Haedar Nashir | Daan Yahya | Republika

Khazanah

Haedar Nashir: Banyak Ilmuwan Hebat di Negeri Ini

Penilaian AD Scientific Index ini didasarkan pada produktivitas ilmiah para ilmuwan dalam lima tahun terakhir.

JAKARTA – Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir masuk dalam daftar Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia versi Alper-Doger (AD) Scientific Index Tahun 2022. Penilaian AD Scientific Index ini didasarkan pada kinerja ilmiah dan nilai tambah dari produktivitas ilmiah para ilmuwan dalam lima tahun terakhir.

"Saya terdaftar di nomor 37 ilmuwan sosial di Indonesia, terima kasih, meski merasa belum menjadi ilmuwan yang top. Sebab, masih banyak ilmuwan hebat di negeri ini, termasuk para guru besar dan rektor di kampus-kampus, para budayawan, dan pemikir lainnya," kata dia kepada Republika, Selasa (15/2).

Apalagi, kata Haedar, anak-anak muda Indonesia juga sudah tumbuh menjadi ilmuwan-ilmuwan di berbagai bidang. Tentu ini penting bagi masa depan Indonesia untuk berlomba dalam kebaikan dengan bangsa lain.

"Saya juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi banyak pihak dari dalam Muhammadiyah maupun saudara sebangsa. Ungkapan apresiasi dan terima kasih merupakan bagian dari merawat kebaikan sesama kita sebagai keluarga besar bangsa, sekaligus bagi orang beriman tentu bersyukur atas karunia Allah," ujar dia.

photo
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan kuliah umum usai peluncuran buku Agama, Demokrasi, dan Politik Kekerasan di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Selasa (16/11). Buku ini merupakan karya dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah yang bekerjasama dengan Penerbit Republika. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Bagi Muhammadiyah dan warga bangsa, lanjut Haedar, terpilihnya 100 ilmuwan tersebut mengandung makna penghargaan sekaligus membuka ruang bagi kiprah dunia ilmu dan para ilmuwan Indonesia yang sangat penting dalam kehidupan bangsa-bangsa. Dia juga mengingatkan, ilmu dan teknologi plus moral merupakan pilar peradaban bangsa-bangsa.

Muhammadiyah, kata dia, termasuk organisasi Islam yang menghargai ilmu dan para alim atau mereka yang berilmu. Hal ini sebagai ciri dari pandangan Islam berkemajuan. Haedar menambahkan, bagi para ilmuwan sosial Indonesia, baik yang terdaftar di indeks dunia maupun tidak, tentu terdapat kepentingan bagaimana memfungsikan pendekatan-pendekatan sosial yang simultan untuk membangun Indonesia.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti mengapresiasi capaian yang diraih Haedar. Ia mengungkapkan, turut bangga dan berbahagia atas prestasi akademik tersebut.

“Beliau adalah sosok teladan dan salah seorang pimpinan serta pemikir Muhammadiyah yang sangat produktif menulis," kata Mu’ti.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Persyarikatan Muhammadiyah (lensamu)

Ia mengatakan, pemeringkatan dalam berbagai bidang keilmuan merupakan indikator yang relatif objektif terhadap capaian seseorang atau lembaga pada bidang tertentu. Mu’ti juga memberikan pesan-pesan kepada generasi muda dalam bidang akademik. Ia menyampaikan, generasi muda perlu membiasakan diri membaca, berpikir, dan menuangkan gagasan dalam berbagai karya tulis.

"Indonesia memerlukan ilmuwan yang berkualitas dan berkelas dunia sebagai salah satu prasyarat memajukan bangsa dan negara," kata dia.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 743.755 ilmuwan dari 14.194 perguruan tinggi di 216 negara masuk dalam pemeringkatan yang dikeluarkan AD Scientific Index 2022. Sebanyak 1.273 ilmuwan di antaranya merupakan ilmuwan dari Indonesia.

photo
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dalam peringkat AD Scientific Index - Scientist Rankings - 2022 - (AD Scientific Index 2022)

Dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, pemeringkatan ilmuwan terbaik di dunia ini disusun berdasarkan total skor indeks-h. Indeks-h adalah tolok ukur ilmuwan berdasarkan karya ilmiah yang paling banyak dikutip dan jumlah kutipan yang diterima dari publikasi lain.

Cakupannya meliputi bidang ilmu pertanian dan kehutanan, seni, desain dan arsitektur, bisnis dan manajemen, ekonomi, ekonometri, pendidikan, teknik dan teknologi, sejarah, filsafat, teologi, hukum dan ilmu hukum, ilmu kedokteran dan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu sosial.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat