Warga menghidang makanan tradisional, Kanji Rumbi (bubur) sebelum dibagikan kepada masyarakat di Masjid Beurawe, Banda Aceh, Aceh, Selasa (13/4/2021). Tradisi berbagai Kanji Rumbi berbahan dari rempah, sayur, beras, udang, daging, kentang dan wortel serta | ANTARA FOTO/Ampelsa

Kabar Ramadhan

25 Apr 2022, 11:00 WIB

Kanji Rumbi, Si Lezat Nan Sehat Kesayangan Warga Aceh

Juru masak biasanya mulai memasak kanji rumbi selepas Shalat Zhuhur.

Aneka wadah dengan beragam warna dan ukuran tertata rapi setiap hari di meja panjang Masjid al-Furqan di Gampong Beurawe, Kota Banda Aceh, Aceh. Selama Ramadhan sejak pukul 15.00 WIB, warga sekitar menaruh wadah-wadah itu untuk menampung kanji rumbi, hidangan khas Aceh yang disiapkan oleh pengurus masjid.

Di masjid tersebut, bubur kanji yang dibagikan kepada warga disiapkan oleh juru masak Budi Dharma (49 tahun) dengan bantuan Akbar dan Yusnairi. Kanji rumbi dibuat dari beras, udang cincang, wortel cincang, seledri, jahe, serai, dan rempah-rempah yang digiling. 

Terkadang daging sapi cincang juga ditambahkan ke dalam adonan. Semua bahan itu dimasak bersama air di dalam belanga besar hingga menjadi bubur. 

Pihak masjid menggunakan dua belanga dan dua kompor gas untuk memasak kanji rumbi. Akbar mengaduk adonan kanji rumbi menggunakan tongkat panjang pada satu belanga. Yusnairi bertugas menyiapkan bubur di belanga yang lain. Mereka berdua memasak kanji rumbi di bawah komando juru masak Budhi selama Ramadhan.

Juru masak biasanya mulai memasak kanji rumbi selepas Shalat Zhuhur. Setelah dua hingga tiga jam, kanji rumbi siap dibagikan kepada warga. Dua belanga besar kanji rumbi biasanya cukup untuk mengisi lebih dari 100 mangkuk warga.

"Sejak hari pertama puasa, kami sudah mulai memasak. Kanji ini dibagikan ke masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya," kata Budi, baru-baru ini.

Sebelum azan Ashar berkumandang, satu per satu warga berdatangan ke kompleks Masjid al-Furqan mengecek apakah wadah yang mereka siapkan untuk menampung kanji rumbi sudah terisi. Warga yang mangkuknya sudah terisi kanji rumbi, kemudian membawanya pulang ke rumah untuk berbuka puasa.

Kanji rumbi merupakan salah satu kuliner khas Tanah Rencong yang jarang ditemui di luar Ramadhan. Setiap hari pengurus masjid membutuhkan dana sekira Rp 1,6 juta untuk menyiapkan dua belanga kanji rumbi.

Pengurus masjid mendapat sumbangan dana dari masyarakat Beurawe untuk menyajikan kanji rumbi. Masyarakat gampong itu ingin merawat tradisi berbagi kanji rumbi selama Ramadhan dengan ikut andil menyumbangkan dana. 

Warga juga selalu menantikan sajian kanji rumbi yang lezat dan berkhasiat dari pengurus masjid saat Ramadhan tiba. Salah seorang warga, Zulfikar, selalu merasakan kerinduan menikmati kanji rumbi setiap Ramadhan.

​​​​​​"Kemarin saya telat pergi ke sini, jadi enggak kebagian. Alhamdulillah hari ini bisa kebagian," ujarnya.

Warga meyakini kanji rumbi yang dibuat dengan bumbu aneka rempah punya khasiat untuk meredakan gangguan Kesehatan, seperti masuk angin, kolesterol, gangguan lambung, dan hipertensi. Menurut pemerhati sejarah Aceh Tarmizi Abdul Hamid, kanji rumbi tidak sekadar lezat, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

"Karena bumbunya, seperti jahe, daun serai, kunyit, dan lainnya merupakan resep obat sejak dulu kala. Jadi, makan bubur kanji rumbi ini menyehatkan," kata dia.

Kanji rumbi merupakan hasil modifikasi makanan India yang sudah ada sejak abad ke-16 pada era kejayaan Kesultanan Aceh. Orang-orang dari berbagai negara yang menyambangi Aceh pada masa itu membawa makanan khas dari negara asal mereka dan di Tanah Rencong makanan itu dimodifikasi sesuai dengan budaya Aceh dan syariat Islam.

Menurut Tarmizi, pada era Kesultanan Aceh kanji rumbi merupakan hidangan spesial untuk para raja dan tamu-tamu kerajaan pada bulan Ramadhan. Hidangan itu juga jarang ditemui di luar Ramadhan pada era kesultanan.

Kanji rumbi biasanya dimasak oleh koki yang sudah berpengalaman. Proses memasaknya pun berbeda di setiap daerah. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bundie (Bunda windi) (dapur_keriting)

Sumber : Antara


Abdullah bin Rawahah Penyair yang Gagah di Medan Perang

Abdullah bin Rawahah tampil membawa pedang ke medan tempur Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyah, dan Khaibar.

SELENGKAPNYA

Jurus Muslimah Berburu Pahala Ramadhan

Saat sedang berhalangan, banyak ibadah yang dapat dilakukan Muslimah dengan keutamaan seperti orang berpuasa.

SELENGKAPNYA

Menghayati Mekanisme Kerja Otak

Sampai sekarang para ilmuwan belum memahami penggunaan sisa memori sekitar 94 persen.

SELENGKAPNYA
×