Pesepak bola Persebaya Surabaya Arsenio Valpoort (kiri) berusaha melewati hadangan pesepak bola Persela Lamongan pada pertandingan Liga 1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (10/2/2022) malam. | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.

Olahraga

Pelatih Persebaya: Saya Benar-Benar Marah ke Pemain

Persebaya semakin sulit bersaing di papan atas liga 1.

JAKARTA -- Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso marah sekaligus kecewa kepada pemainnya yang gagal meraih poin penuh saat melawan Persija Jakarta pada pekan ke-25 Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin malam.

"Saya benar-benar marah ke pemain, sebab kesalahan kembali terulang dan kebobolan di menit akhir," ujarnya di sela konferensi pers usai pertandingan yang diikuti secara virtual dari Surabaya.

Persebaya hanya bermain imbang 3-3 melawan 10 pemain Persija dan membuat "Bajol Ijo" semakin sulit bersaing di papan atas. Pada pertandingan tersebut, tiga gol Persebaya dicetak Taisei Marukawa menit ke-15, Ricky Kambuaya menit ke-48 dan Samsul Arif menit ke-83.

Sedangkan, gol-gol Persija dilesakkan Marco Simic menit ke-2 dan dua gol melalui Makan Konate menit ke-86 dan 90+5. Menurut Aji, anak asuhnya bermain bagus selama 90 menit, tapi tidak di menit tambahan waktu babak kedua yang oleh wasit diberikan selama lima menit.

Dua gol mantan pemain Persebaya, Makan Konate, disebutnya akibat kurang sabarnya pemain belakang mengantisipasi serangan."Gol Konate pertama dari tendangan sudut, lalu yang kedua dari tendangan penalti. Ini sangat-sangat mengecewakan dan hasilnya tak sesuai harapan," ucap dia.

Persebaya tak hanya sekali ini kebobolan menit akhir, pada dua laga sebelumnya, yakni dikalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1, lalu ditahan imbang Persela 2-2, juga akibat kurang fokusnya lini pertahanan.

Bahkan, pada pertandingan lawan "Macan Kemayoran", para pemain dinilainya terlalu meremehkan lawan sehingga tiga poin yang sudah di depan mata harus melayang karena hanya mendapat tambahan satu angka.

Saat Samsul Arif mencetak gol dan memperbesar keunggulan menjadi 3-1 dan pertandingan hanya menyisakan tujuh menit, Aji Santoso mengaku sudah menginstruksikan para pemain tetap tenang dan tidak panik.

"Saya sudah tegaskan ke pemain agar tetap fokus dan konsentrasi hingga wasit meniup peluit akhir. Jangan remehkan menit akhir, dan faktanya kami kebobolan. Jujur saya sampaikan, hasilnya sangat mengecewakan," katanya.

Sementara itu, pemain Persebaya Samsul Arif kecewa terhadap hasil akhir karena sempat unggul dengan selisih dua gol, serta lawan bermain hanya 10 pemain.

"Sebagai pemain saya sangat kecewa dengan hasil ini. Ke depan harus lebih fokus dan bermain lebih baik," tutur striker senior berusia 36 tahun tersebut.

Tambahan satu poin membuat kedua tim tak beranjak dari posisinya di klasemen sementara.Persebaya berada di posisi kelima dengan koleksi 45 poin hasil dari 25 laga.Sedangkan, Persija masih berada di peringkat ketujuh dengan 34 poin hasil dari 24 pertandingan.

photo
Pesepak bola Persebaya Surabaya Taisei Marukawa (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Kahar (tengah) pada pertandingan Liga 1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (10/2/2022) malam. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.)

Harus bangkit

Laju Persebaya Surabaya di papan atas klasemen Liga 1 2021/2022 tersendat. Tiga laga Bajul Ijo tanpa kemenangan. Rachmat Irianto dkk sekali menderita kekalahan dan dua laga ditahan imbang. Akibatnya, posisi Persebaya kini turun ke peringkat kelima dengan nilai 44 dari 24 pertandingan, terpaut lima poin dari Arema FC di puncak klasemen.

Tim kebanggaan Kota Surabaya itu bertekad segera memutus rekor buruk agar bisa memberikan tekanan kepada empat tim di atasnya. Caranya dengan memburu kemenangan pada laga pekan ke-25 Liga 1 2021/2022. Persebaya akan ditantang Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin (14/2) malam.

