ILUSTRASI. Jamaah berada di area Masjid Nabawi di Kota Madinah al-Munawarah, Arab Saudi. | Syahruddin El-Fikri/Republika

Laporan Utama

04 Jun 2022, 14:00 WIB

Ijtihad Menekan Angka Kematian Jamaah Haji

Pemerintah harus berupaya maksimal menekan angka kematian jamaah haji.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Semua orang berharap jamaah haji berangkat ke Tanah Suci dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan selamat. Namun, keadaan di sana menjadi tantangan tersendiri, mulai dari kepadatan jamaah, cuaca ekstrem, dan keterbatasan. Dalam situasi itu, pemerintah harus berupaya maksimal menekan angka kematian jamaah haji. Seperti apa ijtihad mereka?

Berharap Pembatasan Usia Berdampak Positif 

Persiapan penyelenggaraan haji tahun 2022 kian dimatangkan. Aspek kesehatan dan adaptasi para jamaah terhadap aturan-aturan yang berkaitan dengan protokol kesehatan dari Arab Saudi pun menjadi poin yang terus diperhatikan oleh segenap elemen penyelenggara haji.

Di berbagai daerah, sejumlah persiapan penyelenggaraan haji kian tampak. Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama Makassar Iqbal Ismail mengatakan, profil kalangan jamaah haji di Makassar tahun ini didominasi oleh dua kelompok. Pertama adalah kelompok kalangan 50 tahun hingga 65 tahun, kedua adalah 50 tahun ke bawah.

“Memang dari Saudi sendiri kan ada ketentuan hanya boleh memberangkatkan jamaah dengan maksimal usia 65 tahun. Kita (Makassar), alhamdulillah, 50:50, artinya kalangan usia tertentu tidak terlalu mendominasi,” kata Iqbal saat dihubungi Republika, Selasa (24/5).

Untuk itu dia meyakini, dari profil usia jamaah haji yang akan berangkat dapat dikatakan masih merupakan kalangan usia yang cukup bagus. Iqbal menambahkan, sebagian besar calon jamaah haji asal Makassar tahun ini berasal dari kalangan yang sehat dan mampu melaksanakan ibadah haji.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan bagi para jamaah haji telah melakukan vaksinasi lengkap (dua dosis). Dalam hal ini, Iqbal mengatakan, pihaknya optimistis untuk merampungkan vaksinasi 100 persen bagi calon jamaah haji Makassar. Sebab, berdasarkan catatannya, sebanyak 99 persen calon jamaah haji Makassar telah melakukan vaksinasi lengkap.

“Yang wajib itu vaksin lengkap dua. Nah, kami di sini menganjurkan jamaah untuk melakukan vaksin booster supaya lebih menguatkan imunnya nanti di Saudi. Jadi, yang booster ini sifatnya anjuran,” kata dia.

Kepala Bidang Haji Kanwil Jawa Timur Abdul Haris menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan di Jawa Timur. Mulai dari persiapan verifikasi dokumen administrasi, pelunasan, penghimpunan paspor jamaah, hingga kesiapan asrama hajinya.

“Alhamdulillah, persiapan penyelenggaraan haji di Jawa Timur ini sudah sangat baik. Tanggal 20 kemarin pelunasan biaya haji sudah 100 persen, persiapan lainnya juga hampir rampung,” kata Haris.

photo
Petugas membantu jamaah calon haji menuju lokasi pengecekan kesehatan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (3/6/2022). Petugas kesehatan di Asrama Haji Donohudan memeriksa dokumen riwayat vaksinasi Covid-19 dan kondisi kesehatan terakhir calon haji sebelum bertolak ke tanah suci pada Sabtu (4/6/2022) dini hari . - (Wihdan Hidayat / Republika)

Dia menjabarkan, kesiapan asrama haji di Jawa Timur pun sudah masuk pada tahapan siap. Sebab, pihaknya telah menekan kesepakatan dengan Pemprov Jatim untuk melakukan sterilisasi asrama haji sebulan sebelum penyelenggaraan ibadah haji digelar. Dan ternyata, kata dia, sebelum satu bulan, kasus Covid-19 sudah dinyatakan nol.

“Alhamdulillah, sebelum satu bulan asrama haji sudah disterilisasi, kita lakukan assessment dan validasi. Meskipun waktu validasi pertama ada beberapa hal yang harus dievaluasi, tapi kita bisa tindak lanjuti itu semua. Bersyukurnya, tanggal 18 kemarin Dinkes Jawa Timur sudah menyatakan clear,” kata dia.

Untuk itu, dia menyebut kesiapan asrama haji Jawa Timur telah dinyatakan siap. Dari catatannya, asrama haji Jawa Timur berkapasitas 3.000 tempat tidur. Oleh karena itu, dengan tersisanya waktu penyelenggaraan haji yang masih tersedia, dia optimistis seluruh persiapan akan rampung dan berjalan lancar.

Saat melakukan peninjauan di Arab Saudi, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga meninjau kesiapan Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. KKHI terakhir digunakan pada musim haji tahun 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada.

“Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” kata Yaqut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Informasi Haji (informasihaji)

Dia menjabarkan, KKHI di Madinah dilengkapi dengan unit gawat darurat (UGD), high care unit (HCU), intensive care unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, seperti laboratorium, radioaktif, dan USG. Sedangkan, tenaga medis yang akan melayani jamaah, kata dia, antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anastesi, spesialis THT, dan spesialis kesehatan jiwa.

