Bank Allo | Youtube

Ekonomi

12 Jan 2022, 08:41 WIB

Ramai-Ramai Serap Rights Issue Bank Allo

Bank Allo berharap dapat menghadirkan akses yang mudah ke produk-produk finansial untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia

CT Corp, Salim Group, Bukalapak, Carro, dan Growtheum Capital Partners berpartisipasi dalam rights issue Bank Allo. Aksi ini akan mendukung akselerasi ekspansi layanan kredit ke seluruh Indonesia.

Rights issue tersebut akan meningkatkan modal inti Bank Allo menjadi lebih dari Rp 6 triliun. Hal ini juga akan membuat Bank Allo menjadi salah satu bank digital dengan permodalan kuat di Indonesia. Komisaris Bank Allo Ali Gunawan mengatakan, perseroan antusias untuk meluncurkan layanan pinjaman di Indonesia.

Bank Allo berharap dapat menghadirkan akses yang mudah ke produk-produk finansial untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia. "Ïni bisa dilakukan melalui sebuah brand yang mereka kenal dan percaya", ujar Ali pada Selasa (11/1).

Bank Allo adalah bank berlisensi penuh yang menawarkan produk rekening pribadi, bisnis, dan rekening gabungan, termasuk paylater, instant cash, tabungan dan deposito berjangka, serta dompet elektronik.

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengatakan, kerja sama ini adalah sebuah langkah untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Indonesia. CT Corp memiliki lebih dari 100 juta pelanggan setia dengan jumlah pengguna aktif yang besar. Menurut Chairul, hal itu dapat mendukung layanan loyalty program serta produk-produk kredit.

Chairul turut mengapresiasi upaya Growtheum Capital untuk menggabungkan sejumlah konsorsium dan memberikan kesempatan kepada Bank Allo tumbuh lebih besar. "Kami sangat percaya bahwa akses ke ekosistem yang besar dapat membantu Bank Allo untuk semakin meningkatkan jumlah pelanggan setianya serta mendorong tingkat penggunaan di dalam upayanya memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat melalui user experience yang unik," kata Chairul.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bukalapak Willix Halim menyampaikan, melalui penetrasi ke pasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan akses finansial ke pengusaha di area terpencil. Menurut dia, itu bisa terwujud dengan dukungan bank digital.

"Dengan menggabungkan kapabilitas teknologi dengan touchpoint offline, kami dapat makin mengakselerasi implementasi layanan perbankan ke seluruh Tanah Air. Ini selaras dengan kebijakan inklusi finansial pemerintah, terlebih karena UMKM berkontribusi hampir 60 persen bagi PDB negara," ujarnya.

Perusahaan patungan

Chairul turut mengungkapkan rencana kolaborasi perusahaan dengan PT Bukalapak.com Tbk. Menurut Chairul, keduanya akan membentuk perusahaan patungan berupa bisnis niaga daring.

Dia menjelaskan, perusahaan hasil patungan tersebut akan berfokus menyediakan produk bahan makanan segar dan kebutuhan sehari-hari. Melalui PT Trans Retail Indonesia, CT Corp akan memiliki sebagian besar saham perusahaan patungan dan sisanya dimiliki Bukalapak.

"Sekarang sedang proses pembentukan. Nantinya CT Corp akan memiliki 55 persen saham dan Bukalapak memiliki 45 persen saham," kata Chairul.

Chairul mengatakan, CT Corp akan terus membuka peluang kolaborasi. Menurut dia, kolaborasi menjadi sebuah keharusan untuk tetap bertahan pada era digital. 


×