Asisten pelatih Persebaya Mustaqim mengatakan, mereka tinggal menunggu hasil PCR menjelang pertandingan. Ia berharap semua bisa diturunkan. Ia semringah dengan antusiasme para pemain Persebaya dalam latihan Ahad (13/2) pagi. Eks bintang Persebaya ini melihat anak-anak asuhnya sudah melupakan hasil pertandingan yang tidak sesuai ekspektasi. "Mudah-mudahan melawan Persija, semua pemain sudah lengkap dan bisa memenangkan pertandingan," kata Mustaqim dalam konferensi pers kemarin.

Selain pemain, pelatih kepala Aji Santoso juga sudah dalam kondisi negatif berdasarkan hasil tes mandiri. Pelatih kelahiran Malang itu sudah beraktivitas normal, termasuk memimpin latihan terakhir. Ia berharap hasil tes PCR Persebaya sama dengan yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1.

"Sosok Coach Aji sangat penting. Semua berharap dengan hadirnya Coach Aji, pemain lebih semangat," ujar Mustaqim.

Persebaya di atas angin jika merujuk catatan sejumlah pertemuan terbaru kontra Persija. Bajul Ijo memetik tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima laga terakhir. Itu termasuk kemenangan 1-0 pada pertemuan pertama musim ini di Solo pada akhir Oktober tahun lalu.

Walau demikian, salah satu pilar Persebaya, Rachmat Irianto, menunjukkan rasa hormat kepada Persija. Sang bek yang bisa beroperasi sebagai gelandang ini enggan memandang catatan pertemuan sebelumnya. Ia menegaskan, timnya harus memberikan segalanya sekaligus siaga satu demi bisa kembali melumpuhkan Persija. "Persija tim kuat, solid, tapi kami fokus pada diri sendiri," kata Rian, sapaannya.

Jika diturunkan, Rian siap berduel dengan beberapa bintang di area penyerangan Persija. Salah satunya, Makan Konate. Nama terakhir pernah membela Persebaya.

Rian menegaskan, secara pribadi ia takkan membuat penjagaan khusus untuk gelandang serang asal Mali itu. "Konate pemain bagus, siapa yang paling dekat dengan dia yang akan melakukan pengawalan," ujar pesepak bola 22 tahun ini.

Laga ini juga akan dijadikan momen kebangkitan bagi Persija. Beberapa hari lalu, duel Persija Jakarta melawan Madura United mengalami penundaan. Itu karena banyaknya pemain Macan Kemayoran terpapar Covid-19. Hanya 11 pemain tersisa.

Belakangan sudah ada 19 penggawa Persija dinyatakan negatif dari virus yang sedang mewabah itu. Pelatih kiper Persija Ahmad Fauzi berharap setelah tes lanjutan, jumlah pemain yang pulih terus bertambah. Dengan demikian, mereka bisa memaksimalkan semua amunisi tersisa.

"Saat latihan terakhir, mereka antusias. Semangat juangnya tinggi," kata Ahmad dalam konferensi pers kemarin.

photo
Penyerang Persebaya Surabaya Akbar Firmansyah (atas) berusaha melewati hadangan pemain Persik Kediri dalam pertandingan babak penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (23/3). Dalam pertandingan tersebut Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan Skor 2-1. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Kondisi Persija bisa dikatakan sedikit lebih buruk daripada Persebaya. Pelatih kepala Sudirman sempat dilarikan ke rumah sakit karena terkena Covid-19. Menurut Ahmad, kesehatan Sudirman terus membaik. Bahkan, mantan bek timnas Indonesia itu sudah memberikan instruksi dalam persiapan menghadapi Bajul Ijo.

Bek tengah Persija Maman Abdurrahman juga sempat terpapar Covid-19, tapi sekarang sudah dinyatakan negatif. Ia menegaskan, kebugarannya tetap terjaga dengan baik. Itu karena ia disiplin berlatih secara individual. "Meskipun isolasi, saya selalu latihan fisik," ujar palang pintu 39 tahun itu.

Ia menegaskan, sebagai pemain, mereka harus siap dalam kondisi apa pun. Targetnya adalah meraih kemenangan atas Persebaya sehingga dapat memperbaiki posisi di klasemen.

Macan Kemayoran berada di urutan ketujuh. Anak asuh Sudirman mengoleksi 33 poin dari 23 pertandingan. Persija hanya meraih satu kemenangan dalam lima partai terakhir. Selebihnya, Macan Kemayoran mengalami kekalahan dan bermain imbang masing-masing di dua pertandingan. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Persebaya (officialpersebaya)

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat