Kepala Dusun mengecek kondisi panel surya di Stasiun Panel Tenaga Surya, Dusun Tapian Nambar, Talawi Mudiak, Sawahlunto, Sumatera Barat, Rabu (1/12/2021). Stasiun panel tenaga surya bantuan PT Bukit Asam Tbk tersebut membantu mengairi 62 hektare sawah tad | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.

Ekonomi

19 Jul 2022, 07:35 WIB

PTBA Pakai Kendaraan Pertambangan Berbasis Listrik

Tidak ada kesulitan bagi INKA untuk mengembangkan kendaraan tambang berbasis listrik.

JAKARTA -- PT Bukit Asam (Persero) Tbk secara bertahap memakai kendaraan operasional pertambangan berbasis listrik. Emiten pelat merah berkode saham PTBA itu terus berkomitmen melakukan dekarbonisasi.

“Upaya ini juga untuk mendukung target net zero emission pada 2060 yang dicanangkan oleh pemerintah. Sejalan dengan visi PTBA untuk menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan,” kata Direktur Utama PTBA Arsal Ismail di Jakarta, Senin (18/7).

Saat ini, PTBA telah menggunakan tujuh unit shovel electric dan 40 unit haul dump (HD) hybrid untuk operasional pertambangan yang rata-rata mengurangi emisi sebesar 17 ribu tCO2e per tahun. “Dari sisi biaya, kendaraan listrik juga lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Rata-rata shovel electric 30 persen lebih hemat, sedangkan HD hybrid 70 persen lebih hemat biaya operasional,” kata Arsal.

Penggunaan kendaraan listrik akan terus ditingkatkan. PTBA berencana mengoperasikan 15 bus listrik pada tahun ini. Penggunaan light vehicle (LV) electric juga sedang dikaji. Arsal mengatakan, tak hanya penggunaan kendaraan listrik untuk operasional tambang, PTBA saat ini memiliki berbagai program lain untuk menekan emisi karbon. Misalnya, mengubah alat pertambangan berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar listrik lewat program Eco-Mechanized Mining (e-MM).

Termasuk, melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan studi terkait tanaman yang mampu mereduksi emisi karbon di udara. PTBA juga akan mengganti bahan perusak ozon (BPO) seperti penggunaan refrigerant AC yang ramah lingkungan dan penggantian BPO-Halon 1211 pada alat pemadam api ringan (APAR).

 

“Wujud komitmen terhadap isu perubahan iklim juga telah ditunjukkan dengan kerja sama strategis antara PTBA dan lembaga internasional, yakni Carbon Disclosure Project (CDP) dalam bentuk pendampingan penyusunan Laporan CDP-Climate Change PTBA,” kata Arsal.

Sebelumnya, PTBA juga menggandeng PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk mengembangkan kendaraan tambang berbasis atau bertenaga listrik. Kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut telah menandatangani nota kesepakatan (MoU).

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, tidak ada kesulitan bagi INKA untuk mengembangkan kendaraan tambang berbasis listrik sebab sebelumnya INKA telah berhasil mengembangkan term baterai dan bus listrik (E-Inobus). Karena itu, tidak butuh waktu lama bagi INKA dan PTBA untuk membahas rencana tersebut hingga akhirnya tertuang dalam MoU.

“Kita akan melakukan pengembangan kendaraan-kendaraan tambang bertenaga listrik. Kebetulan PTBA ini merupakan industri pertambangan. Karenanya kita gabung, ada pasar, ada fasilitas, ada teknologi, akhirnya kita sepakat untuk mengembangkan itu,” ujar Budi.

Budi menargetkan sebelum akhir 2022, tidak hanya prototipe, tetapi kendaraan tambang berbasis listrik tersebut sudah lulus sertifikasi. Adapun kelebihan dari pengembangan kendaraan proyek tambang bertenaga listrik tersebut adalah menurunkan gas emisi (polusi udara) serta mengurangi polusi suara karena tidak bising.

 

PTBA akan menggunakan kendaraan operasional berbasis listrik di tambang yang cukup banyak, baik itu truk maupun mobil operasional. Kerja sama PTBA dan INKA tersebut juga didukung keberadaan PTBA yang sudah punya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sehingga pasokan listrik berlimpah. ';

Harga Rumah Mulai Naik

Pemerintah telah memberikan perhatian serius terhadap sektor perumahan.

SELENGKAPNYA

Bos IMF Puji Transformasi Sarinah

IMF memuji Sarinah yang menjadi rumah bagi usaha kecil dan mikro Indonesia. 

SELENGKAPNYA

G-20 Ajak Bantu Negara Berpenghasilan Rendah

G-20 mendorong koordinasi untuk membantu kelompok negara berpenghasilan rendah.

SELENGKAPNYA
×