Eskalator yang tidak difungsikan di Pasar Baroe Square, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Pusat perbelanjaan tersebut kini sepi dari pengunjung dan pedagang karena terdampak pandemi Covid-19 dan kalah saing dengan pusat perbelanjaan modern lainnya. | Republika/Putra M. Akbar

Internasional

24 Feb 2022, 03:45 WIB

WHO: Kasus Baru Covid-19 Turun

Varian baru Covid-19 masih mungkin muncul jika virus dibiarkan menyebar tanpa kendali.

JENEWA -- Jumlah kasus baru virus korona di seluruh dunia turun 21 persen dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (22/2), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, hal ini menandai penurunan kasus Covid-19 global selama pekan ketiga berturut-turut.

WHO mencatat lebih dari 12 juta infeksi Covid-19 pada pekan lalu. Sementara jumlah kematian akibat Covid-19 turun 8 persen menjadi sekitar 67 ribu di seluruh dunia. Ini adalah pertama kalinya tingkat kematian pekanan turun sejak awal Januari.

Pasifik Barat adalah satu-satunya wilayah yang mengalami peningkatan kasus Covid-19, dengan lonjakan 29 persen. Sementara jumlah infeksi di tempat lain turun secara signifikan.

Jumlah kematian baru akibat Covid-19 meningkat di Pasifik Barat dan Afrika, sementara di tempat lain menurun.  Jumlah kasus baru Covid-19 tertinggi terlihat di Rusia, Jerman, Brasil, AS, dan Korea Selatan.

WHO mengatakan, omikron tetap menjadi varian yang sangat dominan di seluruh dunia, terhitung lebih dari 99 persen dari urutan yang dibagikan dengan basis data virus terbesar di dunia. Sedangkan delta adalah satu-satunya varian signifikan lainnya, yang terdiri kurang dari 1 persen dari urutan bersama.

WHO juga melaporkan bahwa vaksinasi booster secara substansial meningkatkan efektivitas terhadap varian omikron. Tetapi WHO mengatakan, masih diperlukan lebih banyak rincian tentang ketahanan perlindungan vaksinasi booster.

Sebelumnya WHO mengatakan, tidak ada bukti bahwa booster diperlukan untuk orang sehat. WHO meminta kepada negara-negara kaya untuk tidak menawarkan dosis ketiga sebelum membaginya kepada negara-negara miskin.

Pejabat kesehatan telah mencatat bahwa omikron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian Covid-19 sebelumnya. Di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, omikron telah menyebar luas.

Tetapi rawat inap Covid-19 dan tingkat kematian tidak meningkat secara substansial. Para ilmuwan memperingatkan bahwa, masih ada kemungkinan muncul varian Covid-19 yang lebih menular dan mematikan, jika virus dibiarkan menyebar tanpa kendali.

photo
Petugas pemikul jenazah mengenakan alat pelindung diri (APD) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (23/2/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Kepala WHO Eropa, Hans Kluge mengatakan, kawasan Eropa sekarang memasuki babak akhir pandemi Covid-19. Sejumlah negara telah mengakhiri fase akut pandemi.

Pekan ini, Inggris mengumumkan akan menghapus semua pembatasan Covid-19. Sementara awal bulan ini, Swedia meninggalkan pengujian skala luas untuk Covid-19 bahkan pada orang dengan gejala. Pihak berwenang Swedia mengatakan, biaya pengujian dan biaya pembatasan pandemi tidak berimbang.

Sedangkan Pemerintah Hong Kong akan meningkatkan pengujian Covid-19 kepada warganya sebanyak tiga kali mulai Maret mendatang. Langkah ini diambil untuk memutus penularan kasus Covid-19, yang didorong oleh varian omikron.

COVAX kelebihan pasokan

Proyek global untuk berbagi vaksin Covid-19, COVAX, mengalami kelebihan pasokan vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya. Kini masalahnya adalah permintaan yang lebih rendah dari pada pasokan yang ada.

Namun, negara-negara miskin masih menghadapi rintangan seperti kesenjangan dalam kekurangan pendingin, keraguan terhadap vaksin, dan kekurangan uang untuk mendukung jaringan distribusi.

Menurut dokumen pada pertengahan Februari, program vaksin global yang dijalankan oleh Gavi dan WHO ini memiliki 436 juta vaksin untuk dialokasikan ke negara-negara yang membutuhkan pada Januari lalu.

Namun, negara-negara berpenghasilan rendah hanya mengajukan 100 juta dosis untuk distribusi pada akhir Mei. Rendahnya permintaan vaksin pada alokasi Januari sebagian karena pasokan baru-baru ini meningkat.

Menurut Dokumen dari Grup Vaksin Independen COVAX, ini pertama kalinya dalam 14 putaran alokasi yang pasokannya melebihi permintaan. Namun, Gavi mengakui bahwa masalahnya justru pada proses vaksinasi yang tersendat di sejumlah negara berkembang.

Sumber : Reuters/Associated Press


×