Warga berswafoto dengan latar Masjid Agung Baitul Makmur di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (6/4/2022). Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh menjadi salah satu tempat favorit bagi warga untuk menunggu waktu berbuka puasa bersama keluarga. | ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.

Kabar Ramadhan

Ramadhan Momentum Hangatkan Keluarga

Menciptakan kedekatan keluarga merupakan perintah syariat.

OLEH ALI YUSUF

Tak hanya jadi momen meningkatkan spirit ibadah, bulan suci Ramadhan juga merupakan saat yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas hubungan antaranggota keluarga di rumah. Sebab, saat Ramadhan, banyak momen yang membuat keluarga semakin akrab.

Pengasuh Pondok Pesantren Integrasi Quran PPIQ-368, Bandung, KH Iskandar Mirza menjelaskan asal kata 'akrab'. Dia menyampaikan, sesungguhnya 'akrab' berasal dari akar kata ‘qoroba’ yang artinya dekat. Kata ini juga merupakan kata yang digunakan untuk menunjukkan kedekatan Allah SWT dengan hamba-Nya.

"Sehingga dalam urutan ayat yang menyeru pada orang-orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa, tersambung ayat yang artinya: "Apabila hamba-Ku, bertanya tentang Aku, (Wahai Muhammad), katakanlah ‘Fainni qorib’ (sesungguhnya Aku dekat)," tutur Kiai Mirza saat dihubungi Republika, belum lama ini.

Master Trainer di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Motivasi Spiritual Qurani (MSQ) ini menyampakkan, kata 'qorib' yang dimaksud dalam ayat ini adalah bahwa orang-orang yang dalam keadaan shiyam, doanya didengar. Karena saat berpuasa seorang hamba sangat dekat dengan Tuhannya.

"Momen ini harus dijadikan sebagai ajang untuk memperbanyak doa di bulan Ramadhan, karena dekatnya doa orang berpuasa dengan Tuhannya," katanya.

Kedekatan seseorang yang dalam keadaan shiyam dengan Tuhannya, seharusnya juga berefek dekatnya seseorang pada semua makhluk ciptaan Allah, apalagi dengan keluarga. Kiai Mirza menegaskan, inti puasa adalah menjaga, bukan sekedar menjaga diri, tapi juga keluarga dan lingkungan sosial. Dalam upaya saling menjaga itu, maka langkah utamanya adalah membangun konsep silaturahim lahir batin.

"Lahirnya saling berkunjung, batinnya saling mendoakan," katanya.

photo
Ahmad Fauzi (kanan) bersama keluarganya melaksanakan shalat tarawih di rumahnya di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2021). - (Republika/Thoudy Badai)

Di masa pandemi yang paling menyeramkan sesungguhnya bukan Covid-nya, melainkan hilangnya konsep silaturahim. Padahal silaturahim dapat memanjangkan umur dan memberkahi rezeki.

"Inilah saat yang tepat untuk membangun keakraban keluarga dan umat melalui keberkahan Ramadhan, Insya Allah," ujar dia.

Sementara, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas menyampaikan bahwa menjaga kedekatan keluarga merupakan perintah Allah SWT yang diabadikan dalam Alquran surah at-Tahrim ayat 6, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."

"Jadi kita oleh Allah SWT telah disuruh untuk menjaga dan memelihara diri serta keluarga dan masyarakat kita dari api neraka atau dari hal-hal yang akan bisa mengganggu dan mengusik keselamatan dan kebahagiaan kita, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat," kata Buya Anwar.

Agar hal itu bisa kita dapatkan, maka di antara ketentuan yang harus kita lakukan adalah mengikuti apa yang telah difirmankan Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 103: "Dan berpegang teguhlah kalian pada tali Allah dan jangan berpecah belah."

Hal itu artinya, menurut Buya Anwar, Allah SWT telah memerintahkan kalau kita ingin hidup selamat di dunia dan akhirat, baik dalam skala kehidupan diri sendiri atau dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, maka kita harus selalu berpegang teguh kepada firman-firman-Nya dan jangan sekali-kali kita itu berpecah-belah.

Lebih lanjut Buya Anwar mengatakan, rumah tangga merupakan unit masyarakat yang terkecil. Namun, kehidupan di rumah tangga dalam Islam menempati posisi yang sangat penting dalam menciptakan hubungan keakraban di masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, salah satu sarana yang diharapkan dapat mendorong terwujudnya keluarga yang hangat dan akrab adalah melalui ibadah puasa Ramadhan. Sebab, saat Ramadhan ini keimanan kita ditempa dan pertemuan antaranggota keluarga lebih intensif dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.

"Diharapkan pada bulan Ramadhan ini seluruh anggota keluarga bisa berkumpul ketika berbuka puasa dan sahur," katanya.

Dengan demikian, interaksi dan komunikasi di antara anggota keluarga lebih efektif, apalagi jika mereka bisa bersama-sama shalat jamaah Tarawih di masjid ataupun di rumah. "Hal  ini jelas akan memiliki arti dan makna yang sangat besar dalam menciptakan keakraban dan kebersamaan di dalam keluarga," katanya.  

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mutiara Ramadhan

Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke surga melalui pintu tersebut... HR ALBUKHARI No.1896

HIKMAH RAMADHAN

Image

Memahami Makna Ramadhan

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
Oleh

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.