Warga menggeruduk kediaman resmi Presiden Srilanka Gotabaya Rajapaksa di Kolombo, Sri Lanka, Senin (11/7/2022). Presiden Sri Lanka diketahui telah melarikan diri ke Singapura. | AP/Rafiq Maqbool

Internasional

15 Jul 2022, 03:50 WIB

Presiden Sri Lanka Tiba di Singapura

Gotabaya memang kerap berkunjung ke Singapura untuk perawatan medis. 

SINGAPURA -- Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura, Kamis (14/7), pukul 19.17 waktu setempat. Dia terbang menggunakan maskapai Arab Saudi dari Maladewa. 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Singapura mengungkapkan, Gotabaya memang telah diizinkan memasuki negara tersebut. Kedatangannya merupakan kunjungan pribadi.  "Dia (Gotabaya) tidak meminta suaka dan dia juga tidak diberikan suaka. Singapura umumnya tidak mengabulkan permintaan suaka," kata juru bicara Kemenlu Singapura tersebut, dikutip laman the Straits Times.

Sementara itu kepolisian Singapura mengungkapkan, Gotabaya mendapat izin kunjungan sosial. Sama seperti keterangan juru bicara Kemenlu Singapura, kepolisian juga mengatakan bahwa Gotabaya tidak ditawari atau diberi suaka. 

"Polisi meminta masyarakat, warga Singapura, penduduk, pemegang izin kerja, dan pengunjung sosial, mematuhi hukum setempat kami. Tindakan akan diambil terhadap siapa pun yang berpartisipasi dalam pertemuan publik yang ilegal," kata kepolisian Singapura. 

photo
Presiden Srilanka Gotabaya Rajapaksa. - (AP/Eranga Jayawardena)

Gotabaya seharusnya mundur sebagai presiden Sri Lanka pada Rabu (13/7). Namun, dia justru meninggalkan Sri Lanka dan bertolak ke Maladewa, kemarin.

Gotabaya telah menunjuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sebagai pelaksana tugas presiden. Amanat itu mulai aktif berlaku Rabu lalu. Sebelumnya Wickremesinghe sempat menyatakan bahwa dirinya juga akan mundur sebagai perdana menteri.

Saat ini rakyat Sri Lanka masih menunggu pengumuman resmi pengunduran diri Gotabaya. Pada akhir pekan lalu, ribuan warga Sri Lanka menyerbu dan menggeruduk kediaman resmi Gotabaya Rajapaksa. Peristiwa itu menjadi puncak frustrasi warga atas krisis ekonomi yang mencekik negara berpenduduk hampir 22 juta jiwa tersebut. Sebelum penyerbuan berlangsung, Gotabaya dan keluarganya berhasil dievakuasi.

Keberadaan Gotabaya sempat tak diketahui setelah peristiwa penyerbuan. Tak lama berselang setelah kediaman resminya digeruduk, Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardana mengumumkan bahwa Gotabaya akan mundur sebagai presiden pada 13 Juli.

“Keputusan untuk mundur pada 13 Juli diambil untuk memastikan penyerahan kekuasaan secara damai. Oleh karena itu, saya meminta masyarakat menghormati hukum dan menjaga perdamaian,” ucapnya, Sabtu (9/7).

Saat ini Sri Lanka sedang dibekap krisis ekonomi terburuk dalam 70 tahun terakhir. Negara tersebut telah menghadapi gelombang demonstrasi sejak Maret lalu. Mereka menuntut perbaikan hidup dan reformasi pemerintahan. Pada Juni lalu, inflasi di Sri Lanka mencapai 54,6 persen. Angka itu diperkirakan bakal menyentuh hingga 70 persen dalam beberapa bulan mendatang. 

Protes terhadap krisis ekonomi membara selama berbulan-bulan. Aksi protes mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu ketika ratusan ribu orang mengambil alih gedung-gedung pemerintah di Kolombo. Mereka menyalahkan Rajapaksa dan sekutunya atas inflasi yang tak terkendali, kekurangan cadangan devisa sehingga mengganggu pasokan impor penting, dan korupsi

Presiden Gotabaya, istri dan dua pengawalnya meninggalkan bandara internasional utama dekat Kolombo dengan pesawat angkatan udara pada Rabu (13/7) pagi. Mereka kemudian dilaporkan mendarat di Maladewa. Sumber yang dikutip BBC menyebutkan Gotabaya telah terbang dengan pesawat komersial Arab Saudi, Kamis. Tidak jelas berapa lama Gotabaya akan berada di Singapura. 

