Orang tua murid memantau anaknya saat mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/1/2022). Pemerintah Kota Bandung mulai melaksanakan PTM 100 persen murid bagi 330 sekolah dari berba | ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj.

Nasional

13 Jan 2022, 14:53 WIB

Prokes Pembelajaran Tatap Muka Banyak Dilanggar

Pelanggaran prokes di sekolah terus berlanjut akibat tidak ada mekanisme pengawasan pembelajaran tatap muka.

JAKARTA—Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menemukan masih banyaknya pelanggaran protokol kesehatan saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. P2G menilai, pengawasan PTM masih kurang maksimal.

Sekretaris P2G DKI Jakarta Abdul Rahman meminta pemerintah daerah, pusat, dan Satgas Covid-19 meningkatkan pengawasan melalui inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah. Abdul menuturkan, pihaknya menemukan banyak penyimpangan dari pelaksanaan SKB Empat Menteri di daerah-daerah. P2G menilai, pelanggaran prokes di sekolah terus berlanjut akibat tidak adanya mekanisme pengawasan.

"Bahkan, kami menemukan pelanggaran SKB 4 Menteri sebelumnya, sejak Agustus 2021 PTM Terbatas, sudah banyak sekolah yang buka 100 persen siswa dan masuk setiap hari," tutur Iman, Rabu (12/1).

P2G juga menyorot terkait kegiatan para peserta didik sepulang sekolah. Dia meminta aparat terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan tim Satgas Covid-19 untuk melakukan penyisiran dan pengawasan di jam-jam krusial saat para siswa pulang sekolah sekira pukul 12.00-13.00 WIB. Bahkan, ditemukan adanya sekolah di Jakarta maupun daerah lain yang secara diam-diam membuka kantin.

"Kami dapat laporan, dari Jakarta maupun luar daerah, ada sekolah diam-diam kantinnya buka, padahal dilarang, jarak siswa tidak satu meter, dan ventilasi udara di kelas tidak ada," ujar Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, kepada Republika.

Iman menjelaskan, berdasarkan laporan P2G Daerah, pelanggaran protokol kesehatan masih kerap terjadi di sekolah yang menerapkan PTM 100 persen. Temuan pelanggaran protokol kesehatan itu terjadi di Jakarta, Pandeglang, Cilegon, Kabupaten Bogor, Bengkulu, Kabupaten Agam, Solok Selatan, Situbondo, juga Bima.

photo
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh di SDN 033 Jalan Asmi, Kota Bandung, Selasa (11/1/2022). Untuk keamanan, di Kota Bandung PTM dibagi beberapa kelompok dengan batasan tertentu. Kelompok satu kapasitas 100%, kelompok dua kapasitas 75% dan Kelompok tiga kapasitas 50%, menyesuaikan dengan kapasitas sekolah terkait kesiapan prokesnya. - (Edi Yusuf/Republika)

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengaku, melihat peserta didik sulit menjaga jarak saat berkeliling melakukan pengawasan PTM di sejumlah sekolah. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penerapan PTM 100 persen.

Dia melihat, prosedur operasional standar kedatangan siswa sebenarnya sudah disiapkan dan dilaksanakan dengan baik, mulai dari pengecekan barcode PeduliLindungi, pengukuran suhu badan, mencuci tangan, memakai masker, dan pengaturan menuju kelas. Antrean cuci tangan juga diatur agar tidak terjadi penumpukan. "Begitu memasuki kelas, maka ketentuan untuk jaga jarak satu meter sulit diterapkan," ujar Retno.

