Anggota Aliansi Mahasiswa Nusantara menggunakan pakaian adat bersama warga dan pedagang mengadakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Jumat (20/5/2022). | Wihdan Hidayat / Republika

Tajuk

21 May 2022, 03:45 WIB

'Ayo Bangkit Bersama', Jangan Cuma Slogan Belaka

Saatnya, kita meneguhkan kembali rasa nasionalisme sebagai sebuah bangsa.

Kemarin, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114.  Tahun ini, hari nasional yang diperingati setiap 20 Mei itu mengusung tema “Ayo Bangkit Bersama”. Peringatan Harkitnas 2022 merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk bangkit dari berbagai problem akibat pandemi Covid-19, yang menghantam berbagai lini kehidupan.

Pada Harkitnas 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bangkit dan maju bersama-sama, membangun merata dari Sabang sampai Merauke. Dalam akun Twitter @jokowi, Presiden juga menegaskan, “Tak boleh ada yang tertinggal. Dan tak ada yang boleh tersisihkan.”

Kalimat “tak boleh ada yang tertinggal” dan “tak ada yang boleh tersisihkan” dalam pesan Harkitnas yang disampaikan Presiden menunjukkan, janji dan komitmen pemerintah untuk mewujudkan sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tentu publik berharap komitmen itu benar-benar dijalankan dalam semua aspek kehidupan.

Agar harapan atas keadilan tersebut terwujud, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam pesan Harkitnasnya mengajak seluruh elite dan warga Indonesia bangkit menyadari arti kemerdekaan. Tujuannya, menurut dia, agar mampu membawa Indonesia menjadi bangsa dan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, maju, adil, dan makmur sebagaimana cita-cita kemerdekaan. 

 
Tentu publik berharap komitmen itu benar-benar dijalankan dalam semua aspek kehidupan.
 
 

Menurut Haedar, Harkitnas adalah momentum meneguhkan komitmen Indonesia atas nilai dan hakikat kemerdekaan. "Tentu sekaligus meluruskan kiblat keindonesiaan agar tidak salah jalan dalam mencapai tujuan!" ujar Haedar menegaskan. Muhammadiyah mengingatkan, jangan sampai ada pihak yang mencoba untuk membelokkan jalan dan cita-cita kebangsaan, yang diletakkan para pendiri bangsa.

Dalam kondisi bangsa yang dua tahun terakhir menghadapi ujian pandemi Covid-19, Sekretaris Jenderal PBNU Andi Najmi Fuaidi menekankan, pentingnya saling menolong sesama anak bangsa. "Dalam situasi sekarang ini, kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai semangat bersama untuk saling menopang satu sama lain melawan pandemi Covid-19," katanya.

Tugas bersama seluruh elemen bangsa Indonesia saat ini adalah membebaskan diri dari belenggu pandemi, yang telah memukul berbagai sendi kehidupan. Karena itu, agar status pandemi  segera berubah menjadi endemi dibutuhkan, kerja sama dan kekompakan dari seluruh rakyat dan elite bangsa.

Para elite harus menjadi teladan. Tak hanya menjadi teladan dalam hal menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan, para elite juga harus menampilkan kekompakan.  Akhiri segera segala kegaduhan yang selalu dipertontonkan. Sebab, kegaduhan yang terjadi di level elite kerap menjadi pemantik terbakarnya tali persaudaraan dan persatuan di akar rumput.

 
Para elite harus menjadi teladan. Tak hanya menjadi teladan dalam hal menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan.
 
 

Saatnya, kita meneguhkan kembali rasa nasionalisme sebagai sebuah bangsa. Berbeda pendapat dalam era demokrasi adalah hal yang biasa. Namun, janganlah perbedaan pendapat itu membuat anak bangsa terpecah belah. Peringatan Harkitnas haruslah menjadi momentum untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.

Yang berkuasa melindungi rakyatnya. Tak boleh ada rakyat yang terpinggirkan dan tersisihkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap orang, baik kaya maupun miskin harus menikmati keadilan. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Semua berkedudukan yang sama dalam hukum.

Saatnya semua bergandeng tangan. Sebab, tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin berat. Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan berdaulat manakala semua elemen bangsa, yakni para elite dan rakyat, bersatu untuk bangkit mengejar berbagai ketertinggalan di berbagai bidang.

“Ayo Bangkit Bersama” jangan hanya menjadi slogan belaka. Namun, harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan bangsa. 


Keteguhan Odekta Elvina Berbuah Emas

Odekta Elvina terisak, tak menyangka impiannya untuk bisa mengumandangkan lagu

SELENGKAPNYA

Idrissa Gueye, 'Pria Sejati' yang Tolak Dukung LGBT

Idrissa Gueye punya alasan pribadi menolak bermain melawan Montpellier.

SELENGKAPNYA

Tak Seharusnya Singapura Menolak UAS

UAS mendakwahkan wasathiyah Islam. Karena itu tak benar bila ada yang menganggapnya menyebarkan ekstremisme.

SELENGKAPNYA
×