Nasabah mengecek produk sebelum melakukan transaksi di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (19/11). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memiliki pemegang saham pengendali baru setelah proses hibah saham pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH te | Prayogi/Republika.

Ekonomi

18 May 2022, 10:36 WIB

BPKH Perkuat Kontribusi ke Keuangan Syariah

BPKH menempatkan pengelolaan investasinya pada aset-aset keuangan syariah sesuai dengan arahan undang-undang.

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap pengembangan perekonomian syariah di Indonesia. Dengan dana kelolaan yang mencapai lebih dari Rp 160 triliun, BPKH menyiapkan strategi membawa daya ungkit bagi kemajuan ekonomi syariah Indonesia.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Iskandar Zulkarnaen, menyampaikan, kontribusi BPKH mayoritas berada dalam sektor keuangan syariah. Di lingkup pasar modal, BPKH berkontribusi sekitar 13 persen dari total aset pasar modal syariah Indonesia.

"Kontribusi BPKH per 2021 mencapai Rp 158,7 triliun atau 13 persen dari total aset pasar modal syariah yang sebesar Rp 1.235,63 triliun," kata Iskandar dalam Halal Bihalal BPKH dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara virtual, Selasa (19/5).

Sementara itu, kontribusi pada perbankan syariah mencapai 23 persen dari total aset perbankan syariah yang mencapai Rp 693,8 triliun pada 2021. Kontribusi tersebut termasuk dalam portofolio penempatan di bank syariah, seperti investasi maupun pengelolaan.

BPKH menempatkan pengelolaan investasinya pada aset-aset keuangan syariah sesuai dengan arahan undang-undang. Iskandar mengatakan, BPKH ingin pengelolaan keuangan BPKH juga berdampak signifikan pada pengembangan ekonomi umat.

Maka dari itu, BPKH juga bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian dalam sektor ekonomi umat. BPKH telah menjalin kemitraan dengan Kementerian BUMN, salah satunya dengan PNM untuk menyalurkan pembiayaan ultramikro senilai sekitar Rp 1 triliun.

"Kita salurkan yang dampaknya besar untuk umat, jika rata-rata mendapatkan pembiayaan Rp 5 juta maka bisa menyentuh sekitar 200 ribu umat," katanya.

Iskandar juga menyampaikan, salah satu investasi terbaru yang dilakukan BPKH adalah kepada Bank Muamalat Indonesia sebesar Rp 3 triliun. BPKH telah berinvestasi dalam bentuk saham sebesar Rp 1 triliun dan instrumen sukuk subordinasi senilai Rp 2 triliun untuk jangka waktu 10 tahun.

Investasi tersebut menempatkan BPKH sebagai pemegang saham pengendali dengan pangsa 82,65 persen. Atas investasi tersebut, Bank Muamalat kini siap untuk melakukan ekspansi bisnis dalam mendukung kinerja BPKH dalam pengelolaan keuangan ibadah haji.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan, pihaknya telah memiliki sejumlah strategi bisnis setelah kondisi keuangan sehat kembali. Kini, perseroan mencatat rasio kecukupan modal telah mencapai 33,4 persen dari sebelumnya 15 persen. Rasio pembiayaan bermasalah juga sudah berada di bawah 1 persen.

"Memang masih banyak tantangan ke depan, tapi dengan kondisi perusahaan yang kini jauh lebih sehat, pemegang saham yang juga sangat sesuai, masa depan akan lebih cerah," katanya.

Bank Muamalat mengelola sekitar Rp 10 triliun dana haji, termasuk sebagai bank operasional. Bank Muamalat menjadi bank pengelola kedua terbesar setelah Bank Syariah Indonesia yang mengelola dana sekitar Rp 16 triliun.


Satu Tarif Antarmoda di Jakarta akan Kembali Dibahas

Tarif integrasi antarmoda di Jakarta sedang diujicobakan di beberapa koridor

SELENGKAPNYA

Malam Spesial Glasgow Rangers di Sevilla

Glasgow Rangers dan Eintracht Frankfurt akan berduel pada partai final Liga Europa.

SELENGKAPNYA

Pelatih Arsenal Arteta Tolak Menyerah

Peluang Arsenal lolos ke Liga Champions musim depan berubah mengecil.

SELENGKAPNYA
×