Istana ishak pasha | Turkish Archeological

Arsitektur

14 Nov 2019, 19:19 WIB

Istana Ishak Pasha, Bangunan Kuno dengan Ratusan Kamar

Arsitektur istana ini adalah kombinasi kreatif gaya Seljuk, Turki Usmani, Persia, dan Armenia.

Setelah Daerah Dogubayazit menjadi bagian Turki Usmani pada 1514, masyarakat meninggalkan benteng yang sudah lama ditinggalkan. Dinding-dindingnya sebagian dihancurkan. Sebagian puing-puing bangunan itu digunakan untuk membangun Istana Ishak Pasha yang berada di dataran tinggi dengan pemandangan yang indah.

Datanglah ke sana. Berdirilah di lantai dua bangunan tersebut dan saksikan peman dangan kota dari ketinggian. Langit seakan lebih dekat bila dibandingkan daratan. Pada pagi hari, daerah tersebut disinari cahaya mentari sehingga warna asli bangunan di sana tampak dengan jelas.

Pembangunan istana itu dimulai pada tahun 1685. Istana didirikan dengan sangat lambat. Pembangunannya diawasi dengan ketat. Salah satu anggota keluarga ini adalah Ishak Pasha yang menjabat sebagai wazir pada 1723. Pada tahun berikutnya dia diangkat menjadi gubernur Tbilisi. Cucu lelakinya Hasan menjadi gubernur daerah Cildir pada 1760-1761.

Tanggal penyelesaian pembangunan istana ini dicantumkan pada prasasti yang terletak di atas gerbang. Di sana tercantum tahun 1199 H atau sekitar tahun 1784-1785 M. Istana Ishak Pasha dibangun di lokasi yang menghadap ke Sariova Plain, lokasi Kota modern Dogubayazit sekarang berada. Dogubayazit tua berdiri di barat laut dan selatan istana. Kastil Dogubayazit berdiri di timur laut istana. Dataran tinggi Sariova dikelilingi oleh pegunungan.

Istana didirikan pada dataran tinggi.Istana ini juga memiliki ruang bawah tanah di bawah bagian struktur. Ruang bawah tanah mencapai 15 meter di tempat terdalamnya. Fondasi istana terletak di tanah berbatu dan keras.

Arsitektur istana
Bangunan kuno ini memiliki bentuk tidak beraturan. Karena lokasinya di perbatasan, arsitektur istana ini adalah kombinasi kreatif gaya Seljuk, Turki Usmani, Per sia, dan Armenia. Enam jenis batu lokal di gunakan untuk membangun istana. Deko rasi istana sebagian besar adalah ukiran batu, mewakili motif bunga, bentuk geometris, dan arab. Kayu juga digunakan, terutama untuk struktur atap dan kolom, tetapi sebagian besar atap kayu asli telah menghilang.

 

photo
Turkish Archeological



Menurut pemerhati sejarah dan bangun an kuno Nurgun Erdin dan Kamile Tirak, pahatan kayu tiga dimensi yang menghiasi balok-balok itu membawa makna simbolis dalam seni Turki. Sosok-sosok itu mewakili manusia, singa, dan elang, serta desain mereka unik untuk istana.

Gerbang kayu tua berlapis emas telah dilepas di bawah pemerintahan Rusia pada awal abad ke-19, dan sekarang ditampilkan di Museum Hermitage di Saint Petersburg.

Gerbang istana yang rumit, dibangun dari balok batu yang dipotong, menampilkan fitur seni Seljuk. Kompleks istana terdiri atas dua halaman, dengan banyak kamar dan bangunan yang terletak di sekitarnya. Para pengunjung pertama kali akan menjejakkan kakinya pada halaman luar yang di masa lalu terbuka untuk pedagang dan tamu. Halaman dalam dapat diakses melalui gerbang besar.

Bagian terakhir dari istana adalah area harem dengan gerbang yang berdekorasi rumit. Rancangan istana ini mengikuti pola pembagian tripartit tradisional bangunan Turki Usmani. Menurut Yuksel Bingol, istana ini memiliki luas 7.600 meter persegi dan awalnya berjumlah 366 kamar.

Halaman pertama telah direstruk turisasi dalam kondisi yang jauh dari sempurna karena beberapa strukturnya hancur. Berukuran 50 meter dan dikelilingi oleh ruang jaga dan ruang penyimpanan. Pintu masuk ke tingkat bawah tanah. Ada juga air mancur yang didekorasi dengan indah di dinding timur serta beberapa kamar pribadi.

Tiga kamar kecil di dinding kandang di sisi portal utara adalah pemandian. Bangunan memanjang di sisi utara dan selatan menampung istal dan kamar untuk para pelayan.

Bangunan ini sangat menarik untuk dikunjungi. Wisatawan biasanya akan menyempatkan waktu datang ke sana untuk menikmati keindahan arsitektur masa lalu yang begitu indah. (ed:erdy nasrul)


×