Hudzaifah bin Husail | arabiccalligraphygenerator

Sirah

17 Apr 2022, 11:45 WIB

Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

Hudzaifah banyak meriwayatkan hadis karena kedekatan secara personal dan spiritual dengan Rasulullah SAW.

Silsilah lengkapnya adalah Hudzaifah bin Husail bin Jabir bin Amr bin Rabi'ah bin Jarwah. Ayah beliau yang bernama Husail yang be lakangan dikenal dengan al-Yaman merupakan penduduk asli Makkah dari Bani 'Abbas. Nisbat al-Yaman merupakan sebutan (laqab) untuk ayah beliau, Husail.

Namun, satu sumber mengatakan, al Yaman merupakan sebutan untuk kakeknya, Jabir. Asal mula penyematan sebutan al-Yaman pada ayah beliau sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Atsir dalam kitab Usdul Ghabahadalah karena adanya utang darah pada kaumnya, hal ini memaksanya untuk pergi meninggalkan tanah kelahirannya, Mekah menuju ke Yatsrib (Madinah).

Di sana, beliau meminta perlindung an kepada keluarga Bani Abdul Asy hal yang merupakan golongan sahabat Anshar dan juga bersumpah setia kepada mereka dalam kesukuan dan kekeluargaan. Sejak peristiwa itulah Husail, ayah dari Hudzaifah, dipanggil dengan sebutan al-Yaman.

Hal ini karena ia bersumpah setia kepada Bani Abdil Asyhal yang merupakan kaum Anshar dan secara genealogis berasal dari Yaman. Setelah menginjak usia dewasa, Husail mempersunting perempuan asli suku Asyhal. Dari perkawinan ini lahirlah Hudzaifah bin Husail yang belakangan lebih terkenal dengan Hudzaifah bin al-Yaman.

Dengan kelahiran sang putra ini, hilanglah hambatannya untuk memasuki Kota Makkah, sehingga sejak saat itu ia bebas pulang pergi antara Yatsrib (Madinah) dan Makkah, walaupun wak tunya lebih banyak dihabiskan di Yatsrib.

 
Hudzaifah lahir dari keluarga Muslim pada masa awal Islam didakwahkan. Beliau telah memeluk Islam sebelum bertemu secara langsung dengan Rasulullah SAW. 
 
 

Husail merupakan salah satu dari 10 orang keturunan Bani Abbas yang menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan keislaman. Peristiwa ini terjadi sebelum Rasulullah Hijrah ke Madinah pada 622 M.

Hudzaifah lahir dari keluarga Muslim pada masa awal Islam didakwahkan. Beliau telah memeluk Islam sebelum bertemu secara langsung dengan Rasulullah SAW. Sayang sekali penulis belum bisa melacak data yang akurat terkait tahun kelahiran beliau.

Namun, jika melihat kronologi data di atas, beliau lahir sebelum Nabi Hijrah ke Madinah karena ayah beliau, Husail, menyatakan keimanan kepada Rasulullah SAW sebelum peristiwa Hijrah.

Perjalanan Hudzaifah

Hudzaifah banyak meriwayatkan hadis, karena kedekatan secara personal dan spiritual dengan Rasulullah SAW. Hal itu membuatnya banyak memperoleh riwayat hadis. Lalu diri wayatkan oleh para sahabat Rasul yang lain.

Beberapa nama yang tercatat meriwayatkan hadis dari Hudzaifah adalah Abu Ubaidah yang merupakan putra beliau sendiri, Umar bin al-Khathab, Ali bin Abi Thalib, Qhais bin Abi Hazim, Abu Wail, Zaid bin Wa hab, dan masih banyak lagi. Khalid Muhammad Khalid dalam buku Karak teristik Perihidup 60 Sahabat Rasulul lahmencatat informasi bahwa dalam Sahih Imam Bukhari meriwayatkan delapan hadis dari Hudzaifah, dan Imam Muslim meriwayatkan sebanyak 12 hadis.

Sejarah juga mendokumentasikan bahwa Hudzaifah ikut andil dalam Perang Uhud. Dalam perang inilah ayah beliau, Husail mati syahid secara ti dak sengaja oleh pasukan Muslim. Hal ini karena beliau dalam peperangan ini memakai penutup kepala, sehingga para sahabat mengira ia adalah kelompok musyrikin.

 
Peristiwa syahidnya ayah beliau ini disaksikan sendiri oleh Hudzaifah bin al-Yaman dari kejauhan, beliau melihat pedang sedang terhujam kepada ayahnya, dan beliau berteriak, ayahku!
 
 

Peristiwa syahidnya ayah beliau ini disaksikan sendiri oleh Hudzaifah bin al-Yaman dari kejauhan, beliau melihat pedang sedang terhujam kepada ayahnya, dan beliau berteriak, ayahku!

Ayahku! Jangan, dia ayahku! Namun, qadha Allah telah terjadi, dan tatkala para sahabat menyadari apa yang terjadi, mereka hanya bisa diam membisu penuh duka.

