Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Dirut PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati (kiri) saat menjadi pembicara pada acara Senja Di Sarinah di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (18/1/2022). Kegiatan tersebut membahas perkembangan renovasi gedung dan berb | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ekonomi

24 Jan 2022, 03:24 WIB

Erick Thohir: BUMN untuk Berikan Keuntungan Bagi Negara

Pada 2020 total keuntungan yang dihasilkan dari perusahaan BUMN hanya Rp 13 triliun.

SUKABUMI -- Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan, keberadaan perusahaan BUMN bertujuan untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya untuk negara.

"Sejak awal dilantik menjadi Menteri BUMN, saya langsung melakukan bersih-bersih dan membenahi BUMN. Ternyata, ada hasilnya di mana keuntungan yang dihasilkan meningkat bahkan berlipat ganda," kata Erick di sela acara penyebaran bantuan dari BNI Peduli sebagai bentuk apresiasi kepada perawat dan bidan di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (22/1).

Menurut Erick, pada 2020 total keuntungan yang dihasilkan dari perusahaan BUMN hanya Rp 13 triliun. Namun, setelah dilakukan pembersihan dan bongkar-bongkar BUMN, di 2021 keuntungannya melonjak drastis menjadi Rp 61 triliun.

"Keuntungan dari BUMN tentunya untuk negara yang kemudian disalurkan kembali melalui berbagai program untuk rakyat, mulai dari pembangunan, peningkatan kesejahteraan, perekonomian, dan lain sebagainya,” ujar Erick.

Sejalan dengan itu semua, Kementerian BUMN pun terus membuat berbagai program berkesinambungan bersama pihak lain untuk meningkatkan kualitas kehidupan rakyat Indonesia, seperti program dukungan dan pendampingan usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), beasiswa, serta lainnya secara berkesinambungan.

"Dampak pandemi Covid-19 memang berat, khususnya di sektor perekonomian, tetapi kami berupaya memaksimalkan BUMN untuk memberikan keuntungan bagi negara dan turut mendukung serta membantu penanganan Covid-19," tambahnya.

Erick mengatakan, setiap perusahaan BUMN harus membuat program yang tepat sasaran dalam penyaluran dana corporate social responsibility (CSR). Jangan sampai anggaran untuk tanggung jawab sosial perusahaan ini malah menjadi pemborosan.

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir mengatakan untuk mengubah strategi bangsa, khususnya dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan tidak harus selalu mengandalkan sumber daya alam (SDA), tetapi juga  sumber daya manusianya yang harus menjadi andalan.

"SDM menjadi komponen terpenting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Apalagi, seperti diketahui, pada 2034 mayoritas warga Indonesia berusia muda atau di bawah 40 tahun. Maka dari itu, sejak menjabat Kementerian BUMN, saya terus mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi SDM untuk membangkitkan bangsa ini," kata Erick.

Kunci keberhasilan transformasi BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan akselerasi transformasi BUMN yang terjadi saat ini bukan merupakan kerja keras dirinya semata. Erick menyebut banyak orang-orang hebat yang membantunya dalam melakukan transformasi BUMN sejak awal menjadi Menteri BUMN.

"Kunci sukses seeorang bukan karena dirinya sendiri. Kita bisa sukses karena didukung bangak orang," ujar Erick dalam acara Temu Tawa Bareng Comedy Sunday di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (23/1).

Erick menyampaikan keberhasilannya menggelar Asian Games tak lepas dari peran banyak pihak, termasuk Wishnutama. Erick mengatakan pembentukan tim yang profesional merupakan langkah awal dalam membenahi persoalan yang ada di BUMN.

"Makanya membentuk tim yang penting itu harus sesuai kebutuhan. Jangan membentuk tim karena persaudaraan atau enak tidak enak," ungkap Erick.

Setelah membentuk tim yang kuat, Erick mulai memetakan persoalan dan membuat target berdasarkan data dan fakta. Hal ini agar implementasi bisa tepat sasaran.

"Kita harus lihat persoalan dengan data dan fakta, jangan feeling. Kalau feeling di Layangan Putus saja," ucap Erick.

Selanjutnya, ucap Erick, aspek kepemimpinan menjadi poin ketiga yang menentukan keberhasilan sebuah program. Sebagai pemimpin, lanjut Erick, harus menjadi contoh dan teladan bagi yang lain.

"Sebagai pemimpin jadi mentor dan contoh yang baik. Kalau kerja turun ke lapangan ya kita harus turun, jangan nyuruh-nyuruh saja. Transformasi BUMN kenapa bisa cepat ya karena saya punya wamen dan tim yang profesional. Tenaga ahli saya usianya 25 tahun, deputi HRD dan IT usianya 38 tahun. Intinya punya tim yang baik, petakan misi, dan diimpleentasikan," kata Erick.

Sumber : Antara


×