pola perjalanan wisata.

photo
Foto udara Kota Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (23/7/2022). - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.)

Selain pengenalan daya tarik wisata, travel operator juga diajak terlibat dalam berbagai pelatihan untuk menghubungkan mereka dengan desa wisata. Sehingga wisatawan bisa didatangkan langsung ke desa-desa wisata yang ada dalam kawasan Floratama.

Shana menjelaskan Labuan Bajo telah didesain sebagai pintu gerbang pariwisata NTT. Jadi dari Labuan Bajo wisatawan bisa mengakses seluruh destinasi di NTT baik melalui darat, laut, dan udara. Berbagai cara ditempuh untuk menggenjot kunjungan wisatawan. "Sehingga kita tidak terjebak bahwa ke TNK adalah satu satunya tempat berwisata ke Labuan Bajo," kata dia.

Masih terkait tiket TNK, Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA), yang terdiri atas 32 organisasi pemerhati lingkungan hingga masyarakat adat, meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membatalkan kenaikan tarif sebesar Rp 3,75 juga per orang per tahun. Kenaikan diyakini akan merugikan usaha pariwisata lokal.

photo
Sejumlah bayi komodo (Varanus komodoensis) berada di dalam kandang perawatan di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur, Selasa (28/6/2022). - (ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.)

Menurut KNPA, jika kebijakan ini diberlakukan, maka masyarakat lokal akan kehilangan mata pencaharian. Sebab, kenaikan harga tiket yang disertai dengan pembatasan kunjungan ke TN Komodo akan menurunkan minat wisatawan berkunjung, yang pada akhirnya akan mematikan aliran pendapatan warga lokal.

"Pengelolaan Pulau Komodo dan Pulau Padar serta kawasan perairan sekitarnya secara eksklusif akan sangat merugikan usaha-usaha pariwisata lokal yang berbasis usaha kecil dan menengah," kata KNPA, dalam keterangan tertulisnya.

KNPA terdiri atas 32 organisasi. Beberapa di antaranya adalah Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Greanpeace Indonesia, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Perkumpulan Bantuan Hukum Nusa Tenggara. 

Sumber : Antara


Aksi Mogok Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Dihentikan

Pelaku wisata di Labuan Bajo sepakati kenaikan tiket masuk Komodo.

SELENGKAPNYA

Astindo: 10 Ribu Wisatawan Batalkan Liburan di Labuan Bajo

Kenaikan tiket Taman Nasional Komodo dinilai terlalu tinggi.

SELENGKAPNYA

Pelaku Wisata Labuan Bajo Mogok Mulai Hari Ini

Aksi unjuk rasa diharapkan tidak mengganggu wisatawan di Labuan Bajo.

SELENGKAPNYA
×