Pekerja membawa bangku penonton untuk dipasang di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Lintasan sirkuit sepanjang 2,4 kilometer, lebar 12 meter dan 18 tikungan tersebut telah selesai dibangun 100 persen untuk pe | Republika

Jakarta

20 May 2022, 14:36 WIB

Formula E Janjikan Teknologi Bebas Emisi

Formula E bisa semakin memopulerkan kendaraan listrik pada masyarakat luas.

JAKARTA — Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Gunung Kartiko mengungkapkan, balapan mobil listrik Formula E juga akan menjadi ajang adu teknologi terbarukan yang bebas emisi. Dia menjanjikan Formula E akan penuh dengan teknologi terbarukan.

“Kita di sini utamakan sustainability. Gelaran Formula E itu kepercayaan pada kendaraan listrik bebas emisi,” kata Gunung di Jakarta, Kamis (19/5).

Dia mengakui, ajang balap mobil listrik Formula E merupakan acara hiburan dan olahraga. Meski demikian, ada pesan keberlanjutan yang dibawa untuk kendaraan berbasis tenaga listrik atau electric vehicle (EV). Selain ajang balap, Formula E di Jakarta akan menghadirkan ratusan UMKM ramah lingkungan.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, adanya Formula E bisa semakin memopulerkan kendaraan listrik pada masyarakat luas. Dengan adanya peralihan kendaraan listrik secara masif, pengurangan karbon dioksida dinilainya akan pesat.

photo
Pekerja menyelesaikan pembangunan infrastruktur Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Lintasan sirkuit sepanjang 2,4 kilometer, lebar 12 meter dan 18 tikungan tersebut telah selesai dibangun 100 persen untuk pelaksanaan ajang balap Formula E dan menyisakan pemasangan infrastruktur pendukung. Ajang balap tersebut diharapkan dapat mempromosikan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia untuk mengurangi dampak pencemaran udara. Republika/Putra M. Akbar - (Republika)

Dia menghitung, besaran polusi pada kendaraan listrik 135 kW (setara 2.000 cc) hanya akan mengeluarkan polusi CO2 sebesar 85 gram/km. “Sekarang electric vehicle terbukti bisa lebih baik. Apalagi sudah diuji coba pada ajang Formula E. Kita harus pintar memanfaatkan momentum FE ini,” kata dia.

Sementara, pengamat lingkungan dari Universitas Indonesia Tarsoen Waryono mengatakan, dampak penggunaan kendaraan listrik di Jakarta akan dirasakan jika 25 persen jumlah kendaraan di DKI Jakarta sudah beralih ke energi listrik.

 

Berdasarkan data Pemprov DKI, kendaraan roda dua dan empat bahan bakar fosil di Jakarta setiap harinya, yang berjumlah 23,5 juta, sangat memengaruhi udara. Karena itu, dengan adanya peralihan ke transportasi listrik, kata dia, akan sangat berdampak positif ke depan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by JAKPRO GROUP (jakprogroup)

Dia menyebut, perlu mengganti setidaknya 5,9 juta kendaraan listrik di Jakarta untuk mengurangi polusi secara signifikan. “Perubahan dampaknya akan efektif, apabila paling tidak 25 persen jumlah kendaraan di DKI Jakarta sudah beralih ke energi listrik. Apalagi kalau sudah mencapai seluruhnya,” kata Tarsoen.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Formula E Indonesia Ahmad Sahroni menyebut, ajang Formula E di Jakarta mengusung keberlanjutan energi bagi transportasi masa depan.

“Balapan dan transportasi masa depan sebenarnya akan pakai cara elektrik. Ini juga sejalan dengan upaya Indonesia menyikapi era modern. Semua akan pakai elektrik,” kata dia. ';

Jokowi Buka Keran Ekspor CPO 

Jokowi mengakui harga minyak goreng di beberapa daerah masih relatif tinggi.

SELENGKAPNYA

Kontrak Pelayanan Calhaj Hampir Rampung

Menag meminta jajarannya memastikan layakan terhadap calhaj berkualitas.

SELENGKAPNYA

Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik

Menkeu mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR.

SELENGKAPNYA
×