Ilustrasi investasi | Republika

Ekonomi

Realisasi Investasi Melonjak

Kinerja realisasi investasi kuartal II 2022 dinilai cukup mengejutkan.

JAKARTA -- Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi sepanjang periode April sampai Juni kuartal II 2022 mencapai Rp 302,2 triliun. Angka itu meningkat sebesar 35,5 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, data realisasi investasi sepanjang semester pertama tahun ini mencapai Rp 584,6 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, capaian itu menandakan pulihnya investasi sejak pandemi Covid-19 melanda dua tahun lalu. Sejak pandemi, para pelaku usaha melakukan penyesuaian, baik berupa penundaan maupun penghentian produksi sementara waktu. "Ini mungkin dalam sejarah pertama kali tumbuh sebanyak ini," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (20/7).

 

Bahlil mengatakan, kinerja investasi juga berkaitan dengan meredanya kondisi penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Dengan adanya penguatan vaksinasi, pemerintah pun bisa melonggarkan mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Bahlil memaparkan, persebaran realisasi investasi di luar Jawa pada kuartal II 2022 kembali lebih unggul dibandingkan dengan Jawa. Kontribusi investasi di luar Jawa sebesar Rp 157,1 triliun atau 52,0 persen dari total investasi. Angka itu meningkat 38 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

Berdasarkan sektor usaha, pada kuartal lalu, realisasi investasi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, terutama sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatannya yang berkontribusi 42,1 persen dari total investasi. Sektor lainnya sebagai penyumbang terbesar terdiri atas sektor pertambangan, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran, serta sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi.

photo
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat peninjauan lapangan di gerai Holywings Gunawarman, Jakarta, Jumat (15/7/2022). - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.)

“Kontribusi sektor industri yang memberikan nilai tambah, khususnya industri pengolahan terkait hilirisasi tambang, industri makanan, industri kimia dan farmasi yang cukup signifikan terhadap angka realisasi investasi dalam beberapa kuartal terakhir merefleksikan transformasi ekonomi di Indonesia terus berlangsung. Kondisi ini sekaligus menunjukkan proses industrialisasi juga tumbuh,” ujarnya.  

Kontribusi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal ini mencapai Rp 163,2 triliun atau 54 persen dari total investasi. Angka itu meningkat 39,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

Bahlil menilai situasi perekonomian global saat ini sedang tidak menentu akibat perang Rusia-Ukraina dan pengetatan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Hal itu akan menjadi tantangan bagi iklim investasi di Indonesia pada waktu mendatang.

"Namun, dengan melihat kinerja ekonomi Indonesia saat ini serta pertumbuhan realisasi investasi, Kementerian Investasi masih tetap optimistis target realisasi investasi sebesar Rp 1.200 triliun pada 2022 dapat dicapai,” ujarnya.

 

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah, menilai realisasi investasi kuartal II 2022 cukup mengejutkan. Kenaikan investasi yang relatif besar, menurut dia, didukung oleh mulai pulihnya perekonomian di tengah meredanya pandemi. Piter mengatakan, potensi ekonomi Indonesia memang cukup menarik investor, terlebih pemerintah sangat banyak memberikan kemudahan, mulai dari perizinan hingga perpajakan.

"Kementerian Investasi juga sangat agresif mendorong masuknya investasi. Hanya saja, perlu dicatat, realisasi investasi ini belum langsung tercatat sebagai kenaikan investasi oleh BPS dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi," ujar Piter.

Piter mengatakan, realisasi penanaman modal tersebut diharapkan dapat ikut mendorong pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang akan diumumkan BPS. Menurut Piter, target investasi pada tahun ini juga bisa dicapai apabila tidak terjadi pemburukan pandemi dan Indonesia selamat dari resesi global.

"Ketidakpastian global saat ini bisa menjadi kesempatan untuk menarik investasi global masuk ke Indonesia. Syaratnya, Indonesia bisa menjaga agar tidak terjadi resesi, inflasi terjaga rendah dan stabil, serta nilai tukar rupiah juga aman tidak terdepresiasi terlalu dalam," ujarnya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Kemenkeu Perkuat Sosialisasi Sukuk Wakaf Ritel

Jumlah wakif SWR-003 sebanyak 688 wakif yang terdiri atas 687 wakif individu dan satu wakif institusi.

SELENGKAPNYA

Ditjen Pajak Mulai Sinkronisasi NIK dan NPWP

Pajak dari masyarakat digunakan untuk membuat Indonesia berkembang di segala aspek.

SELENGKAPNYA