Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI Periode 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/1 | Prayogi/Republika.

Kabar Utama

31 Jan 2022, 03:55 WIB

Kontribusi ICMI Penting

ICMI akan melanjutkan empat program kerja nasional.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo resmi mengukuhkan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2021-2026 di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/1). Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak ICMI bersama-sama berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai negara yang kompetitif dan mampu menjawab tantangan zaman.

Presiden mengatakan, tantangan ke depan yang dihadapi bangsa Indonesia tidak ringan. ICMI harus menjadi bagian dalam memberikan solusi untuk menjawab kompetisi global yang kian ketat. Mantan gubernur DKI Jakarta itu yakin, ICMI sebagai wadah cendekiawan mampu menemukan cara dan strategi baru dalam menghadapi tantangan dan perubahan dunia yang sangat cepat saat ini.

“Saya meyakini ICMI mempunyai kapasitas besar untuk berkontribusi gagasan, pemikiran-pemikiran, bukan hanya role model islam rahmatan lil alamin, tapi juga profesional sesuai keahlian masing-masing untuk menjamin Indonesia Maju,” kata Jokowi, di Bogor, Sabtu (29/1).

Pemerintah, kata Presiden, sedang bekerja keras mengawal beberapa transformasi besar. Di antaranya melakukan transformasi struktural, mempermudah investasi, melakukan hilirisasi, hingga transformasi ekonomi digital, dan transformasi energi baru terbarukan. Transformasi itu diharapkan menjadikan Indonesia semakin kompetitif untuk menghadapi dunia yang hiper kompetisi seperti saat ini.

photo
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan secara daring saat Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI Periode 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/1/2022). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut mengambil tema Transformasi ICMI Menuju Indonesia Emas 2045. - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Ketua Umum ICMI 2021-2026 Arief Satria mengucapkan terima kasih kepada mantan ketua umum Jimly Asshiddiqie yang telah menjalankan kepengurusan ICMI pada periode sebelumnya. Arief menyampaikan penghormatan kepada pendiri ICMI yang telah meletakkan dasar organisasi sehingga keberlangsungan organisasi tetap terjaga.

“ICMI memiliki tujuan tata kehidupan masyarakat madani yang diridhai Allah SWT dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketakwaan, pemahaman dan pengalaman ajaran Islam serta kecendekiawanan dan peran serta kecendekiawanan Muslim se-Indonesia,” kata Arief.

Menurutnya, dimensi keislaman menuntut ICMI mampu menerjemahkan nilai-nilai universal Islam dalam konteks Indonesia dan zaman sekarang. Sedangkan dimensi keindonesiaan menyadarkan semua pihak hidup di Indonesia dengan beragam suku, tradisi, dan agama.

ICMI bertekad dalam membina satu kesatuan yang berbentuk Republik berdasarkan Pancasila. “Dimensi kecendekiawanan menuntut anggotanya menjadi sosok ulul albab yang terus menyeimbangkan antara zikir dan fikir untuk kemaslahatan,” ujar Arief.

Arief menambahkan, ICMI di bawah kepengurusannya akan melanjutkan empat program kerja nasional. ICMI akan diperkuat dengan empat tradisi, yaitu sebagai solusi dan inspirasi bangsa, rumah besar umat Islam, mengabdi untuk bangsa dan negara, dan memelopori gagasan-gagasan dan aksi.

Sesuai dengan harapan Presiden Jokowi, kata Arif, ICMI harus menjadi bagian transformasi bangsa dan perubahan-perubahan besar yang terjadi, khususnya dampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun. ICMI akan merumuskan agenda-agenda yang mendorong 40 persen golongan ekonomi lemah dalam semua aspek, termasuk kesehatan dan pendidikan, untuk bisa bangkit.

“Desa, selain menyimpan banyak masalah, juga menyimpan banyak potensi, sehingga kami akan menggandeng perguruan tinggi karena gudang inovasi itu ada di perguruan tinggi,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ICMI (icmipusat)

Indonesia ke depan, menurutnya, perlu jembatan yang menghubungkan antara inovasi dengan pergerakan ekonomi desa secara kongkret. Oleh karena itu, kata dia, ICMI perlu bekerja sama dengan pemerintahan, organisasi masyarakat, dan terutama perguruan tinggi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ditunjuk menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat ICMI periode 2021-2026. Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara pengukuhan mengatakan, ICMI memegang peranan penting bagi pembangunan dan ekonomi Indonesia. Pemerintah selalu membutuhkan masukan-masukan dari ICMI untuk mengambil keputusan.

“Tadi Pak Presiden menyampaikan, di masa depan ada ekonomi, disrupsi. Mudah-mudahan lebih dekat dengan rakyat, lebih memberikan solusi di zaman yang serba banyak kejutan dan perubahan. Di situ saya hadir sebagai dewan penasihat,” ujar dia.

photo
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria (lima kiri) memimpin pembacaan janji pengurus saat acara Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI Periode 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/1/2022). - (Prayogi/Republika.)

Dukung IKN

Presiden juga meminta dukungan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dalam upaya transformasi yang saat ini dilakukan. Jokowi mengatakan, pemerintah bekerja keras mewujudkan transformasi di berbagai bidang, termasuk program pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur.

photo
Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. - (ANTARA)

“Program IKN dan beberapa transformasi besar yang sedang berlangsung ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kontribusi ICMI dalam transformasi Indonesia ini sangat kami harapkan, sangat kami butuhkan, untuk bersama-sama membangun Indonesia maju yang kita cita-citakan,” kata Jokowi, Sabtu (29/1).

Menurut Presiden, program IKN bukan sekadar memindahkan gedung pemerintahan dari Jakarta ke Penajam Paser Utara. Lebih dari itu, pemindahan IKN yang dinamai Nusantara itu juga mengganti cara kerja dan pola pikir berbasis ekonomi modern dan membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan inklusif.

IKN Nusantara akan dijadikan sebagai wadah transformasi, baik di bidang lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, teknologi, maupun di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih berkualitas. “Tata sosial yang lebih majemuk dan toleran, yang menjunjung tinggi etika dan akhlak mulia yang juga kita ke depankan,” kata Jokowi.

photo
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria (empat kanan) bersama pengurus menunjukan kartu anggota dalam acara Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI Periode 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/1/2022).  - (Prayogi/Republika)

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan ICMI Zulkifli Hasan mendukung rencana pemindahan IKN ke Kalimantan. Menurut Zulkifli, pemindahan ibu kota merupakan suatu keniscayaan. “Mungkin kalau keuangan kita masih sulit, waktunya saja, anggarannya mungkin diatur secara bertahap. Bahwa kita pindah ibu kota itu penting,” kata Zulkifili.

Menurut dia, pemindahan IKN menjadi mendesak dan penting karena Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut. Selain itu, jumlah penduduk di Jakarta juga sudah sangat padat. “Setiap hari digerus karena diambil air tanahnya turun, air permukaannya naik, juga jumlah penduduknya nggak kira-kira. Sudah melebihi desain Jakarta sebagai ibu kota,” ujar dia.

Saat ditanya terkait siapa yang layak menjadi calon kepala otoritas IKN, Zulkifli menjawab diplomatis. Dia menilai banyak tokoh hebat yang layak menyandangnya, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) dan mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini. “Bandung itu hebat, gara-gara ada Kang Emil. Surabaya hebat gara-gara ada Ibu Risma. Terserah Presiden mau yang mana saja,” ujar dia.


×