Penjaga gawang Chelsea Edouard Mendy | EPA-EFE/VICKIE FLORES

Olahraga

14 Jan 2022, 10:56 WIB

Kisah Edouard Mendy, Jatuh Bangun Mengejar Mimpinya

Edouard Mendy justru mendapat cobaan lebih berat karena dipecat oleh timnya

Hampir sewindu yang lalu, tidak banyak orang yang mengenal Edouard Mendy. Dia jelas belum jadi siapa-siapa, hanya seorang pemuda berusia 22 tahun dengan mimpi besar sebagai pesepak bola profesional. Ia sempat rela pergi jauh-jauh ke Inggris untuk mendaftar seleksi di klub-klub League One sambil berharap mendapat kontrak kerja.

Namun, satu-satunya jawaban yang Mendy terima dari setiap klub yang didatangi adalah kata ‘tidak’. Pulang kampung ke Prancis, Mendy justru mendapat cobaan lebih berat karena dipecat oleh timnya, Cherbourg, yang kala itu tampil di divisi ketiga. Pada titik ini, benar-benar tidak ada pihak yang menginginkan Mendy.

Ia menghabiskan satu tahun penuh tanpa klub apa pun dan terpaksa mencari pekerjaan dengan kembali ke kota kelahirannya di Le Havre untuk bertahan hidup sambil sesekali mengintip peluang kembali masuk ke tim sepak bola.

Latar belakang keluarga imigran Muslim membuat orang tua Mendy sudah mengajarkan ketangguhan dalam menjalani hidup. 

Sang ayah berasal dari Senegal, sementara sang ibu kelahiran Guinea-Bissau. Dukungan orang tua yang tak pernah berhenti membuat Mendy tetap berusaha menyusun kembali mimpinya menjadi pemain sepak bola yang sempat runtuh.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Edouard Mendy (edou_mendy)

Mendy pun mendapat kesempatan bermain di klub lokal kecil hingga akhirnya lolos ke tim cadangan Marseille yang saat itu berkompetisi di divisi kelima liga Prancis.

Rekannya di tim cadangan Marseille, Ted Lavie, pun merekomendasikan Mendy ke pelatih kiper skuad utama Marseille, Dominique Bernatowicz. Berkat itu, Mendy berhasil menjadi kiper pilihan keempat tim utama mulai musim 2015/2016.

Semusim berselang, Mendy hijrah ke Reims yang berlaga di Ligue 2. Ia sukses mencatatkan clean sheet dalam tujuh laga awal. Pihak Reims menaruh harapan pada diri Mendy dengan menjadikannya kiper pilihan utama untuk musim 2017/2018.

Kariernya terus melonjak ketika berhasil membawa Reims juara Ligue 2 sekaligus promosi ke Ligue 1 pada musim 2018/2019. Namanya pun dilirik oleh Stade Rennes yang sedang membutuhkan kiper. Mendy sepakat pindah haluan dengan nilai kontrak empat juta euro.

Performa apik terus ditunjukkan Mendy ketika membawa Rennes finis di peringkat ketiga Ligue 1 sekaligus lolos ke Europa League. Pada musim 2019/20, untuk pertama kalinya Mendy mencicipi panggung sepak bola Benua Biru.

Pada momen inilah, Mendy menjadi salah satu pemain yang diburu klub-klub Eropa. Namun, hanya Chelsea yang benar-benar menunjukkan keseriusan dengan rela membayar enam kali lipat dari harga Mendy ketika direkrut Rennes. Proses transfer selesai pada September 2020 dan Mendy resmi diperkenalkan sebagai penggawa the Blues.

“Dia sudah melewati perjalanan yang luar biasa dan layak mendapat penghargaan untuk itu. Mungkin di Marseille, mereka tidak bisa melihat bakatnya, atau mungkin memang belum waktunya saja dia siap,” kata Kepala Pelatih Kiper Chelsea, Christophe Lollichon, dikutip dari ESPN, Kamis (13/1).

 
Edouard Mendy adalah pemain dewasa dan bekerja dengan baik bersama Reims.
CHRISTOPHE LOLLICHON, Kepala Pelatih Kiper Chelsea
 

Kubu Chelsea menjadikan tinggi tubuh Mendy (194 cm) sebagai salah satu alasan perekrutan. Mereka bahkan menyejajarkan sosok Mendy seperti Petr Cech yang sukses bersama Chelsea yang juga direkrut dari Rennes.

Kesuksesan pun menyertai Mendy pada musim pertamanya. Dipasang menjadi pengganti Kepa Arrizabalaga yang angin-anginan, Thomas Tuchel menaruh kepercayaan penuh pada Mendy. Keputusan itu terbukti tepat setelah Chelsea berhasil keluar sebagai juara Liga Champions 2020/21 sekaligus menjadi debut Mendy di kompetisi kasta tertinggi klub Eropa tersebut.

Kini, Mendy sedang berusaha pulih dari paparan virus korona yang menyerang tubuhnya. Setelah pulih, dia akan kembali membela timnas Senegal—negara kelahiran sang ayah—di Piala Afrika 2021. 


×