Sejumlah penumpang dan porter menaiki Kapal Dorolonda di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (25/4/2022). Pada H-7 Idul Fitri Ribuan pemudik menaiki Kapal Dorolonda dari Pelabuhan Tanjung Priok yang diprediksikan puncak arus mudik di pelabuhan tersebu | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Ramadhan

26 Apr 2022, 15:53 WIB

Mudik Jangan Bawa ‘Oleh-Oleh’ Penyakit

Pemudik diminta untuk melengkapi status vaksinasi Covid-19 sebelum pulang kampung.

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta para pemudik untuk mempersiapkan diri dengan baik. Menurut dia, kasus infeksi virus korona di Tanah Air belakangan memang kian melandai.

Akan tetapi, hal itu bukanlah alasan untuk meniadakan kewaspadaan terhadap Covid-19 selama mereka pulang kampung. “Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, siapkan mudik dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam berperilaku, baik ketika di perjalanan maupun tempat tujuan,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan yang diterima Republika, Ahad (24/4).

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk melengkapi vaksinasi Covid-19 dan dosis tambahan (booster). Ia menegaskan, booster tersebut diperlukan agar mereka tidak membawa virus sebagai “oleh-oleh” yang tidak diinginkan keluarga di kampung halaman.

“Jangan membawa ‘oleh-oleh’ yang tidak perlu, yaitu virus Covid-19. Jangan datang dan pulang membawa Covid-19. Karena itu, patuhilah untuk disiplin, booster untuk yang belum berangkat,” ujarnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengatakan, masyarakat yang belum melengkapi status vaksinasi Covid-19 dapat berinisiatif untuk mendatangi gerai-gerai vaksin terdekat. Tempat-tempat itu tersebar di seluruh kota dan kabupaten se-Indonesia. Bahkan, tidak sedikit masjid yang menyediakan vaksinasi dan booster.

Muhadjir Effendy juga berpesan, warga yang ingin pulang kampung dapat mengambil waktu mudik jauh-jauh hari sebelum tanggal puncak arus mudik, yakni 28-29 April 2022. Menurut dia, hal itu sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo.

Pemerintah berpandangan, fenomena kemacetan yang parah dapat diantisipasi dengan mudik lebih awal. “Lebih dini mudik, lebih baik. Kemudian, baliknya juga begitu. Lebih awal balik, lebih baik,” kata dia.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen (Pol) Suntana mengatakan, pihaknya siap mengawal tradisi mudik Ramadhan dan Lebaran tahun ini melalui Operasi Ketupat Lodaya. Ia menjelaskan, Polda Jawa Barat telah menyiapkan 239 unit posko pengamanan, 74 posko pelayanan, dua pos terpadu, dan 22 pos utama di setiap kantor polres.

photo
Pengendara sepeda motor melintasi dermaga saat keluar dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (19/4/2022). General Manager PT Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk Hasan Lessy memprediksi puncak arus mudik di perairan Selat Bali diperkirakan terjadi pada 28 April . - (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/nym.)

“Kekuatan yang kami libatkan sebanyak 24 ribu personel antara Polri bersama dengan instansi lain,” ujar dia, kemarin.

Untuk mendukung pencegahan virus korona, Suntana melanjutkan, pihaknya menyediakan gerai-gerai vaksinasi Covid-19 di setiap pos. Hal itu sesuai arahan Kepala Negara untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, khususnya yang belum mendapatkan booster. Hingga kini, Polda Jabar terlibat dalam vaksinasi booster hingga 30 persen dari target.

Tradisi pulang kampung kini kembali dilakukan masyarakat Indonesia setelah dua tahun sebelumnya pemerintah melarang adanya arus mudik. Pelarangan itu disebabkan gelombang pandemi Covid-19 yang masih tinggi pada periode 2020-2021 lalu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Pertamina (Persero) (pertamina)

Suplai BBM

Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) selama masa libur Lebaran tahun ini. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji.

Menurut dia, pihaknya terus memonitor ketersediaan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya berada di titik-titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian arus mudik.

“Secara umum, kesiapan stok dan distribusi BBM menghadapi arus mudik cukup bagus. Kita akan tetap pantau dinamika selanjutnya, apa yang terjadi di lapangan. Misalnya, kebutuhan BBM ternyata lebih banyak atau kalau terjadi antrean, kita harus memitigasinya,” ujar Tutuka Ariadji, kemarin.

Ia mengakui, arus mudik kali ini memunculkan euforia di tengah publik. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir tradisi itu terkendala karena sebaran Covid-19 yang memuncak. Adapun kini kondisinya kian menurun.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Kesehatan RI (kemenkes_ri)

  ';

Dirut Garuda: PMN untuk Biaya Operasional 

Dana PMN tak akan digunakan Garuda untuk membayar utang

SELENGKAPNYA

Bank Syariah Mampu Topang Pemulihan Ekonomi

Bank syariah secara keseluruhan tumbuh dengan baik meski dengan dukungan berbagai kebijakan.

SELENGKAPNYA

Kementerian ESDM Jamin Pasokan BBM Saat Libur Lebaran

Kementerian ESDM memantau pendistribusian BBM di sejumlah SPBU.

SELENGKAPNYA
×