Laman Indian Express menyebutkan, Gotabaya memang kerap berkunjung ke Singapura untuk perawatan medis. Ia sempat menjalani operasi/bypass jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura pada Mei 2019. Dokternya berdarah Tamil Sri Lanka. 

photo
Polisi membubarkan kerumunan pengunjuk rasa dalam aksi menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa di Kolobo, Sri Lanka, SAbtu (9/7/2022). - (AP/Amitha Thennakoon)

Sementara otoritas Sri Lanka memberlakukan kembali peraturan jam malam Kolombo hingga Jumat (15/7) pagi. Tentara telah diberi wewenang untuk menggunakan kekuatan yang diperlukan untuk mencegah aksi penghancuran properti atau tindakan mengancam nyawa.

Departemen Informasi Sri Lanka telah mengumumkan bahwa jam malam berlangsung mulai Kamis siang hingga Jumat pagi waktu setempat. Menurut juru bicara kepolisian Sri Lanka, bentrokan pecah di dekat gedung parlemen Sri Lanka.

Media lokal mengatakan, seorang pengunjuk rasa berusia 26 tahun yang dirawat di rumah sakit setelah terkena gas air mata, meninggal karena kesulitan bernapas.

Sumber rumah sakit mengatakan, sedikitnya 86 orang dirawat menyusul bentrokan antara polisi antihuru hara dan pengunjuk rasa pada Rabu malam di dekat gedung parlemen. Massa menuntut penggulingan Rajapaksa dan Wickremesinghe.  

"Beberapa pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gedung parlemen kini telah bubar. Daerah itu sekarang tenang," kata juru bicara polisi Nalin Thalduwa kepada Reuters, Kamis. 

photo
Polisi membubarkan kerumunan pengunjuk rasa dalam aksi menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa di Kolobo, Sri Lanka, SAbtu (9/7/2022). - (AP/Amitha Thennakoon)

Pantauan pada Kamis pagi, para pengunjuk rasa telah mundur dari gedung-gedung pemerintah yang sebelumnya mereka duduki. Mereka memperkenankan otoritas Sri Lanka mengambil alih kembali tempat-tempat tersebut.

Parlemen Sri Lanka diperkirakan akan memilih presiden pada 20 Juli. Sumber partai yang berkuasa mengatakan kepada Reuters bahwa, Wickremesinghe adalah pilihan pertama partai tersebut. 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan, dia terus mengikuti perkembangan situasi di Sri Lanka. "Amatlah penting bahwa akar penyebab konflik dan keluhan pemrotes ditangani. Saya mendesak semua pemimpin partai untuk merangkul semangat kompromi untuk transisi yang damai dan demokratis," cicit Guterres lewat akun Twitter resminya, Kamis.

WNI aman

Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sejumlah wilayah Sri Lanka diimbau untuk menghindari kerumunan massa aksi demo.Terdapat 340 WNI yang tinggal menetap di Sri Lanka. Mayoritas dari mereka adalah pekerja migran yang bekerja di sektor pariwisata dan konstruksi.

"WNI di Sri Lanka terpantau aman dan tidak ada yang menjadi korban maupun terlibat," ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, kepada media, Kamis.

KBRI Kolombo terus memantau pergerakan dan kondisi WNI. KBRI juga menyiapkan bahan pangan dan bantuan lain untuk WNI paling terdampak. Selain itu, KBRI Kolombo juga memastikan pemenuhan hak-hak WNI yang bekerja di Sri Lanka dengan berstatus pekerja migran, dapat terpenuhi. WNI diimbau segera hubungi KBRI Kolombo apabila menghadapi permasalahan melalui sambungan hotline 94772773123. ';

Presiden Sri Lanka Lari ke Maladewa

Sri Lanka dalam status darurat tak terbatas mulai Rabu (13/7).

SELENGKAPNYA

Adik Presiden Sri Lanka Dicegat

Presiden diperkirakan ada di perairan, siap meninggalkan Sri Lanka jika kondisi memburuk.

SELENGKAPNYA
×