Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (28/5/2021). | ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Ekonomi

22 Mar 2022, 13:07 WIB

GoTo Perpanjang Periode Bookbuilding

Perpanjangan masa penawaran awal GoTo agar dapat menjangkau lebih banyak investor

JAKARTA -- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memutuskan untuk memperpanjang periode waktu penawaran awal saham atau bookbuilding hingga Kamis (24/3). Proses penawaran awal semula dijadwalkan berlangsung hingga 21 Maret 2022.

Corporate Secretary GoTo Koesoemohadiani atau disapa Diani mengatakan, perpanjangan masa penawaran awal ini dilakukan agar dapat menjangkau lebih banyak investor khususnya dari kalangan konsumen dan pedagang dalam ekosistem GoTo. Kalangan tersebut mendapatkan alokasi pemesanan melalui program Saham Gotong Royong.

"Program Saham Gotong Royong ini merupakan yang pertama kali di pasar modal Indonesia sehingga dibutuhkan waktu untuk masyarakat, terutama para

konsumen dan pedagang di ekosistem GoTo untuk dapat lebih memahami mekanisme pemesanan saham, mempertimbangkan keputusan investasi dengan baik, serta dapat menyelesaikan seluruh proses penyampaian minat awal," kata Diani, Senin (21/3).

Diani mengatakan, proses initial public offering (IPO) GoTo tetap mendapatkan respons positif dari calon investor. Tingginya antusiasme ini didorong oleh terbukanya kemudahan akses berpartisipasi dalam penawaran awal melalui skema alokasi untuk para konsumen dan pedagang dalam platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Menurut Diani, minat para calon investor dalam enam hari pertama periode penawaran awal terlihat dari laman undangan berinvestasi yang telah dibaca hingga 11 juta kali di aplikasi Gojek, Tokopedia, dan GoBiz.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Gojek Indonesia (gojekindonesia)

Selain itu, struktur rencana IPO GoTo juga dirancang untuk menarik kepercayaan calon investor, seperti skema opsi penjatahan lebih dalam rangka stabilisasi harga (greenshoe) dan penerapan saham dengan hak suara multipel (SHSM) yang dapat memastikan terjaganya visi dan misi jangka panjang perusahaan. Hal itu turut mendorong minat calon investor terhadap saham GoTo.

Direktur Utama PT IndoPremier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, langkah IPO yang dilakukan GoTo menunjukkan keyakinan perseroan terhadap kekuatan pasar modal dan kondisi makro Indonesia yang kondusif. "Antusiasme tinggi para calon investor dalam menyambut rencana IPO GoTo menunjukkan kepercayaan mereka terhadap GoTo sebagai ekosistem digital terintegrasi terbesar di Indonesia," kata Moleonoto.

Pemesanan saham melalui skema program Saham Gotong Royong dapat dilakukan melalui tiga platform investasi mitra GoTo, yaitu IPOT atau Indopremier Sekuritas, Trima dari Trimegah Sekuritas, dan Paham dari Nilai Inti Sekuritas. Pemesanan saham IPO juga dapat dilakukan dengan mekanisme e-IPO. Dengan perpanjangan periode penawaran awal hingga 24 Maret 2022, GoTo menargetkan bisa melakukan penawaran umum pada pekan pertama April 2022.

photo
Mitra layanan ojek daring Gojek menunggu penumpang di di penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

GoTo berencana melantai di bursa dengan melepas sebanyak 52 miliar lembar saham. Dari IPO tersebut, GoTo diperkirakan akan menggalang dana sebanyak-banyaknya Rp 17,99 triliun. Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Andre Sulistyo mengatakan, sebagian besar dana akan digunakan untuk modal kerja perusahaan termasuk anak usaha.

"Dana akan digunakan untuk modal kerja untuk mendukung strategi pertumbuhan perusahaan baik dalam bentuk user acquisition, user engagement, maupun mengakselerasi penetrasi produk yang baru diluncurkan," kata Andre.

Selain itu, lanjut Andre, dana hasil IPO juga akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan sumber daya yang tepat. Dengan rencana strategi bisnis ke depan, menurut Andre, GoTo harus banyak berinvestasi untuk membangun kekuatan infrastruktur teknologi dan sumber data agar dapat mengeksekusi bisnis dengan baik. Detail alokasi dana hasil IPO tersebut antara lain sekitar 30 persen akan digunakan oleh GoTo, sekitar 30 persen akan dialokasikan kepada Tokopedia, dan sekitar 25 persen akan dialokasikan kepada PT DAB atau Gopay. 

';

×