Selain itu dia menambahkan, KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya, seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi. Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini juga menyiapkan enam mobil ambulans.

Dia menekankan kepada jamaah haji Indonesia untuk tetap disiplin dalam menjaga kondisi fisik. Salah satunya adalah dengan memperbanyak minum serta makan yang cukup. Sebab, menurut prakiraan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi, musim haji tahun ini berlangsung dalam cuaca yang sangat panas. Suhu di Makkah dan Madinah diperkirakan bisa mencapai 49 derajat Celsius pada siang hari.

 

photo
Jamah calon haji kelompok terbang (kloter) 1 embarkasi haji Padang memasang gelang haji setibanya di Asrama Haji Tabing, Padang, Sumatera Barat, Jumat (3/6/2022). Sebanyak 393 jamaah calon haji asal Padang masuk ke Asrama Haji Tabing sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Sabtu, 4 Juni 2022. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa.)

Mencegah Penularan Saat Haji

Meski persiapan penyelenggaraan haji sudah diupayakan, Indonesia harus berupaya menekan angka kematian jamaah haji saat berada di Tanah Suci. Di antara yang harus diwaspadai adalah cuaca ekstrem, pandemi Covid-19, kelelahan, dan kepadatan saat puncak haji.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan, kuota haji tahun ini untuk seluruh negara tidak 100 persen. Artinya, kuota haji setiap negara dipangkas rata-rata 50 persen yang menjadikan jumlah jamaah haji yang berkumpul di Arab Saudi tidak sebanyak tahun-tahun yang lalu.

Namun, pemerintah dari negara jamaah dan juga Arab Saudi harus sama-sama saling meningkatkan kewaspadaan. Hal itu terutama di titik-titik kemungkinan adanya penumpukan jamaah, seperti di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Muzdalifah, dan Arafah.

“Pada titik-titik ini kemungkinan kan ada penumpukan jamaah, ini bisa jadi titik bahaya yang menyebabkan penularan (Covid-19),” kata Tri saat dihubungi Republika, Selasa (24/5).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pusat Kesehatan Haji Kemkes (puskeshaji.kemkes)

Untuk itu dia berharap kepada Pemerintah Arab Saudi untuk tetap melakukan tes antigen kepada para jamaah sebelum berkumpul di titik-titik yang berisiko. Hal itu dilakukan untuk menanggulangi kemungkinan terjadi lagi wabah yang besar yang merugikan masing-masing jamaah.

Menurut Tri, Pemerintah Arab Saudi harusnya mewajibkan tes antigen tersebut demi kemaslahatan umat. Sedangkan, bagi Pemerintah Indonesia, pencegahan penularan Covid-19 dan juga penularan penyakit lainnya harus dilakukan dengan beberapa cara.

“Yang pertama, Pemerintah Indonesia harus memastikan dulu bahwa jamaah haji yang diberangkatkan benar-benar dalam kondisi yang sehat dan prima. Riwayat kesehatan jamaah harus benar-benar dipantau,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan kepada pemerintah untuk mewajibkan tes PCR dan antigen kepada para jamaah sebelum melakukan keberangkatan dan kepulangan. Untuk saat ini, karantina jamaah haji sepulangnya dari Arab Saudi tidak diperlukan, tapi pemerintah dinilai harus tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan buruk yang terjadi.

photo
ILUSTRASI. Jamaah haji berisiko tinggi harus memperhatikan kesehatan selama berada di Tanah Suci. - (Republika/Fitriyan Zamzami)

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyampaikan, pada tanggal 23 Mei 2022, vaksinasi calon jamaah haji Indonesia sudah mencapai 86 persen. Vaksinasi itu merupakan vaksinasi dosis lengkap, yakni dua dosis pertama. “Tanpa vaksin lengkap dipastikan tidak bisa berangkat,” kata Syahril.

Dia menambahkan, target 100 persen vaksinasi kepada para calon jamaah haji terus diupayakan. Untuk itu dia mengatakan, upaya itu memerlukan kesungguhan dan kebersamaan dari seluruh jamaah, keluarga, dan para penyelenggara haji dalam menggenjot target vaksinasi lengkap sebelum hari H keberangkatan.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Saiful Mujab menambahkan, meski belum seluruh jamaah haji melakukan vaksinasi, pihaknya terus melakukan upaya-upaya mengajak jamaah untuk melakukannya. Dia optimistis target vaksinasi kepada calon jamaah haji akan segera rampung.

“Tinggal sedikit (yang belum divaksin), nanti kita anjurkan yang belum vaksin, ya, (harus) vaksin karena wajib,” kata dia.

Terlebih, kata dia, tak sulit bagi para jamaah saat ini untuk memperoleh vaksin lengkap yang disediakan pemerintah. Untuk itu, dia optimistis penyelenggaraan haji tahun 2022 dipastikan akan sesuai dengan prosedur keamanan dan juga kesehatan yang ditetapkan, baik oleh Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.


Saudi tak Wajibkan Masker

Jamaah yang hasil PCR positif, pemberangkatannya diikutkan pada kloter berikutnya.

SELENGKAPNYA

Formula E Wujud Komitmen untuk Lingkungan

Presiden Joko Widodo diagendakan menyaksikan langsung balap mobil listrik Formula E.

SELENGKAPNYA

Metaverse untuk Pertanian

Metaverse merupakan alternatif bagi peningkatan produktivitas hasil pertanian.

SELENGKAPNYA
×