Pengunjung mengamati karya dalam pembukaan Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Jumat (15/4/2022). Pameran yang digelar dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran tersebut menghadirkan lebih dari | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Khazanah

16 Apr 2022, 08:24 WIB

Pameran Kaligrafi Jadi Syiar Lewat Seni

Seniman dari 26 negara mengikuti pameran kaligrafi di JIC pada 15-22 April.

JAKARTA -- Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, Jakarta Islamic Center (JIC), menggelar Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional. Acara ini merupakan pembuka dari serangkaian kegiatan lain selama Ramadhan, dengan tema "The Power of Quran".

Tema tersebut memberikan makna bahwa ada satu sumber kekuatan yang menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW yang kekal sepanjang zaman. Pesan-pesan dalam Alquran tidak akan pupus ditelan zaman.

Ini pertama kalinya pameran kaligrafi tersebut diselenggarakan secara luring semenjak pandemi. "Pandemi tidak mengurangi kreativitas, di mana sebelumnya pameran dilaksanakan secara daring. Mudah-mudahan ke depannya virus ini segera berlalu dari negara ini," kata ketua panitia penyelenggara sekaligus Direktur Islamic Exhibition M Arif Syukur dalam peluncuran Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional di Masjid Raya Jakarta Islamic Center, Jumat (15/4).

Pameran yang berlangsung dari 15 hingga 22 April ini diikuti 26 negara. Sebanyak 71 seniman berasal dari Indonesia dan 31 dari mancanegara.

Selain Indonesia, negara-negara yang mengikuti pameran adalah India, Malaysia, Iran, Tunisia, Bangladesh, Mesir, Irak, Aljazair, Lebanon, Pakistan, Maroko, Cina, dan Arab Saudi. Ada juga pewakilan dari Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat (AS), Suriah, Bahrain, Uzbekistan, Libya, Yaman, Kuwait, Afghanistan, Thailand, dan  Sri Lanka.

Arif mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari proyeksi membangun sebuah peradaban Islam, khususnya JIC. "Menjadikan Jakarta sebagai pusat transaksi seni kaligrafi Islam di Indonesia dan dunia," ujarnya. 

Dia berharap sajian karya-karya yang ada mampu menyadarkan umat Islam bahwa tidak cukup hanya mengisi literasi tekstual pada diri sendiri. Literasi visual, khususnya dalam dakwah syiar menggunakan seni, dinilainya merupakan hal penting.

Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) JIC KH Muhammad Subki menyebut kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari rentetan agenda Nuzulul Quran. Ke depannya, akan ada banyak kegiatan lain yang diselenggarakan oleh JIC.

photo
Pengunjung mengamati karya dalam pembukaan Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Jumat (15/4/2022). Pameran yang digelar dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran tersebut menghadirkan lebih dari 100 karya seniman kaligrafi dari 26 negara dan berlangsung dari 15-22 April 2022. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

"Insya Allah akan ada banyak kegiatan lainnya selama satu pekan ini. Ada acara santunan bagi anak-anak yatim piatu, yang mencakup 500 anak-anak," ujarnya.

Nantinya juga ada kegiatan Khotmul Kubro bersama 500 santri Pondok Pesantren Sulaimaniyah dan warga di sekitar JIC. Selain itu, agenda Ngabuburit di JIC bersama Alquran akan dilaksanakan mulai bakda Ashar pada Senin (18/4).

Kiai Subki mengatakan, pameran ini merupakan bentuk syiar yang ingin dikembangkan di sekitar Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta. JIC ingin secara bertahap membangun diri menjadi pusat peradaban dan kegiatan-kegiatan syiar keislaman.

photo
Pengunjung mengamati karya dalam pembukaan Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Jumat (15/4/2022). Pameran yang digelar dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran tersebut menghadirkan lebih dari 100 karya seniman kaligrafi dari 26 negara dan berlangsung dari 15-22 April 2022. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat atas terselenggaranya pameran ini. Menurut dia, kaligrafi menjadi bagian dari seni yang mengandung dakwah syiar Islam, di mana setiap lekuk huruf yang digoreskan ada Asmaul Husna yang terus digaungkan.

"Harapannya, menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani dan menjalankan seluruh sunahnya serta mendorong peningkatan derajat ketakwaan kita," kata Anies.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut perubahan dunia yang begitu cepat memberikan ruang kreasi bagi seniman, termasuk seniman kaligrafi untuk terus beradaptasi. Menurut dia, syiar dakwah melalui seni harus terus dikembangkan dalam pengayaan khazanah keislaman Indonesia dan dunia.

Kemenparekraf terus mendukung seniman kaligrafi mewarnai syiar dakwah. "Agar kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi indah. Seni menghadirkan keindahan yang dapat dinikmati oleh siapa pun," kata Sandiaga.

  ';

Soal BBM Naik, Kasih Masyarakat Napas Dulu lah

Konsumsi BBM Pertalite dan Solar sudah melebihi kuota yang ditetapkan.

SELENGKAPNYA

Lepas Subuh, Israel Kembali Serang Al-Aqsa

Sedikitnya 90 warga Palestina luka-luka akibat serangan militer Israel ke Masjid al-Aqsa.

SELENGKAPNYA

Tol Japek Krusial Hadapi Puncak Arus Mudik Lebaran

Tol Japek dan penyeberangan Merak-Bakauheni diprediksi padat signifikan saat puncak arus mudik.

SELENGKAPNYA
×