Telkom digital mendukung pengembangan pertanian kopi melalui program Agree. | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

09 Feb 2022, 16:37 WIB

Telkom Digitalisasi PMO Kopi Nusantara

Telkom siap mendukung pengembangan ekosistem pertanian yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

JAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom melalui Leap-Telkom Digital menghadirkan layanan digital yang berperan dalam pengembangan ekosistem pertanian secara digital bernama Agree. Kehadiran Agree merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan digitalisasi di sektor pertanian.

"Agree datang sebagai solusi dari sisi hulu, produksi, sampai hilir pertanian dan terbuka berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di pertanian,”  kata Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid di Jakarta, Selasa (8/2).

Fajrin mengatakan, saat ini, Agree tidak hanya bergerak di sektor pertanian, tapi juga sektor perikanan dan peternakan. Ia menyebutkan, lebih dari 45 ribu petani dan lebih dari 100 perusahaan agribisnis tergabung dalam ekosistem Agree.

"Agree juga akan dimanfaatkan BUMN untuk digitalisasi hulu hingga hilir komoditas kopi dalam project management office (PMO) Kopi Nusantara," ujar Fajrin.

Fajrin menyampaikan, Agree dengan tambahan fitur traceability yang merupakan kolaborasi dengan Distrix Sigma menjadi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dengan menyediakan layanan track and trace pemprosesan kopi. Ia juga berharap, hal ini dapat meningkatkan nilai komoditas kopi, baik di pasar domestik maupun global.

Fajrin memastikan, Telkom siap mendukung pengembangan ekosistem pertanian yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan terkait. "Ini akan menjadi sebuah ekosistem yang terintegrasi, mulai petani, pemodal, off-taker, asuransi, dukungan pemerintah dan instansi, serta penyedia teknologi yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan petani dan menambah nilai bagi BUMN dan industri,” kata Fajrin.

Melalui Agree, lanjut Fajrin, Telkom berkomitmen menciptakan ekosistem pertanian digital yang terhubung dari hulu ke hilir dan mudah dalam traceability. Dengan demikian, ungkap Fajrin, hal ini dapat mendukung bangsa Indonesia dalam menciptakan satu data pertanian dan literasi digital bagi sektor pertanian hulu ke hilir.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir resmi meluncurkan PMO Kopi Nusantara di Lampung pada Ahad (30/1). Ekosistem PMO melibatkan sejumlah BUMN, seperti holding BUMN pangan, Pupuk Indonesia, PTPN III, BRI, Perhutani, dan Telkom, serta asosiasi kopi, pelaku usaha kopi, dan para petani kopi.

Erick berharap, PMO Kopi Nusantara yang terdiri atas BUMN, swasta nasional, asosiasi, dan lembaga research and development (R&D) mampu mendorong kemajuan ekosistem industri kopi nasional. Termasuk juga, mengakomodasi kepentingan pelaku bisnis kopi serta mendorong industri kopi dalam negeri untuk berdaya saing global. 

Erick optimistis, PMO kopi nusantara dapat memperkuat ekosistem industri kopi Tanah Air. "Dalam membangun ekosistem itu tidak mungkin terjadi kalau masing-masing pihak ego, ekosistem bisa terjadi kalau mau ditaruh di tengah semua kepentingan, toh sila kelima itu kesejahteraan untuk semua," ujar Erick.

Program ekosistem kopi tahap pertama menyasar pada enam titik proyek percontohan. Ia menegaskan, upaya penguatan sektor kopi tentu tak hanya dilakukan BUMN semata, tapi memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Telkom Indonesia (telkomindonesia)

';
×