Karyawan menjelaskan salah satu produk mobil kepada calon pembeli di salah satu dealer di Jakarta, Senin (15/2/2021). Pemerintah memberikan keringanan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru ketegori 4x2 atau sedan dengan mesin sampai dengan | ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO

Otomotif

13 Jan 2022, 04:54 WIB

Momentum Pertumbuhan Otomotif Diperkirakan Berlanjut

Skema pajak berbasis emisi diperkirakan mengubah tren penjualan kendaraan otomotif pada tahun ini.

Industri otomotif terus mengalami pemulihan. Hal ini terlihat dari capaian penjualan pada 2021 yang berakhir manis. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, target yang ditetapkan pada tahun lalu sejumlah 850 ribu unit.

Realisasinya, industri otomotif pada 2021 mampu melampaui target dengan pencapaian 887 ribu unit. Hal itu pun membuat asosiasi yakin kalau pasar tahun ini mampu kembali mengalami peningkatan. "Kami berharap, pasar tahun ini bisa mencapai 900 ribu unit," kata Jongkie kepada Republika, Rabu (12/1).

Artinya, pasar otomotif Tanah Air secara bertahap akan mulai kembali pada kondisi normal yang rata-rata penjualanya berada pada level satu juta unit. Dia yakin, target itu bisa tercapai mengingat kondisi perekonomian nasional yang terus mengalami pertumbuhan.

Di satu sisi, capaian itu juga masih sangat tergantung pada kondisi pandemi serta keputusan soal insentif pajak untuk tahun ini. "Tapi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan naik sekitar lima persen. Hal ini juga jadi salah satu instrumen yang membuat kami optimistis target penjualan mobil tahun ini bisa tercapai," ucapnya.

Pengamat otomotif Bebin Juana juga menilai, pasar tahun ini memiliki peluang untuk naik ke level 900 ribu unit. "Tahun lalu sudah berhasil menembus level 800 ribu unit, maka pasar tahun ini berpeluang untuk mengalami peningkatan di atas 10 persen," kata Bebin.

Namun, sama seperti Gaikindo, Bebin juga menilai, capaian itu masih sangat bergantung pada kondisi pandemi pada tahun ini. Jika ternyata pandemi bisa terus ditekan, pasar otomotif dapat terus naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bebin juga melihat, ada hal lain yang dapat mendorong pertumbuhan penjualan pada tahun ini. Skema pajak terbaru yang berbasis emisi diperkirakan akan mengubah tren penjualan kendaraan pada tahun ini. "Hal ini membuat masyarakat terdorong untuk membeli kendaraan ramah lingkungan," ujarnya.

Dampak regulasi berbasis emisi diperkirakan baru akan mulai terlihat pada tahun ini. Hal ini lantaran sejumlah konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan, seperti battery electric vehicle (BEV) atau hibrida, telah lama menunggu regulasi tersebut.

Begitu pajak berbasis emisi diterapkan, konsumen bakal segera melakukan peralihan ke kendaraan yang ramah lingkungan. "Oleh karena itu, diperkirakan penjualan kendaraan ramah lingkungan akan naik signifikan pada tahun ini. Karena harga mobil itu sudah lebih kompetitif dan masyarakat mulai menyadari sejumlah keunggulanya, terutama dari sisi biaya operasional," ucap dia.

Perkiraan Bebin itu pun senada dengan proyeksi dari PT Toyota-Astra Motor (TAM). Direktur Marketing TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan, skema pajak terbaru serta kehadiran sejumlah produk ramah lingkungan yang sesuai kebutuhan masyarakat membuat penjualan akan mulai mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini.

Di satu sisi, dia juga memperkirakan, mobil yang paling diminati pada tahun ini masih seven seater. Baik itu multipurpose vehicle (MPV) maupun sport utility vehicle (SUV).

"Untuk total pasar, kami berharap pasar tahun ini bisa lebih baik dibanding tahun lalu. Semoga total pasar bisa mengarah di atas 900 ribu. Tapi, hal ini masih tergantung terhadap beberapa hal, seperti kondisi pandemi, perekonomian, dan kebijakan insentif pajak," kata Anton kepada Republika.

Di satu sisi, agar dapat terus mendongkrak pasar, Toyota telah menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari strategi produk hingga layanan untuk konsumen.

Untuk strategi produk, Toyota masih melanjutkan sejumlah kampanye panjualan untuk beberapa produk baru yang diluncurkan tahun lalu. Hal ini sambil menyiapkan sejumlah produk terbaru yang akan diluncurkan tahun ini.

"Beberapa produk baru kami yang diluncurkan tahun lalu berhasil mendapat sambutan positif dari konsumen. Oleh karena itu, tahun ini kami juga gencar mengajak konsumen untuk melakukan aktivitas review produk, baik secara digital ataupun lewat test drive secara langsung," ucapnya.

Untuk strategi layanan, Toyota telah menyiapkan sejumlah terobosan lewat total mobility solution yang terdiri atas EZDeal, Toyota trade-in, Toyota Official Store Solution (TOSS), serta layanan berbasis telematika yang bernama T Intouch. Lewat beragam strategi tersebut, tahun ini perusahaan pun menargetkan untuk kembali meraih total market share di atas 30 persen.

Dia pun menaruh harapan yang besar agar kebijakan diskon pajak bisa kembali diterapkan pada tahun ini. Hal ini melihat kesuksesan pada tahun lalu.

Dengan begitu, ujar dia, dapat memperbesar peluang tercapainya target total penjualan pada tahun ini. "Melihat kondisi pandemi dan perekonomian tahun ini, rasanya kembali diterapkanya diskon pajak perlu untuk dipertimbangkan," ujar Anton.

Menurutnya, diskon masih tetap diperlukan untuk memberikan dukungan bagi industri otomotif lokal yang memiliki jumlah tenaga kerja yang besar dan berperan dalam value chain industri otomotif secara keseluruhan. 


×