Ilustrasi PTM di Jakarta | Edi Yusuf/Republika

Jakarta

17 Jan 2022, 09:36 WIB

PTM 100 Persen Berlanjut

Komisi A DPRD DKI sarankan PTM 100 persen diganti dengan blended learning.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, total sebanyak 15 sekolah di Ibu Kota yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen ditutup. Angka itu bertambah empat sekolah dari laporan per Jumat (14/1).

"Kasus di PTM itu totalnya ada 19 kasus sekarang, menjadi 15 sekolah dari terakhir 11 sekolah," kata Riza saat ditemui di Jakarta Selatan, Ahad (16/1).

Berdasarkan data terbaru, Riza memerinci, dari 19 kasus positif Covid-19, sebanyak 16 kasus berasal dari siswa dan tiga lainnya merupakan guru. Meskipun begitu, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tetap berencana melanjutkan PTM 100 persen.

"Sekali lagi jumlah sekolah di Jakarta ini 10.429, tidak bermaksud mengecilkan, mengabaikan keadaan 15 sekolah atau 19 kasus di PTM ini. Namun, DKI Jakarta memenuhi syarat melakukan PTM 100 persen," kata Riza.

Dia berpesan kepada semua orang tua dan kelompok dewasa untuk memastikan anak yang kembali dari sekolah agar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Riza meminta para orang tua ikut memantau aktivitas kepulangan anak dari sekolah. Dengan begitu, mereka bisa terhindar dari penularan Covid-19. “Sebagaimana kita ketahui syarat PTM adalah provinsi di level satu dan dua,” kata ketua DPD Partai Gerindra DKI tersebut.

Riza juga menepis kabar Pemprov DKI akan melakukan mekanisme darurat penerapan PTM 100 persen di sekolah. Dia menjelaskan, laporan siswa maupun guru positif masih bisa diantisipasi. "Sampai hari ini kan belum ada klaster di sekolah," katanya.

Dia mengakui, memang ada saran dari sejumlah pakar kepada Pemprov DKI untuk mengurangi kapasitas PTM. Hanya saja, keputusan itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemprov DKI tetap berusaha mengikuti koridor pemerintah pusat dalam menjalankan PTM bagi siswa. "Kami juga memutuskan bersama dengan pemerintah pusat. Prinsipnya, pemerintah akan memberi perhatian semua," kata Riza.

Anggota Komisi A DPRD DKI, Israyani, menyarankan Pemprov DKI menghentikan PTM 100 persen setelah ditemukannya kasus siswa dan guru positif Covid-19. Hal itu juga dibarengi dengan peningkatan kasus omikron di Ibu Kota. Israyani meminta PTM 100 persen ditunda sampai kondisi penyebaran Covid-19 benar-benar terkendali.

"Perlu dipertimbangkan, apakah sebaiknya dihentikan sementara PTM 100 persen diganti dengan blended learning atau kembali ke pembelajaran jarak jauh," kata politikus PKS tersebut.

Dia pun mengingatkan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan DKI harus memantau dan mengawasi secara ketat pelaksanaan PTM. Israyani tidak ingin makin banyak temuan kasus positif Covid-19 di sekolah yang menerapkan PTM 100 persen.

"Untuk PTM harus ada kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua juga Pemprov DKI dalam pengawasannya. Hal ini untuk menghindari penularan yang saat ini sudah ada dan agar kasus aktif tidak bertambah banyak," ucapnya.

Dia juga mengajak warga untuk terus waspada terhadap kemungkinan anaknya di sekolah tertular Covid-19. Israyani ingin agar semua pihak benar-benar menerapkan prokes secara ketat. "Mohon semua masyarakat untuk tetap ketat memakai masker, mencuci tangan, jauhi kerumunan dan tidak keluar rumah jika tidak mendesak, serta tuntaskan vaksinasi sebagai ikhtiar sehat kita bersama," ucapnya.

Gencarkan tracing

Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), menggencarkan penelusuran (tracing) terhadap semua warga sekolah setelah satu siswa kelas X terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (13/1). "Jadi, seluruh peserta didik seluruh guru, karyawati kita tracing di PCR semua," kata Kepala SMAN 6 Jakarta, Wanito Handoyo, akhir pekan kemarin.

Setelah mendapatkan kepastian satu siswa positif, pihaknya langsung memutuskan pembelajaran di kelas dihentikan dan digantikan pembelajaran jarak jauh. Langkah itu dilakukan guna menghindari munculnya klaster sekolah. Wanito berharap hasil tes PCR terhadap seluruh warga sekolah tersebut negatif. Sehingga, proses PTM 100 persen dapat digelar kembali yang direncanakan mulai Rabu (18/1).

"Karena sebenarnya kan sampai detik ini pertemuan terakhir dengan anak itu Senin (10/1). Artinya, sekarang pun sudah lama dan tidak ada tanda-tanda ada gejala seperti itu," kata Wanito.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jaksel, Abd Rachem, menjelaskan, penutupan sekolah, seperti SMP dan SMA Labschool Kebayoran Baru, SMK Asisi Tebet, SMP Azhari Islamic School Rasuna, dan SMP Islam Andalus, dilakukan jika ada siswa yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Guna mengantisipasi terjadi hal serupa, kata dia, pihak sekolah menginstruksikan peserta didik yang mengalami gejala panas, pilek, dan flu tidak datang ke kelas untuk sementara waktu.


×