Muslimah membaca Al Quran saat beriktikaf di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Senin (3/5/2021). | SYIFA YULINNAS/ANTARA FOTO

Kabar Ramadhan

Gapai Ampunan Ilahi di Bulan Suci Ramadhan

Kebanyakan manusia puasa dari yang halal, tapi tidak puasa dari yang haram.

OLEH FUJI E PERMANA

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai syahrul maghfirah atau bulan ampunan. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan bulan penuh ampunan ini dengan sebaik-baiknya. Sebab, di bulan suci ini, dosa-dosa kita yang telah lalu bisa diampuni Allah SWT.

"Imam Muslim meriwayatkan hadis Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," kata Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi.  

Dalam hadis lain disebutkan, barang siapa yang melaksanakan shalat malam pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah SWT.

"Dua hadis ini menunjukan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan. Umat Islam yang berpuasa dengan baik, benar dan ikhlas, serta didasari oleh keimanan kepada Allah SWT maka akan diampuni dosa-dosanya, karena itu bulan Ramadhan disebut dengan syahrul maghfirah," kata Kiai Zubaidi kepada Republika, belum lama berselang.

 
photo
Umat muslim berdoa saat ziarah Makam Sunan Kalijaga, Demak, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022). Peziarah ke Makam Sunan Kalijaga akan ramai setiap Bulan Syaban atau sebelum Ramadhan. Mereka yang berziarah kebanyakan dari luar Demak. Wisata religi ke Makam Sunan Kalijaga ini adalah destinasi favorit wisatawan di Demak. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Ia menjelaskan, seandainya ada orang yang berpuasa Ramadhan dengan baik tapi tidak mendapatkan Lailatul Qadar, tetap orang tersebut akan mendapatkan ampunan. Kiai Zubaidi menyampaikan, ada juga yang mengatakan bahwa bulan Ramadhan awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan sepertiga terakhirnya adalah terbebas dari api neraka.

"Ini juga menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan," ujar dia.

Sementara, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali, menyampaikan, ketika Allah membicarakan tentang surga juga sering membicarakan ampunan. Di dalam Alquran dijelaskan bahwa surga adalah anugerah dari Allah Yang Maha Pengampun dan Penyayang.

"Sehingga kemudian para ulama menyimpulkan bahwa tidak mungkin seorang manusia bisa masuk ke surga tanpa ampunan dan kasih sayang Allah," kata Kiai Athian.

Ia mengingatkan, perjalanan hidup manusia per detiknya akan dihisab di akhirat. Maka, kalau menghitung dosa manusia per detik yang akan dihisab, bayangkan matanya sudah melihat apa saja, telinganya sudah mendengar apa saja, lidahnya sudah bicara apa saja, akalnya sudah dipakai untuk berpikir apa saja, tangannya dan kakinya sudah melakukan apa saja selama hidup di dunia.

‘’Kalau memikirkan itu semua, jika tanpa ampunan Allah Yang Maha Pengampun maka siapa yang bisa masuk surga?’’ katanya.

Karena itu, ampunan dan kasih sayang dari Allah bagaikan satu tiket dengan keimanan dan ketakwaan yang bisa membuat seseorang masuk surga. ‘’Tentu ampunan ini hanya akan diperoleh seseorang yang bertaubat, asalkan taubatnya memenuhi syarat taubat nasuha maka diampuni dosa-dosanya," ujar Kiai Athian.

Ampunan, menurut dia, juga bisa diperoleh seseorang secara otomatis ketika ibadahnya diterima oleh Allah. Misalnya, ibadah shalatnya diterima, ibadah hajinya diterima, dan ibadah puasanya diterima maka diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.

photo
Umat muslim membaca surah Yasin di malam nisfu Syaban 15 Syaban 1443 Hijriah di Masjid Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/3/2022). - (ANTARA FOTO/Suwandy)

Jadi, lanjut Kiai Athian, ada dua bentuk ampunan dari Allah. Pertama, ampunan diperoleh karena seseorang meminta ampunan kepada Allah sambil bertaubat. Kemudian Allah menerima taubatnya dan mengampuninya. Kedua, ampunan diperoleh seseorang secara otomatis ketika ibadah yang dilaksanakan oleh hamba-Nya diterima oleh Allah.

"Bulan Ramadhan adalah bulan yang dalam janji Allah adalah waktu mengampuni dosa-dosa manusia ketika ibadah puasanya diterima. Maka kuncinya bagaimana supaya taubatnya diterima dan ibadahnya di bulan puasa diterima oleh Allah, supaya mendapat ampunan dari Allah," jelas Kiai Athian.

Ia mengingatkan, Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa kebanyakan orang puasa tidak makbul, kebanyakan orang puasa hanya memperoleh haus dan lapar. Hanya sedikit sekali orang-orang yang puasanya diterima.

Ia menekankan, syariatnya puasa harus menahan haus dan lapar. Hakikatnya harus puasa dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. ‘’Apa artinya puasa dari yang halal tapi tidak puasa dari yang haram. Menurut Nabi Muhammad SAW, kebanyakan manusia puasa dari yang halal tapi tidak puasa dari yang haram.’’

Remaja Masjid Siapkan Program Unggulan pada Ramadhan

Semua kegiatan remaja masjid pada Ramadhan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

SELENGKAPNYA

Nilai Kebaikan di Balik Tradisi Balimau 

Ada banyak nilai kebaikan dalam tradisi Balimau.

SELENGKAPNYA

Permintaan Dodol Betawi Jelang Ramadhan

Eksistensi dodol Betawi kerap kali muncul kepermukaan ketika moment tertentu.

SELENGKAPNYA