Ilustrasi Telkomsel | Dok Telkomsel

Ekonomi

19 Jan 2022, 03:07 WIB

Telkomsel Bentuk Anak Usaha Baru

Telkomsel juga berencana memisahkan keseluruhan bisnis aplikasi Kuncie dan Fita untuk dialihkan kepada TED.

JAKARTA — PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) membentuk anak usaha baru bernama PT Telekomunikasi Ekosistem Digital (TED) dengan modal disetor sebesar Rp 197 miliar. Anak usaha tersebut didirikan bersama PT Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) untuk pengembangan bisnis gim.

Berdasarkan keterbukaan informasi bursa, Telkomsel juga melakukan pengalihan kontrak usaha patungan atau joint venture agreement kepada TED. Nilai kontrak usaha yang dialihkan mencapai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 286 miliar dengan porsi anak usaha baru tersebut direncanakan sebesar 11 juta dolar AS atau sekitar Rp 157,3 miliar.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, pihaknya ingin mengoptimalkan kapabilitas digital trifecta (konektivitas digital, platform digital, dan layanan digital) yang dimiliki untuk mendorong perluasan portofolio bisnis di berbagai sektor. Terutama, yang dapat memperkuat perekonomian digital nasional. 

"Sebagai holding company, kami berharap, TED mendorong lebih banyak solusi karya talenta digital lokal serta membuka peluang kolaborasi bersama para pelaku bisnis dan perusahaan digital terdepan," kata Hendri melalui keterangan pers di Jakarta, Selasa (18/1).

Chief Executive Officer (CEO) TED Andi Kristianto mengatakan, hadirnya TED merupakan langkah besar yang sekaligus menandai fase baru bagi perjalanan transformasi Telkomsel sebagai perusahaan digital. TED menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan ragam solusi digital yang lebih luas dan mampu memberikan manfaat  bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“TED akan mengoptimalkan keunggulan aset dan kapabilitas yang berada di ekosistem Telkomsel di segala aspek untuk dapat mengeksplorasi berbagai potensi sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional serta menjadikan Indonesia sebagai digital powerhouse di Asia Tenggara," ujar Andi.

Mendorong pengembangan pada gelombang pertama, TED akan fokus pada tiga sektor industri digital, yakni edu-tech, health-tech, dan gaming. Ketiga lini bisnis tersebut dinilai memiliki potensi besar mendorong perekonomian digital nasional dan akan menjadi bagian dari emerging portofolio bisnis digital Telkomsel yang ke depannya memiliki potensi scale-up.

Dalam waktu dekat ini, Telkomsel juga berencana melakukan pemekaran usaha melalui pemisahan keseluruhan bisnis aplikasi Kuncie dan Fita untuk dialihkan kepada TED. Hal ini untuk memperkuat penetrasi bisnis vertikal, masing-masing di sektor edu-tech dan health-tech

Sementara, untuk sektor gaming, Andi mengatakan, Telkomsel juga telah mengalihkan kontrak usaha patungan kepada TED untuk mendirikan perusahaan patungan. Nantinya, perusahaan patungan itu fokus sebagai perusahaan penerbit gaming guna meningkatkan kompetensi dan kapabilitas di vertikal bisnis Telkomsel di industri game.

Pada tahap awal, TED akan bergerak di bawah kepemimpinan Andi sebagai CEO, Andry Firdiansyah sebagai chief financial officer (CFO) dan chief human resource officer (CHRO), serta Luthfi K Arif sebagai chief technology officer (CTO). TED juga segera mengumumkan brand name yang ke depannya akan digunakan sebagai identitas bisnis.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong para generasi muda menjadi juara dalam bidang teknologi dan digital. Erick telah menugaskan BUMN membantu generasi muda untuk memiliki wadah yang tepat dalam menciptakan pengusaha-pengusaha baru di bidang teknologi. 

Erick berharap, Indonesia Digital Tribe dapat melahirkan para pengusaha teknologi. Ia mencontohkan gim lokal yang harus menjadi keberpihakan mengingat mayoritas infrastruktur teknologi adalah investasi dari pemerintah dan BUMN melalui PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Telkomsel.

"Gim memakai infrastruktur yang diinvestasi pemerintah, kalau tidak ya Telkom dan Telkomsel, tapi yang masuk gim asing. Kita tidak antiasing, tapi kita dorong anak muda Indonesia buat gim sendiri apakah kita biayai atau investasi," ujar Erick.

Erick mendorong Telkomsel menjadi perusahaan digital dalam membangun ekosistem bagi generasi muda Indonesia menjadi kreator. Ia ingin adanya konten-konten, gim hasil karya dari para kreator lokal sehingga jangan sampai baik konten maupun gim semuanya berasal dari asing. "Hal ini saya sangat mendorong generasi muda kita menjadi produktif dan kita siapkan backbone-nya ini semua. Itu yang saya juga sangat tekankan,” kata Erick menambahkan. ';

×