Dengan sikap kasih sayang dan pemaafan, Hudzaifah memandangi para sahabat karena ia tahu bahwa kejadian itu merupakan kekhilafan. Hudzaifah kemudian berucap, semoga Allah meng ampuni kalian, sungguh ayahku ini adalah sebaik-baik penyayang.

Kemudian, dengan pedang terhunus, Hudzaifah maju menuju medan perang yang sedang berkecamuk untuk menumpas kaum musyrikin. Berita ketabahan Hudzaifah ini akhirnya sampai ke telinga Rasulullah SAW.

Pada saat itu, Rasul memerintahkan para sahabat yang tanpa sengaja membunuh ayah Hudzaifah untuk membayar diyat atas kekhilafan mereka.

Namun, Hudzaifah menolak untuk menerima diyat tersebut. Dia justru meminta diyat tersebut untuk dibagikan kepada kaum Muslimin.

 
Sebutan ini tidaklah berlebihan karena Hudzaifah adalah salah satu sahabat yang dipercaya oleh Rasulullah untuk menyimpan beberapa informasi penting dan rahasia.
 
 

Setelah peristiwa itu, Rasulullah SAW makin kagum dan sayang kepada Hudzaifah bin al-Yaman. Sebelum Perang Uhud terjadi, Hudzaifah bersama ayahnya juga hendak bergabung dengan barisan kaum muslimin dalam Perang Badar, tapi dalam perjalanan mereka ditahan oleh musuh dan tidak bisa ikut perang.

Imam adz-Dzahabi menyebut Hudzaifah bin al-Yaman dalam kitabnya Siyar A'lam An Nubala dengan sebutan "Shahibus Sirri" alias Sang Pemilik Rahasia. Sebutan ini tidaklah berlebihan karena Hudzaifah adalah salah satu sahabat yang dipercaya oleh Rasulullah untuk menyimpan beberapa informasi penting dan rahasia.

Adz-Dzahabi menulis bahwa Rasulullah SAW memberikan informasi rahasia kepada Hudzaifah tentang data orang-orang munafik di sekitar Rasul, juga beberapa konspirasi yang mereka rencanakan atas kaum Muslimin.

Hadratusy Syaikh Achmad Asrori al-Ishaqi tatkala mendiskusikan bab al-Ilmu Zahirun wa Bathinun(Dimensi Eksoteris dan Esoteris Ilmu) dalam kitab Al-Muntakhobat juga mengutip hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dari Hudzaifah bin al-Yaman. Rasulullah SAW pernah berkhutbah tidak ada sesuatu pun yang bakal terjadi hingga datang hari kiamat kecuali beliau jelaskan saat (beliau berdiri) itu.

"Maka hafallah orang yang hafal dan lupalah orang yang lupa", dan para sahabat telah mengetahui hal itu. "Sungguh, aku dapat mengingat apa yang disampaikan saat itu, seba gaimana seorang laki-laki yang mengingat wajah orang yang pergi kemudian bertemu lagi," Rasulullah melanjutkan.

 
Dua riwayat di atas menggambarkan dengan begitu gamblang bagaimana kedudukan dan kecerdasan Hudzaifah bin al-Yaman. 
 
 

Dua riwayat di atas menggambarkan dengan begitu gamblang bagaimana kedudukan dan kecerdasan Hudzaifah bin al-Yaman. Bahwa beliau banyak mengetahui dimensi-dimensi esoteris dalam Islam sejak awal. Mengenai kelebihan yang dimiliki oleh Hudzaifah ini, beberapa sahabat senior pun memberikan pengakuan dan apresiasi.

Sahabat Umar misalnya, tatkala ia tahu bahwa Hudzaifah mempunyai informasi mengenai data orang-orang munafik di sekitar Nabi Muhammad.

Abu Hafs memberanikan diri untuk bertanya langsung, Apakah namaku masuk dalam data orang-orang munafik, wahai Hudzaifah? Tidak, jawab Hudzaifah. Ketahuilah, wahai Umar, aku tidak akan memberitahukan informasi ini kepada siapapun setelah engkau, tambahnya.

Dalam kesempatan yang lain, sahabat Ali bin Abu Thalib pernah ditanya me ngenai Hudzaifah bin al-Yaman, beliau menjawab, Ia (Hudzaifah) mengetahui data tentang orang-orang Mu nafik di sekitar Rasul, dan andai kalian bertanya kepada tentang konspirasi-konspirasi yang mereka rencanakan, niscaya ia (juga) mengetahuinya.


Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

Hudzaifah banyak meriwayatkan hadis karena kedekatan secara personal dan spiritual dengan Rasulullah SAW.

SELENGKAPNYA

Samarkand Era Gemilang

Kota Samarkand menjadi pusat kekuasaan Dinasti Timuriyah pada abad silam.

SELENGKAPNYA

Telusur Sejarah Kota Samarkand

Samarkand dikuasai pelbagai dinasti sebelum mencapai masa keemasan.

SELENGKAPNYA
×