Direktur Bisnis Ritel PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Purnomo B. Soetadi memberikan pemaparan di sela-sela peluncuran layanan QRIS Acquirer di Jakarta, Kamis (3/2/2022). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. memperkenalkan layanan QRIS Acquirer kepada nasabah y | Prayogi/Republika.

Ekonomi

03 Jun 2022, 08:03 WIB

Transaksi QRIS Memperluas Ekosistem Digital

Volume Transaksi QRIS Bank BUMN Naik

JAKARTA — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan terus berupaya mendorong transaksi quick response Indonesian standard (QRIS). Langkah tersebut sekaligus merespons kebijakan perpanjangan masa berlaku merchant discount rate (MDR) QRIS agar memperluas ekosistem digital di Tanah Air.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rudi As Aturridha mengatakan, transaksi merchant QRIS Bank Mandiri telah mencapai lebih dari empat juta transaksi yang menghasilkan volume sekitar Rp 450 miliar pada kuartal I 2022.

“Nilai ini meningkat lebih dari 1.000 persen secara tahunan. Transaksi QRIS nasabah Bank Mandiri masih didominasi transaksi yang dilakukan merchant fisik, khususnya merchant-merchant dengan kategori usaha food and beverage atau makanan dan minuman,” kata Rudi kepada Republika, Rabu (1/6).

Rudi menyebutkan, adanya perpanjangan relaksasi ini, bank semakin optimistis terhadap bisnis sistem pembayaran baru. Bank Mandiri menargetkan transaksi QRIS mampu  meningkat lebih dari dua kali lipat dari transaksi tahun lalu.

Bank BUMN lainnya, PT Bank Tabungan Negara Indonesia (Persero) Tbk, mencatat jumlah transaksi QRIS sebanyak 15.280 transaksi dengan volume transaksi sebesar Rp 4,1 miliar pada Apri 2022. Adapun jumlah transaksi QRIS Januari hingga April 2022 sebanyak 45.346 transaksi dengan volume transaksi Rp 10,2 miliar. 

Direktur Operation, IT, and Digital Banking BTN Andi Nirwoto mengatakan, transaksi QRIS mayoritas digunakan merchant- merchant dengan kategori makanan dan minuman, coffee shop, rumah sakit daerah dan minimarket, serta toko kelontong. Hal ini memperlihatkan nasabah BTN telah menggunakan QRIS dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

“Diharapkan dapat berdampak positif terhadap penggunaan layanan digital BTN secara keseluruhan. Kami menetapkan target transaksi QRIS Bank saat ini masih dapat tumbuh sebesar 30 persen secara tahunan,” kata Andi.

Salah satu bank pelat merah lainnya yang juga aktif mendorong masyarakat bertransaksi dengan QRIS adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BNI telah melakukan akuisisi merchant QRIS lebih dari 1,6 juta.

Total volume transaksi QRIS BNI mencapai Rp 297 miliar pada Maret 2022, naik signifikan dari awal optimalisasi penggunaan QRIS pada Agustus 2021 sebesar Rp 14,9 miliar. Total transaksi QRIS bulanan BNI pada Maret 2022 sebanyak 1,5 Juta, naik dari Agustus 2021 sebanyak 140 ribu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Indonesia (bank_indonesia)

 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, perseroan berupaya memastikan keandalan dan respons dari QRIS dalam menunjang kecepatan dan kenyamanan transaksi nasabah sehingga terus mendorong transaksi semakin kuat pada masa pemulihan ekonomi tahun ini. 

Selain itu, BNI mengakuisisi merchant yang disukai masyarakat sehingga menstimulasi pertumbuhan jumlah penggunaan serta volume transaksi. Secara keseluruhan, Bank Indonesia (BI) mencatat sudah terdapat 15,7 juta merchant di Indonesia yang telah menggunakan QRIS dari sejak pertama kali QRIS dikenalkan, yakni pada 2019 hingga Februari 2022. 

Sejak Januari 2022 saja, terdapat tambahan sekitar empat juta merchant pengguna QRIS, dengan volume yang meningkat pesat. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, merchant pengguna QRIS ditargetkan bertambah 15 juta dari 2021 yang sebanyak 12 juta pada tahun ini. 

Selain itu, batas transaksi QRIS pun ditingkatkan dari semula Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta per transaksi yang telah berlaku sejak 1 Maret 2022. Perry mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan BI tersebut untuk mendorong konsumsi masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi di dalam negeri.  ';

Saudi Siap Terima Jamaah Haji

Suhu panas di Saudi menjadi tantangan besar pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Harga Pangan Pemicu Utama Inflasi pada Mei

Harga komoditas pangan dan energi global juga terus mengalami lonjakan sepanjang April 2022.

SELENGKAPNYA

AS ‘Diberondong’ Penembakan Massal

Kepolisian Tulsa belum mengungkap identitas pelaku penyerangan bersenjata ke Natalie Medical Building.

SELENGKAPNYA
×