Suasana Ramadhan di Mesir | Youtube

Lensa Ramadhan

07 Apr 2022, 10:22 WIB

Asal-usul di Balik Semaraknya Lentera Ramadhan di Mesir

Lentera Ramadhan menjadi tradisi kebanggaan masyarakat Muslim Mesir.

OLEH ZAHROTUL OKTAVIANI 

Beberapa meter dari Masjid al-Sayeda Zeinab di Kairo (Mesir), Amina, seorang nenek dari lima cucu sibuk menawar harga lentera Ramadhan. Dia berencana memberikan lentera itu kepada sanak saudaranya.

Sejak memiliki cucu pertama pada 2010, dia sangat berhati-hati dengan hadiah tahunan ini. Setiap kehadiran cucu baru, dia akan membeli satu lentera lagi.

"Aku terkejut. Lentera jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu, dan itu hanya lentera Ramadhan yang membawa kegembiraan bagi anak-anak. Mengejutkan bagaimana harganya telah meningkat selama bertahun-tahun,” kata Amina, seperti dikutip dari laman Ahram Online, Selasa (5/4) waktu setempat.

Di Kairo, Mesir, keberadaan lentera Ramadhan menjadi suatu dekorasi khas, simbol menyambut kedatangan bulan suci. Seorang penjual lentera Ramadhan di Masjid Sayeda Zeinab, Amer, menyebut, awalnya lampion merupakan mainan anak-anak untuk dibawa-bawa. Saat ini, meski anak-anak diberikan lentera, mereka akan menyimpannya di meja sebagai sebuah hiasan.

Ada banyak kisah tentang bagaimana tradisi ini dimulai di Mesir sekitar abad ke-10. Beberapa dikaitkan dengan periode Arab-Muslim lainnya. Sementara itu, yang lain dikaitkan dengan norma-norma sosial. 

Salah satu kisah menyebut lentera Ramadhan tradisional atau fanous semula merupakan hiasan yang digunakan selama festival tahunan pada masa Mesir kuno. Festival digelar untuk merayakan kelahiran dewa-dewa terkemuka di jajaran Firaun, seperti Osiris, Horus, Isis, Seth, dan Nephthys.

Penggunaannya dalam mendekorasi rumah dan ruang publik untuk menyambut Ramadhan berawal dari penaklukan Fatimiyah di Mesir. Al Muizz Lideenillah, yang merupakan Khalifah Fatimiyah keempat dan nama salah satu jalan paling terkenal di Islamic Cairo, tiba di Mesir selama Ramadhan. Konon dia disambut oleh penduduk asli dengan memegang lentera.

Menurut Amer, yang telah berkecimpung dalam bisnis ini selama lebih dari 40 tahun, pada akhir 1980-an dan 1990-an lentera tradisional yang terbuat dari baja dan kaca mulai ketinggalan zaman. Mereka kalah dengan versi buatan China, yang dinyalakan dengan lampu mini listrik. Beberapa bahkan mengeluarkan bunyi lagu-lagu Ramadhan tradisional saat disentuh.

Dilansir di The Nastional News pada awal April, selama beberapa dekade terakhir, banyak lentera yang dibuat dalam bentuk tokoh budaya pop dan karakter kartun. Ada pula yang dihiasi dengan gambar pemain dan atlet terkemuka, termasuk wajah bintang sepak bola seperti Mohamed Salah. Lentera dengan desain modern dijual dengan harga lebih murah dibandingkan desain tradisional kelas atas yang lebih rumit.

photo
Warga di Kairo, Mesir, berbagi makanan pada Selasa (22/3/2022). - (AP/Amr Nabil)

Pada 2000-an, ada pergeseran model lentera yang kembali ke bentuk asli. Menurut Amer, hal ini terjadi akibat pergeseran fungsi lampion, dari mainan menjadi barang dekoratif. 

"Gelombang baru ini juga tidak hanya tentang individu, tetapi juga tentang restoran dan hotel yang memilih memasang dekorasi Ramadhan untuk kegiatan buka puasa dan sahur mereka," ujarnya.

Menurut sejarawan Islam era Mamluk, Taqi al-Maqrizi, lentera adalah bagian yang sangat umum dari perayaan di Mesir, bahkan untuk agama lain. Meski keberadaan lentera tidak disebutkan dalam kitab suci Islam, ia telah menjadi bagian penting dari perayaan Ramadhan di Mesir.

“Tidak jelas bagi saya apa yang hukum Islam pikirkan tentang fanous, tapi saya pikir hiasan ini punya peran penting dalam perayaan Ramadhan di Mesir,” kata instruktur dan dermawan Alquran, Sonia Fahmy.

Lentera menjadi elemen dekoratif yang membuat tradisi keagamaan lebih semarak. Negara-negara Arab lain, seperti Yordania, Lebanon, dan UEA memasukkan dekorasi fanous ke dalam perayaan Ramadhan mereka, meskipun tidak pada tingkat yang sama seperti Mesir. 


Pesan Antirasialis Kisah Bilal bin Rabah

Kemuliaan Bilal pun sampai kepada surga. Nabi SAW bahkan mendengar suara langkah sandal Bilal di sana.

SELENGKAPNYA

Menyadari Adanya Problem

Memahami dan mengidentifikasi personal problems berarti separuh problem dan beban hidup sudah terselesaikan.

SELENGKAPNYA

Pertamina: Konsumsi Pertalite Naik

Pertamina mengeklaim stok Solar dan Pertalite berstatus aman di SPBU.

SELENGKAPNYA
×