Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis (9/6/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Literasi Umat

14 Jun 2022, 09:00 WIB

Meliput di Masa tak Mudah

Di pasar-pasar, harga cabai, bawang, teluar ayam, daging, dan sejumlah komoditas lainnya melonjak tajam.

Assalamualaikum, pembaca yang budiman.

Sebagaimana yang kita rasakan bersama, ada gejala kenaikan harga-harga bahan pokok dan pangan yang meresahkan belakangan.

Di pasar-pasar, harga cabai, bawang, teluar ayam, daging, dan sejumlah komoditas lainnya melonjak tajam. Kenaikan sejumlah komoditas krusial bagi masyarakat itu bahkan hampir mencapai 100 persen di beberapa item.

Jurnalis-jurnalis dan fotografer Republika mencoba menangkap fenomena itu dan mencari tahu apa penyebab kemahalan tersebut. Mereka-mereka yang ditugaskan ke ladang dan sawah petani menemukan bahwa ada persoalan cuaca yang tak menentu belakangan sebagai penyebab terganggunya panen dan akhirnya seretnya pasokan. Faktor ini utamanya jadi penyebab pada komoditas seperti cabai, bawang, dan sayur-mayur.

 
Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa juga menjelang pascaserangan Rusia ke Ukraina. 
 
 

Sementara terkait harga telur, ada persoalan biaya produksi yang disebut para peternak memaksa mereka menaikkan harga telur. Sedangkan persoalan mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah juga dikhawatirkan menimbulkan gangguan pasokan yang otomatis memengaruhi harga-harga,

Kondisi ini bukan terjadi di Tanah Air saja. Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa juga menjelang pascaserangan Rusia ke Ukraina. Kedua negara kita ketahui merupakan salah satu pengekspor utama gandum dunia. 

Selain itu, Rusia juga produsen utama gas dan minyak bumi dunia. Selama ini, Eropa dan Amerika Serikat sangat tergantung pasokan energi tersebut. Namun perang membuar negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memboikot migas dari Rusia tersebut. Ujung-ujungnya hal itu menambah faktor pemicu krisis ekonomi.

Liputan-liputan jurnalis Republika terkait kondisi tak mudah ini ikut didanai oleh bantuan pembaca melalui program Literasi Umat di laman Republika.id. Mudah-mudahan, liputan-liputan tersebut bisa memicu kebijakan pemerintah guna meredam dampak krisis yang menjelang. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


×