Ilustrasi Covid-19 varian omikron | Pixabay

Nasional

12 Jan 2022, 02:45 WIB

Pasien Omikron Ditangani Melalui Telemedisin

Kemenkes bekerja sama dengan 17 platform telemedisin untuk menangani Covid-19 varian Omikron

JAKARTA — Kementerian Kesehatan menyampaikan penanganan pasien terkonfirmasi omikron akan difokuskan melalui telemedisin (telemedicine). Pasien yang dinyatakan terkonfirmasi omikron tak lagi dirawat di rumah sakit, melainkan isolasi mandiri di rumah. 

Menkes memprediksi, mayoritas pasien terkonfirmasi omikron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala. Pasien, hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.

"Kenaikan transmisi omikron akan jauh lebih tinggi daripada delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit. Sehingga strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis Selasa (11/1).

Kemenkes bekerja sama dengan 17 platform telemedicine. Kerja sama ini untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditam, mengatakan, pasien varian omikron asimptomatik atau tanpa gejala dan tidak memiliki faktor risiko bisa saja menjalani perawatan di rumah. "Dapat saja dirawat di rumah, kalau memang rumah sakit sudah mulai akan penuh. Untuk ini ada lima kriteria," ujar Tjandra, Selasa (11/1).

Pertama, tersedia ruang atau kamar yang sehat dan aman. Kedua, keluarga menguasai bagaimana menanngani pasien yang ada di rumah. Hal terpenting lainnya, adalah kebutuhan sehari-hari pasien harus tetap terjaga baik. Tjandra menambahkan kesiapan karantina di rumah juga harus didukung tiga hal penting. "Pertama ketersediaan data melalui surveilans yang baik, sehingga dapat diambil keputusan yang baik pada saat yang tetap," kata dia.

Kedua, ketersediaan sistem rujukan yang cepat dan akurat, untuk mobilisasi pasien antar rumah, wisma dan rumah sakit. Terakhir, adanya komunikasi risiko yang baik agar masyarakat mendapat informasi yang akurat, jelas, dan transparan. 

Waspada

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memastikan bahwa empat warga yang terpapar virus Corona (Covid-19) varian Omikron sudah diislolasi di Wisma Atlet Jakarta. Namun, warga diminta tetap waspada dan taati protokol kesehatan (prokes).

"Saya luruskan, bahwa ada empat warga di Kota Depok yang terpapar Omikron, buka enam. Tiga warga sudah di isolasi di Wisma Atlet Jakarta, sedangkan satu orang warga masih di luar negeri," ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris saat menghadiri soft lounching Taman Tematik Kolong  Fly Over Arif Rahman Hakim (ARH), Selasa (11/1).

Menurut Idris, sesuai arahan Pemerintah Pusat, Inmendagri terkait PPKM level 2 Kota Depok bersama Jabodetabek, kota/kabupaten Jabodetabek, ada aturan masyarakat untuk menerapkan dan menaati prokes. "Kami tidak ingin menerapkan lockdown dan edang menyusun rencana terkait antisipasi penyebaran Omikron di Kota Depok," terangnya. 

Lanjut Idris, empat orang yang terpapar Omikron, dalam kasus pertama usai perjalanan ke luar negeri dan langsung di isolasi di Wisma Atlet Jakarta, dan tidak sempat masuk ke Kota Depok. Pada kasus kedua, diketahui positif Omikron di luar negeri. Kemudian kasus ketiga, warga Kota Depok yang terpapar Omikron seusai melakukan perjalanan domestik dari Jawa Timur. 

"Lalu kasus keempat adalah nenek yang terpapar Omicron dari kasus ketiga. Jadi saya luruskan juga bukan usai perjalanan dari Puncak Bogor. Untuk kasus ketiga dan keempat saat ini sudah dinyatakan sembuh setelah tiga hari diisolasi karena keduanya sudah divaksin," jelasnya. ';

×