Seorang nasabah Bukopin Syariah melakukan transaksi keuangan di kantor KB Bukopin Mataram di Mataram, NTB, Kamis (14/10/2021). Bank KB Bukopin Syariah (KBBS) membuka Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) di kantor Bank KB Bukopin Mataram guna ikut mensukseskan | ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Ekonomi

18 Jan 2022, 03:00 WIB

Layanan Prioritas Perbankan Syariah Catat Kinerja Positif

Perbankan Syariah berkomitmen meningkatkan pelayanannya untuk memenuhi kebutuhan para nasabah.

JAKARTA -- Sejumlah perbankan syariah berhasil membukukan kinerja positif atas layanan prioritasnya. Salah satunya faktor pendukungnya, yakni pertumbuhan penjualan produk wealth management (WM).

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) segmen nasabah prioritas. Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat, Hayunaji, menyampaikan, hal ini seiring pertumbuhan volume produk WM, yakni bancassurance dan investasi.

"Kontribusi segmen prioritas tetap mendominasi pertumbuhan produk wealth management tersebut," kata Hayunaji kepada Republika, Senin (17/1).

Segmen tersebut memberikan kontribusi peningkatan dana 25 persen untuk pertumbuhan dana retail banking dan kenaikan 250 persen pada produk off balance sheet WM. Hayunaji memaparkan, dana kelolaan di produk WM segmen prioritas mencapai 75 persen dari total volume outstanding produk WM. Pertumbuhan yang positif tersebut terjadi meski di masa pandemi.

"Pandemi tidak menyurutkan minat nasabah segmen prioritas untuk tetap berinvestasi khususnya pada produk WM," katanya.

Bank Muamalat juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan meningkatkan engagement. Muamalat telah mengeluarkan inisiatif untuk mempermudah transaksi nasabah segmen prioritas tersebut.

Salah satunya, yakni dengan menaikkan batas transaksi e-channel sehingga nasabah dapat lebih fleksibel dalam bertransaksi daring. Tahun ini, segmen prioritas ditargetkan tetap dapat memberikan kontribusi pertumbuhan 25 persen dari total pertumbuhan retail banking.

CIMB Niaga Syariah mencatat pertumbuhan signifikan untuk kelompok nasabah prioritas. Direktur CIMB Niaga Syariah, Pandji P Djajanegara, menyampaikan, segmen yang dinamakan CIMB Preferred Sharia tersebut mampu tumbuh 174 persen pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

CIMB Preferred Syariah mengedepankan beberapa layanan unggulan antara lain variasi pilihan produk investasi dan nilai tukar mata uang yang kompetitif sebagai bagian dari optimalisasi aset. Selain itu, juga ada layanan kelas bisnis dengan kartu debit Preferred Syariah dan kartu Preferred Visa Infinite. Ini dilengkapi dengan akses regional untuk pembukaan rekening tabungan di Malaysia dan Singapura.

Pada 2022, ia lebih optimistis lagi dengan semakin bervariasinya produk wealth management dan layanan bagi nasabah preferred. Jumlah nasabah ditargetkan meningkat 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penawaran unik

Bank syariah dinilai dapat menawarkan pelayanan yang unik pada segmen nasabah-nasabah prioritas dibandingkan layanan serupa di bank konvensional. Layanan itu tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan duniawi, tapi juga akhirat.

Rektor Institut Agama Islam Tazkia yang juga Founder Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, menyampaikan, segmen high net worth individual (HNWI) di Indonesia jumlahnya terus bertumbuh menjadi potensi signifikan. Jumlah HNWI sudah makin bertambah dari tahun ke tahun sejalan dengan tingginya bonus demografi di Tanah Air.

Tingginya jumlah penduduk usia produktif diiringi dengan meningkatnya pendapatan kelompok usia produktif ini. Kelompok itu dikabarkan meningkat sebanyak 67 persen tiga tahun lagi di seluruh dunia.

"Kalau memakai parameter yang sama kemungkinan HNWI kita yang saat ini berjumlah sekitar 600 orang akan naik dua kali lipat nantinya," kata dia.

Kelas menengah juga akan mengikuti pertumbuhan itu dan diharapkan kelas bawah pun akan naik kelas. Murniati mengatakan, keadaan ini perlu diikhtiarkan bersama karena sejalan dengan tujuan sustainable development goals (SDGs).

Salah satu caranya adalah dengan mengatur keuangan personal dan keluarga dengan lebih baik. Saat ini, tidak banyak bank syariah yang punya divisi wealth management dan aktif.

"Saya sering menyarankan bank syariah di daerah-daerah atau sekelas BPRS dan BMT juga perlu merancang divisi khusus WM. Ini karena jumlah HNWI semakin banyak dan kelas di bawahnya merupakan segmen yang sangat berpotensi tumbuh juga," katanya.


×