Petugas SAR gabungan melakukan evakuasi material tanah longsor dan pencarian korban di Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/5/2022). Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (21/5) menyebabkan tanah longsor dan menghancurkan tiga rum | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bodetabek

23 May 2022, 06:30 WIB

Empat Korban Meninggal Longsor Cijeruk Ditemukan

Longsor Cijeruk Bogor menewaskan warganya berasal dari tembok penahan tebing lahan pembibitan hidroponik

BOGOR — Korban yang tertimpa longsor di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, atas nama EN (30 tahun) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ketika dilakukan penggalian tanah, petugas menemukan EN dalam posisi tertimpa sepeda motor.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani menjelaskan, seusai proses evakuasi korban, petugas melakukan evaluasi bersama dan penutupan jalan. Atas ditemukannya korban terakhir, dia melanjutkan, operasi pencarian korban yang dilakukan tim search and rescue (SAR) gabungan dihentikan.

Selain EN, korban lain yang juga meninggal, yaitu DU (40), UU (70), dan N (4). Adapun status N yang merupakan cucu dari UU, yang ketika ditemukan dalam kondisi digendong neneknya. "Dengan ditemukannya korban keempat, tentunya kita hentikan dan ada evaluasi bersama diwakili oleh berbagai unsur organisasi yang ada," kata Adam ketika ditemui Republika di lokasi longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/5).

Jika disesuaikan dengan denah rumah, korban ditemukan berada di depan teras rumah dan terjepit motor. Dengan ditemukannya EN, kata dia, masa pencarian korban yang dimulai sejak Sabtu (21/5) pukul 17.00 WIB ditetapkan berakhir pada Ahad. Sehingga ada lima orang yang dinyatakan selamat dari peristiwa bencana itu. Mereka adalah F (32), H (32), AD (9), AK (8), dan S (5), yang semuanya diungsikan ke rumah saudaranya.

Menurut dia, jenazah EN sempat diarahkan ke mushala desa oleh petugas untuk dibersihkan dulu, sebelum dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Adapun tiga korban lain sudah lebih dulu dibawa ke RS untuk menjalani visum guna mengetahui penyebab kematian.

Hanya, kata Adam, ketika petugas membawa jenazah EN ke mushala sempat terhalang gara-gara warga menonton proses evakuasi. "Jadi, korban meninggal empat orang. Korban terakhir ini juga dikirim ke RS Polri setelah dibersihkan dulu di mushala," ujar Adam.

Camat Cijeruk Bangun Sapta menjelaskan, insiden yang menewaskan warganya berasal dari tembok penahan tebing (TPT) lahan pembibitan hidroponik yang ambruk dan longsor hingga menimpa dua rumah di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang. Dia menjelaskan, lokasi tanah itu juga pernah longsor, tapi tidak sebesar insiden terakhir.

Bangun menjelaskan, sekitar lima tahun lalu, lahan tersebut merupakan pabrik jeli. Namun, sekarang berubah fungsi menjadi lahan pembibitan hidroponik, yang bersebelahan dengan rumah warga yang kini telah luluh lantak tertimpa longsoran.

"Mungkin yang namanya musibah, harus kita dalami lagi dari robohnya TPT ini. Apakah ada unsur lainnya kita koordinasi dengan kepolisian," ujar Bangun kepada awak media.

Dia berjanji, bakal menanti hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian sebagai bentuk pertanggungjawaban pemilik lahan hidroponik. Meski begitu, Bangun sudah mendapatkan kabar jika pemilik lahan sedang menyiapkan santunan untuk keluarga korban yang ditinggalkan.

Dia menyebutkan, pemilik lahan tinggal di Jakarta. Sehingga baru sekretaris camat (sekcam) Cijeruk yang sudah menemui orang itu. "Pak Sekcam sudah ketemu karena tadi (Sabtu) malam beliau ke rumahnya di Jakarta, jadi belum sempat ke sini," kata Bangun.

Di sisi lain, Bangun mengakui, Desa Cipelang merupakan kawasan rawan longsor paling tinggi di Kecamatan Cijeruk. Pada hari yang sama, sebenarnya juga ada tanah longsor di titik lain, tetapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Bangun pun berpesan kepada warga untuk waspada jika rumahnya berada di kawasan lereng yang memiliki tanah tidak padat.

"Melihat elevasi dari ketinggian, elevasi tanah, cukup ini ya cukup curam. Sehingga di sini bagian yang paling rawan longsor," katanya.


Kemeriahan Pasar Robotika 

Robot rekondisi dan daur ulang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. 

SELENGKAPNYA

Misteri Hidup dalam Surah Dhuha

Hidup merupakan momentum penghambaan setiap makhluk kepada Allah.

SELENGKAPNYA

500 Artikel Mahasiswa Tembus Jurnal Ilmiah

Artikel mahasiswa tersebut menjadi kebanggaan fakultas Ushuluddin dan prestasi kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

SELENGKAPNYA
×