Gedung Kreatif Center Bekasi | Youtube

Bodetabek

Gedung Kreatif Center Bekasi Segera Difungsikan

Gedung Kreatif Center akan menjadi destinasi pariwisata Kota Bekasi.

BEKASI -- Gedung Kreatif Center (GKC) di kawasan Lapangan Multiguna Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat segera difungsikan. Gedung tersebut difungsikan untuk kegiatan ekonomi kreatif di daerah itu.

Ketua Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kota Bekasi, Deni Ardini, mengatakan, pemanfaatan gedung ini telah mendapat persetujuan pemerintah daerah. "Kemarin kami sudah bertemu Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Beliau sepakat untuk segera mengaktivasi Gedung Kreatif Center," katanya di Bekasi, Selasa (15/2).

Deni beserta jajaran kepengurusan Komite Ekonomi Kreatif Kota Bekasi yang termaktub dalam Keputusan Wali Kota (Kepwal) Bekasi Nomor 500/Kep.529-EK/X/2021 mengaku akan segera memanfaatkan gedung tersebut untuk masyarakat Bekasi.

"Kami akan gunakan kebermanfaatannya seluas-luasnya untuk masyarakat Bekasi, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kota ini," katanya.

Dia mengajak pelaku ekonomi kreatif di Bekasi untuk berkolaborasi dan mengaktifkan kegiatan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor kreatif melalui GKC ini. "Saya mengundang kawan-kawan pelaku ekraf dari 17 subsektor yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk berkontribusi membangun ekonomi kreatif di Kota Bekasi bersama-sama," ucap Sekretaris KNPI Kota Bekasi ini.

GLC Kota Bekasi dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Gedung milik Pemkot Bekasi ini dibangun menggunakan dana bantuan Pemprov Jawa Barat dalam program ekonomi kreatif yang digaungkan oleh Gubernur Ridwan Kamil. Letaknya di area lapangan Multiguna atau persis sebelah utara Gedung Pemuda atau KNPI. 

Gedung ini dilengkapi dengan sembilan kelas yang bisa dibuat untuk pelatihan dan inkubasi pelaku ekonomi kreatif. "Ada auditorium, seperti bioskop yang bisa digunakan untuk ruang pertunjukan seni dan musik, serta masih banyak lagi fasilitas lainnya," kata Deni.

 

Kunci mengembangkan pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan ada tiga kunci penting dalam pemulihan sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Untuk inovasi, saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang mengembangkan lima destinasi pariwisata superprioritas Indonesia, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

"Ini yang menjadi fokus bagaimana akan kami buat jadi lebih baik, bahkan akan melebihi Bali dan Jakarta," ujar Sandiaga dalam Side Event G20 Indonesia di Jakarta, Senin.

Dengan demikian, kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut diharapkan bisa menerapkan protokol CHSE atau cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan).

Melalui inovasi destinasi wisata, penyerapan tenaga kerja di bidang ekonomi diperkirakan terus meningkat dan bahkan menambah modal asing yang masuk ke Tanah Air.

Sementara itu, ia menilai adaptasi destinasi wisata akan dilakukan sebagai bagian dari era normal baru dan untuk pemulihan yang berkelanjutan."Adaptasi ini bisa berupa salah satunya yaitu dengan pembayaran digital saat bertransaksi di berbagai tempat wisata," katanya.

Sandiaga melanjutkan kunci penting pemulihan sektor pariwisata lainnya adalah kolaborasi yang akan dilakukan dengan pemerintah lokal, sektor swasta, institusi, komunitas, dan media.Selain itu, kolaborasi dengan dunia internasional pun dibutuhkan, seperti salah satunya melalui peningkatan kerja sama travel bubble.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat