Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

28 Jul 2022, 03:30 WIB

Hijrah yang Mempersatukan

Tugas pertama Rasulullah SAW adalah mempersatukan dan mendamaikan kaum Muhajirin dan Anshar.

 

OLEH NAUFAL MAHFUDZ

Momentum hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan titik awal Rasulullah SAW resmi membentuk dan menjalankan pemerintahan. Rasulullah SAW dan para sahabat yang disebut sebagai kaum Muhajirin diterima dengan baik oleh penduduk Madinah yang majemuk yang kemudian dinamakan kaum Anshar.

Kaum Muhajirin adalah para sahabat Rasulullah SAW yang merupakan penduduk Muslim Kota Makkah dan berhijrah ke Madinah. Sedangkan kaum Anshar adalah kaum Muslimin penduduk Kota Madinah yang berasal dari berbagai suku dan bangsa.

Sebagai pemimpin umat, tugas pertama Rasulullah SAW adalah mempersatukan, mendamaikan, dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar dalam sebuah ikatan ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam. Allah SWT menegaskan dengan firman-Nya dalam Alquran surah al-Hujurat ayat 10 yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."

Dalam mengambil keputusan, Rasulullah SAW senantiasa mengajak musyawarah sahabat-sahabat terdekatnya yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, termasuk ketika akan mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar. Kaum Anshar bukan hanya berasal dari suku-suku pribumi di Kota Madinah, tetapi juga para pendatang dari wilayah Arab di luar Madinah serta dari Persia, Yahudi, Romawi, dan bangsa lainnya.

Hijrahnya Rasulullah SAW juga mempersatukan dua suku utama di Madinah yang selalu bermusuhan sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, yaitu suku Aus dan Khazraj. Kedua suku ini kemudian menerima Islam sebagai keyakinannya sehingga kemudian mereka termasuk dalam kaum Anshar.

Suku Aus dan Khazraj adalah penduduk yang berasal dari suku di Yaman. Nama Aus dan Khazraj berasal dari dua orang bersaudara. Kedua suku ini melakukan perjalanan dari Yaman menuju Yastrib (Madinah) dan kemudian menetap di wilayah gurun karena wilayah-wilayah subur di Yastrib telah diduduki lebih dulu oleh kaum Yahudi.

Setelah berhasil mempersatukan kaum Muslimin yang satu akidah, Rasulullah SAW kemudian membina ikatan ukhuwah wathaniyah, yaitu ikatan sebangsa dan setanah air penduduk Kota Madinah yang berasal dari berbagai suku, bermacam-macam agama, beragam ras, dan beraneka bangsa. Semua dibina untuk bersatu dan berjuang dalam membangun dan memakmurkan Kota Madinah.

Di awal kedatangan hijrah, Rasulullah SAW juga mempersatukan kalangan pengusaha dua kota suci di jazirah Arab ini dengan mempersaudarakan Sa’ad bin Rabi’, pengusaha paling sukses di Madinah dengan Abdurrahman bin Auf, pengusaha kaya yang berasal dari Makkah. Sa’ad memiliki kebun kurma dan gandum yang luas serta mempunyai peternakan unta dan domba dalam jumlah besar. 

Sedangkan Abdurrahman bin Auf saat di Makkah adalah pedagang yang sukses. Seluruh jenis barang dagangannya, termasuk unta dan kuda, selalu laris. Namun, Abdurrahman bin Auf saat hijrah ke Madinah meninggalkan seluruh hartanya di Makkah dan hanya membawa bekal ala kadarnya, sehingga ia harus memulai kembali dari bawah dalam merintis usahanya di Madinah.

Sa’ad bin Rabi’ kemudian menawarkan kepada Abdurrahman bin Auf separuh dari seluruh kekayaannya untuk dimiliki oleh saudaranya itu dan digunakan untuk berusaha di Madinah. Namun Abdurrahman bin Auf dengan halus menolak tawaran tersebut. Abdurrahman hanya meminta informasi dari Sa’ad lokasi pasar yang strategis di Madinah agar ia dapat memulai usahanya di pasar tersebut.

Begitu mulianya akhlak kedua pengusaha tersebut. Sa’ad yang kaya raya dengan ikhlas dan tidak merasa berat memberikan separuh dari hartanya untuk saudaranya. Dan Abdurrahman dengan santun menolak pemberian harta saudaranya dan lebih memilih berusaha sesuai kemampuannya dengan meminta informasi lokasi pasar yang menguntungkan untuk berusaha.


Sakit Pernapasan Jadi Keluhan Utama Jamaah di Madinah

Banyak jamaah haji gelombang II yang kini berada di Madinah mengeluhkan sakit pernapasan.

SELENGKAPNYA

Membeli Barang yang Ditawar Pihak Lain  

Larangan membeli barang yang sedang dibeli dan ditawar oleh orang lain itu dikecualikan untuk jual beli lelang.

SELENGKAPNYA

Persatuan Kunci Satu Abad Indonesia Emas

Ragam suku, agama, bahasa menjadi modal berharga untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

SELENGKAPNYA
×