Bank BRI | Youtube

Ekonomi

15 Mar 2022, 08:34 WIB

BRI Targetkan Kredit di Atas 10 Persen

BRI mendapatkan alokasi sebesar Rp 260 triliun atau 70 persen dari total kredit usaha rakyat 2022.

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kenaikan penyaluran kredit yang signifikan pada awal 2022. Hal ini didorong masa pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung akibat pandemi Covid-19.

BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar sembilan persen sampai 11 persen pada tahun ini. Tercatat pada Januari 2022, perseroan menyalurkan kredit 7,3 persen atau tumbuh 14 persen khusus kredit mikro.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, pada tahun ini perseroan optimistis penyaluran kredit dapat tumbuh lebih baik dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Emiten berkode saham BBRI itu menargetkan, hingga akhir tahun ini, kredit dapat tumbuh sembilan persen sampai 11 persen. 

“Strateginya yakni dengan selective growth dengan fokus pertumbuhan pada segmen UMKM dan ultramikro. Fokus penyaluran kredit BRI. Ke depan, segmen UMKM, khususnya sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, aktivitas jasa keuangan, real estate, aktivitas kesehatan, dan kesenian hiburan,” ujar ketika dihubungi Republika, Senin (14/3).

Sebagai penyalur kredit terhadap UMKM terbesar di Indonesia, perseroan akan terus fokus terhadap pemberdayaan UMKM, salah satunya melalui pembiayaan. Sebagai informasi, pada kuartal IV 2021 tercatat portofolio kredit UMKM sebesar 83,86 persen dibandingkan dengan total penyaluran kredit BRI dan proporsi kredit UMKM BRI akan terus didorong naik 85 persen.

Menurut Aestika, ada dua strategi BRI untuk memberdayakan dan mengembangkan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertama, menaikkelaskan nasabah existing, dengan melakukan berbagai program edukasi dan pendampingan. 

Kedua, menyasar segmen yang lebih kecil, yakni ultramikro, sebagai pertumbuhan baru. Dengan go smaller, go shorter, go faster, perseroan akan mampu menyasar segmen yang lebih kecil, dengan proses yang lebih cepat dan efisien dengan adanya digitalisasi. 

“Dengan strategi tersebut, perseroan dapat melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin. Hal tersebut dapat dicapai dengan digitalisasi layanan perbankan sehingga semua akan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Aestika. 

Selain itu, BRI menilai saat ini yang lebih dibutuhkan oleh UMKM sebetulnya bukan advokasi, melainkan edukasi. Adapun edukasi yang harus diberikan berupa semangat entrepreneurship karena tidak semua UMKM memiliki semangat tersebut. Kemudian, UMKM perlu dibekali ilmu administrasi manajerial untuk mengatur keuangan, mengakses informasi, mengakses pasar, dan mengakses permodalan. 

BRI mendapatkan alokasi sebesar Rp 260 triliun atau 70 persen dari total kredit usaha rakyat (KUR) nasional yang akan disalurkan pada 2022. “BRI sebagai bank dengan portofolio UMKM terbesar ini optimistis akan dapat mencapai target KUR 2022 hingga akhir tahun," kata Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.

Ia mengungkapkan, berbagai strategi telah dirancang untuk memenuhi target penyaluran KUR 2022 sehingga pihaknya optimistis kapasitas dan kemampuan BRI dapat mengantarkan perseroan mencapai target penyaluran KUR tersebut.

Selama ini BRI terus menjalankan strategi untuk mewujudkan business process yang optimal dan efisien. Keduanya terbukti berhasil mendukung upaya BRI dalam menyalurkan kredit pada segmen mikro, termasuk KUR,” ungkapnya.

Selain itu, BRI juga menerapkan digitalisasi untuk menyalurkan kredit sehingga lebih efisien dan tepat sasaran. Dengan memanfaatkan keunggulan informasi dan teknologi, BRI mampu menjaga bottom line yang solid dengan return yang optimal.

Optimisme BRI dalam menyalurkan KUR tahun ini didasarkan pada realisasi penyaluran KUR sepanjang tahun 2021. Hingga akhir Desember 2021, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 194,9 triliun kepada 6,5 juta debitur.

"Jumlah tersebut mencapai 99,65 persen dari kuota KUR yang ditetapkan oleh pemerintah dan dialokasikan kepada BRI tahun 2021, yakni sebesar Rp195,59 triliun," kata Catur. 

Penyaluran KUR BRI sepanjang 2021 tersebut juga tercatat naik 40,7 persen year on year dibandingkan dengan penyaluran per Desember 2020 yang mencapai sebesar Rp 138,5 triliun.

BRI pun mencatat jumlah nasabah baru untuk KUR Mikro mencapai 61persen dari total nasabah hingga Desember 2021. Sementara itu, pada saat yang sama, nasabah baru KUR Supermikro mencapai 97,6 persen. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BANK BRI (bankbri_id)


×