Petani memotong padi di area persawahan Desa Meunasah Baro, Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (12/1/2022). Kementerian Pertanian menargetkan produksi komoditas utama beras tahun 2022 sebesar 55,20 juta ton atau naik dari tahun 2021 sebesar 54,65 juta ton. | ANTARA FOTO/Rahmad/YU

Ekonomi

21 Jan 2022, 02:45 WIB

Mentan Pastikan Stok Beras Aman

Peningkatan produksi beras akan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional.

KARAWANG -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok beras aman hingga awal 2022. Mentan bersama perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) untuk Indonesia melakukan panen padi di Desa Karangpawitan, Karawang, Jawa Barat. Karawang merupakan daerah produsen beras terbesar kedua di Jawa Barat.

Syahrul menyebut, produktivitas padi di Karawang selama ini telah berkontribusi maksimal dalam memperkuat stok beras nasional. Ia mengatakan, secara umum provitas di wilayah Karawang mampu mencapai 7,2 ton per hektare.

“Untuk itu, saya minta semua daerah jangan ada yang produktivitasnya di bawah ini (6 ton per hektare) dan jangan ada lagi lahan pertanian yang hanya panen dua kali, harus minimal tiga atau bahkan empat kali dalam setahun," kata Syahrul melalui siaran pers, Kamis (20/1).

Di tengah tantangan pemenuhan pangan akibat pandemi dan perubahan iklim ekstrem, dia memastikan stok beras nasional hingga awal 2022 dalam kondisi aman. Syahrul menegaskan, upaya peningkatan produksi akan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional.

“Dua tahun ini produksi pertanian kita semakin bagus dengan berbagai teknologi dan varietas yang tahan terhadap cuaca. Kami yakin ketahanan pangan, khususnya stok beras nasional kami dalam kondisi yang baik, bahkan meningkat meski tantangan pandemi belum usai dan perubahan iklim semakin kuat,” tuturnya.

photo
Petani mengarungkan padinya yang baru dipanen di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (18/1/2022). Serangan hama wereng dan burung akibat pola tanam tidak serempak membuat produktivitas pada sawah di wilayah itu menurun dari rata-rata enam ton menjadi empat ton per hektare. - (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), capaian produksi beras 2021 mencapai 31,69 juta ton. Angka itu naik 0,35 juta ton atau 1,12 persen dibandingkan 2020. Surplus pada 2021 diperkirakan mencapai 1,65 juta ton. Jika ditambahkan dengan stok awal 2021 atau carry over 2020 yang mencapai 7,32 ton, total surplus beras tahun ini lebih dari 9 juta ton.

Perwakilan FAO untuk Indonesia Rajendra Aryal mengapresiasi kinerja pertanian Indonesia, khususnya dalam produksi beras selama pandemi Covid-19. Ia menekankan, akan mendukung upaya-upaya Kementan dalam peningkatan produksi pangan.

“Ini adalah pertama kali saya mengikuti Bapak Menteri (Syahrul) ke lapangan dan saya sangat senang bisa hadir di sini,” tutur Aryal.

Mentan bersama Perwakilan FAO melakukan panen di lahan seluas 300 hektare dengan varietas inpari 42 dan provitas 8 ton per hektare. Secara umum, Kabupaten Karawang memiliki luas baku sawah 95 ribu hektare dengan rata-rata produktivitas 7,2 ton per hektare.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Pertanian RI (kementerianpertanian)

 

Upaya memenuhi kebutuhan pangan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat Toraja Utara untuk memanfaatkan lahan pertanian yang ada dan juga meningkatkan populasi kerbau serta komoditas unggulan kopi Toraja.

"Banyak hal yang bisa kita lakukan dan kerjakan bersama terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia. Kalau perlu empat kali tanam padi dalam setahun. Tentu dengan melakukan upaya-upaya yang intensif. Sayang sekali kalau cuma dua kali tanam," kata Mentan Syahrul saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Mentan Syahrul menekankan perlunya melakukan produksi kopi dalam skala besar dengan menggunakan varietas yang unggul guna meningkatkan produktivitas. Dia menekankan pentingnya peningkatan produksi dikarenakan kopi Toraja menjadi salah satu kopi unggulan yang dikenal secara internasional.

Selain padi, komoditas kopi varietas robusta dan arabika menjadi komoditas andalan di Toraja Utara. Kopi tersebut banyak dibudidayakan oleh perkebunan rakyat terutama di Kecamatan Rindingallo, Kecamatan Buntao, dan Kecamatan Rantebua.

photo
Sejumlah anak bermain di sebuah kafe yang tereltak di tengah kawasan persawahan di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (18/1/2022). Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung membuat sejumlah pengusaha kafe membuat terobosan dengan membangun kafe-kafe di kawasan tidak biasa seperti di tengah persawahan atau perkebunan. - (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Kopi Toraja menjadi salah satu kopi khas Indonesia yang menjadi unggulan selain Kopi Gayo dari Aceh, kopi Kintamani Bali, kopi Kerinci dan Lampung dari Sumatra, Kopi Preanger dan Kopi Banyuwangi dari Jawa.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Toraja Utara, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengikuti prosesi adat Rambu Solo yaitu tradisi pemakaman Toraja, yang sampai sekarang masih dipertahankan. Dalam prosesi Rambu Solo, kerbau-kerbau pilihan ditampilkan dan diarak yang kemudian dipotong untuk dijadikan kurban.

Kerbau-kerbau itu didatangkan ke Toraja dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Kerbau yang dijadikan kurban hanya kerbau jantan saja, atau kerbau betina yang sudah tidak produktif. ';

×