Sebelumnya, pelanggaran prokes juga ditemukan Satpol PP di Kota Surakarta. Saat menggelar patroli, Satpol PP menjaring sebanyak 89 siswa tidak disiplin pada hari pertama PTM penuh yang dimulai pada Senin (10/1). "Ada 89 siswa yang terjaring pelanggarannya setelah PTM dan sebelum pelaksanaan PTM bahkan, kan dua sesi PTM-nya," kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan di Solo, Selasa (11/1).

photo
Siswa mengikuti pelajaran olahraga saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen hari pertama di SMP Negeri 1 Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (10/1/2022). Pemerintah Kota Kediri mulai melaksanakan PTM 100 persen untuk siswa kelas VI SD dan siswa SMP. - (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj.)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) mengingatkan, penyelenggaraan PTM 100 persen wajib berdasarkan prinsip penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19. Deputi Bidang Perlindungan Hak Anak Kemen-PPPA Agustina Erni meminta pelaksanaan PTM 100 persen dapat dilakukan dengan tetap menjamin prokes.

"Bagi Kemen-PPPA, ada dua hal utama yang menjadi pertimbangan kami, yaitu pertama, prinsip kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam menetapkan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan. Kedua, mempertimbangkan tumbuh kembang dan hak anak selama pandemi Covid-19. Ini harus menjadi dasar," kata Erni, Selasa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ikatan Dokter Anak Indonesia (idai_ig)

 

Tes Acak Digencarkan Selama PTM

Pemerintah daerah menggencarkan skrining acak selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, tes acak dilakukan terhadap ribuan pelajar. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Budi Santosa Asrori mengatakan, skrining ini dilakukan menggunakan RDT antigen dan PCR.

Total yang sudah diskrining hingga saat ini mencapai 2.400 pelajar. Dari jumlah tersebut, kata Budi, kasus positif Covid-19 yang ditemukan tidak lebih dari 50 anak. "Hasilnya itu artinya kurang dari dua persen (yang ditemukan positif). Positivity rate-nya dua persen, masih dalam batas toleransi," kata Budi, Rabu (12/1).

Budi menyebut, kasus positif yang ditemukan merupakan tanpa gejala. Meskipun begitu, dari seluruh kasus tersebut, penyebarannya tidak terjadi di sekolah. "Dari hasil pelacakan, tidak tertular di sekolah, tapi di tempat lain," ujar Budi.

Pelaksanaan PTM di Kota Yogyakarta secara penuh atau 100 persen dilakukan secara bertahap. Dalam menuju PTM 100 persen, saat ini dimulai dengan kapasitas sekitar 70 persen. "Kalau kita evaluasi anak-anak di sekolah tidak ada kerumunan yang berarti. Ini memantapkan kita sesungguhnya di sekolah aman-aman saja," jelasnya.

photo
Sejumlah orang tua mengantar anaknya untuk mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/1/2022). Pemerintah Kota Bandung mulai melaksanakan PTM 100 persen murid bagi 330 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang terverifikasi siap dengan protokol kesahatan yang ketat. - (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj.)

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi juga mengaku pihaknya menggelar tes swab rutin bagi pelajar dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Eri menyatakan, antisipasi perlu terus digencarkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Apalagi, setelah masuknya Covid-19 varian omikron di Surabaya yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Jika nantinya ada siswa atau elemen sekolah terkonfirmasi positif Covid-19, PTM bisa dihentikan sementara.

"Di SKB 4 Menteri itu juga disebutkan kalau ada sekolah yang kena (Covid-19) maka akan diistirahatkan selama 14 hari," kata Eri di Surabaya, Rabu.

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, melakukan tes Covid-19 bagi siswa setelah pelaksanaan PTM 100 persen berjalan dua pekan. Hal ini untuk memastikan semua berjalan dengan aman. "Setelah dua pekan, kita akan melakukan tes Covid-19," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi, Selasa (11/1).

Pemkot Cirebon memberlakukan PTM 100 persen mulai Senin (10/1). Sehingga, lanjut Agus, perlu dilakukan pelacakan, terutama bagi siswa yang sudah mengikuti PTM 100 persen di sekolah masing-masing. "Pelacakan ini memang dibutuhkan. Untuk itu, Dinas Kesehatan akan melakukannya," ujar Agus.


×