Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng bersama kader PKK RW 02 Kelurahan Menteng melakukan sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). | Prayogi/Republika.

Nasional

24 May 2022, 03:45 WIB

Kemenkes: Kasus Hepatitis Akut Ditemukan di 31 Negara

Kemendikbudristek meminta masyarakat untuk mewaspadai kasus hepatitis akut di kalangan pelajar.

JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril menyampaikan per Ahad (22/5/22) sebanyak 614 kasus hepatitis akut telah menyebar di banyak negara. Di Indonesia, terdapat 14 dugaan kasus.

"Per 22 Mei kemarin, kasus hepatitis akut sudah ditemukan di 31 negara dengan jumlah 614 kasus. Sementara di Indonesia itu ada 14 dugaan kasus hepatitis akut, satu di antaranya probable. Yang 13 adalah case pending," kata Syahril dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertajuk "Hepatitis Akut Dicegah, Sekolah PTM Aman" pada Senin (23/5).

Syahril menjelaskan, pending classification adalah status kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lab untuk hepatitis A-E. Berdasarkan definisi WHO atas kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya terdapat 5 kategori.

"Berdasarkan klasifikasi yang dikeluarkan WHO ada lima kategori yakni confirmed, probable, epi-Linked, pending classification dan discarded. Sementara yang ada di Indonesia itu masih pending classification," ujar dia.

Syahril menyampaikan, pemerintah menerapkan metode yang sama pada penderita hepatitis A-Z. Jika pasien hanya menunjukan gejala, mual muntah atau sakit perut sampai diare, penanganan bisa dilakukan di Puskesmas atau RSUD.

"Jadi tidak mesti disampaikan ke rumah sakit pusat. Kemudian yang kedua, jika gejalanya berlanjut -contoh kencingnya seperti air teh, BAB-nya seperti keputihan dan ada kuning di mata, penanganannya juga ada step-nya," kata dia.

Namun jika pasien menunjukkan gejala lebih berat, misalnya mengalami kejang, kesadaran yang menurun, maka harus ditangani di rumah sakit yang lebih besar seperti RS Cipto Mangunkusumo dan RSPI Sulianti Saroso. Syahril mengatakan, Kementerian Kesehatan, telah menunjuk RSPI Sulianti Saroso sebagai salah satu RS rujukan untuk kasus Hepatitis Akut yang masih belum diketahui penyebabnya ini.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga meminta masyarakat untuk mewaspadai kasus hepatitis akut di kalangan pelajar. Untuk itu, satuan dan dinas pendidikan diminta untuk memperhatikan perkembangan kasus tersebut, terutama yang terjadi di sekolah.

"Dinas pendidikan dan satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Selain itu meningkatkan kerja sama yang solid dengan orang tua dan pelayanan kesehatan," ujar Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Anang Ristanto.

Anang mengatakan, sejauh ini keberlangsungan pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan-satuan pendidikan yang ada berjalan dengan aman. Pihaknya terus memonitor data dari Kementerian Kesehatan terkait perkembangan kasus hepatitis akut untuk menjamin pelaksanaan PTM berjalan dengan baik.

"Laporan sejauh ini aman. Dan kami menggunakan data dari Kementerian Kesehatan, ada laporan pantauan anak kepada kami. Dan ini jadi acuan kami untuk penanganan kasus menjamin PTM berjalan baik," kata Anang.

photo
Spanduk himbauan waspada terhadap Covid-19 dan Hepatitis terpasang di depan Madrasah Muallimat, Yogyakarta, Jumat (20/5/2022). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Dia meminta warga pendidikan untuk tetap menjalankan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri terkait PTM Terbatas. Dia menilai aturan yang ada pada SKB Empat Menteri tersebut masih relevan dalam upaya mencegah penyebaran hepatitis akut.

"Protokol kesehatan pencegahan penularan hepatitis akut selaras dengan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi," kata dia menambahkan.


Apakah Promo Flash Sale Kurban Sesuai Syariah?

Promo flash sale kurban diperbolehkan selama memenuhi dua kriteria.

SELENGKAPNYA

Memuliakan Keluarga Allah

Allah menegaskan bahwa jalan kemuliaan adalah ketakwaan.

SELENGKAPNYA
×